LUMINASIA.ID, JAKARTA - Penghimpunan dana di pasar modal Indonesia mencapai Rp209,77 triliun secara year-to-date (ytd) hingga akhir Oktober 2026, mencerminkan aktivitas pendanaan yang tetap berlangsung di tengah dinamika pasar.
Capaian tersebut dipaparkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Oktober 2026 yang digelar Kamis (5/11/2026).
OJK mencatat penghimpunan dana tersebut terdiri atas tujuh Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 20 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 11 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 141 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.
Selain pasar modal konvensional, instrumen alternatif seperti Securities Crowdfunding (SCF) juga menunjukkan perkembangan dengan akumulasi dana terhimpun mencapai Rp2,09 triliun.
Jumlah investor pasar modal dalam negeri turut meningkat. Selama Oktober 2026, terdapat tambahan 1,38 juta investor baru secara bulanan (month-to-month), sehingga total investor secara ytd mencapai 33,55 juta atau meningkat 64,75 persen.
Likuiditas perdagangan saham juga mengalami peningkatan. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pasar saham tercatat sebesar Rp16,31 triliun pada Oktober 2026, naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp14,94 triliun.
Sementara itu, aktivitas Bursa Karbon Indonesia sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 Oktober 2026 mencatat akumulasi volume transaksi sebesar 1,98 juta ton setara karbon dioksida (tCO2e).
Nilai transaksi mencapai Rp94,20 miliar dengan jumlah pengguna jasa terdaftar sebanyak 160 pihak.




