OJK Dorong Program Ekonomi Daerah Lewat Pisang Cavendish dan Kakao
LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengembangan ekonomi daerah di Sulawesi Selatan melalui Program Ekonomi Daerah (PED) yang fokus pada komoditas Pisang Cavendish dan Kakao.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Muchlasin, menjelaskan bahwa kedua program ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan pendapatan petani, dan membuka akses pembiayaan yang lebih luas.
Untuk PED Pisang Cavendish, terdapat lima Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dibentuk antara Lembaga Jasa Keuangan (LJK), off-taker, dan Kelompok Tani Pisang Cavendish.
Implementasi program ini melibatkan dua off-taker, yakni PT Cipta Agri Pratama (PT CAP) dan Nusantara Segar Abadi (PT NSA), dua bank yaitu BPD Sulselbar dan BRI, serta tiga perusahaan asuransi yakni Askrindo, Jamkrindo, dan ACA (Parametrik).
“Sejak diluncurkan pada 28 Oktober 2023, realisasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pisang Cavendish mencapai Rp5,64 miliar kepada 63 petani dengan luas lahan 57,65 hektare yang tersebar di empat kabupaten,” ujar Muchlasin.
Berdasarkan data hingga Juni 2025, pembiayaan terbesar terjadi di Kabupaten Bone dengan Rp3,65 miliar untuk 36,5 hektare lahan, disusul Maros Rp1,53 miliar untuk 5,15 hektare, Pangkep Rp930 juta untuk 10 hektare, dan Pinrang Rp530 juta untuk 6 hektare lahan.
Sementara itu, PED Kakao difokuskan untuk menjawab tantangan menurunnya produktivitas akibat penyusutan lahan dan fluktuasi harga global.
Muchlasin mengungkapkan bahwa Sulawesi menjadi penghasil kakao terbesar di Indonesia, dengan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah menyumbang porsi signifikan.
“Melalui kerja sama dengan PT MARS, Bank BRI menerapkan skema supply chain financing untuk pembiayaan pengelupasan biji kakao hingga pembelian oleh perusahaan mitra. Kami juga menggandeng PT Bumi Surya Selaras (BSS) untuk penguatan sektor hilir,” jelasnya.
Hingga kini, terdapat 60 pengepul dan 5.000 petani mitra PT MARS yang menjadi sasaran pembiayaan, tersebar di Kabupaten Polewali Mandar, Mamuju Tengah, Mamuju, Majene, dan Mamasa.
Potensi pembiayaan diproyeksikan menjangkau 7.406 petani di wilayah tersebut.
Muchlasin menegaskan, OJK akan terus mendorong kemitraan strategis dengan pelaku usaha dan perbankan untuk memperluas akses pembiayaan sektor pertanian.
“Kami ingin memastikan petani tidak hanya produktif, tapi juga memiliki akses permodalan, perlindungan asuransi, dan pasar yang pasti,” tutupnya.

