Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

DJP Longgarkan Sanksi, Fokus Jaga Transisi Coretax dan Kepatuhan Wajib Pajak

Jumat, 27 Maret 2026 17:57
Editor: diku
  • Bagikan
ilustrasi SPT Pajak

LUMINASIA.ID, Jakarta — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengambil langkah tidak biasa dengan menghapus sanksi administratif bagi wajib pajak orang pribadi yang terlambat melaporkan SPT Tahunan 2025 hingga 30 April 2026. Kebijakan ini bukan sekadar relaksasi, melainkan sinyal kuat bahwa otoritas pajak tengah memprioritaskan stabilitas sistem baru sekaligus menjaga tingkat kepatuhan di tengah masa transisi digital.

Dilansir dari website DJP, Keputusan ini tertuang dalam KEP-55/PJ/2026 yang berkaitan dengan implementasi sistem inti administrasi perpajakan atau Coretax. Di tengah perubahan besar pada sistem pelaporan, DJP tampak menyadari potensi kendala teknis maupun adaptasi wajib pajak, sehingga memilih pendekatan persuasif dibanding represif.

Alih-alih menekankan penegakan sanksi, DJP memberi ruang tambahan satu bulan setelah batas normal 31 Maret 2026. Dalam periode tersebut, wajib pajak tetap bisa menyampaikan SPT maupun melunasi kewajiban tanpa dikenai denda atau bunga. Bahkan, jika sebelumnya sudah terbit Surat Tagihan Pajak, sanksi tersebut akan dihapus secara jabatan oleh kantor wilayah.

Langkah ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam administrasi perpajakan: dari sekadar penegakan aturan menuju penguatan ekosistem kepatuhan. DJP tampaknya ingin memastikan bahwa implementasi Coretax berjalan mulus tanpa mengorbankan kepercayaan publik.

Selain itu, relaksasi ini juga memberi kepastian bagi wajib pajak strategis. Keterlambatan pelaporan dalam periode perpanjangan tidak akan memengaruhi status sebagai wajib pajak kriteria tertentu, yang selama ini menjadi indikator kepatuhan tinggi.

Di sisi lain, kebijakan ini bisa dibaca sebagai upaya mitigasi risiko. Dengan semakin terintegrasinya data keuangan lintas lembaga dalam sistem baru, DJP justru membutuhkan partisipasi aktif wajib pajak agar basis data tetap akurat. Memberikan kelonggaran menjadi cara untuk mendorong pelaporan sukarela tanpa tekanan.

Ke depan, keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada dua hal: kesiapan teknis sistem Coretax dan respons wajib pajak dalam memanfaatkan masa relaksasi. Jika keduanya berjalan seimbang, momentum ini bisa menjadi titik balik menuju sistem perpajakan yang lebih modern, transparan, dan berbasis kepercayaan.

Tags: DJP


Baca Juga

Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026
Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026
Tunjangan Reses Kena Potongan Pajak PPh 21, Pimpinan hingga Anggota DPRD Jeneponto Datangi Kantor DJP Sulselbartra
Tunjangan Reses Kena Potongan Pajak PPh 21, Pimpinan hingga Anggota DPRD Jeneponto Datangi Kantor DJP Sulselbartra
KALLA Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Korporasi Terbaik Sulselbartra 2025
KALLA Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Korporasi Terbaik Sulselbartra 2025
DJP Sulselbartra Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak di 16 Bank
DJP Sulselbartra Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak di 16 Bank
DJP Sulselbartra Catat Pertumbuhan SPT 9,67 Persen, Tempati Peringkat Dua Nasional
DJP Sulselbartra Catat Pertumbuhan SPT 9,67 Persen, Tempati Peringkat Dua Nasional
Lewat Paroki Santo Clemens Mandonga, DJP Dekatkan Edukasi SPT dengan Pendekatan Humanis
Lewat Paroki Santo Clemens Mandonga, DJP Dekatkan Edukasi SPT dengan Pendekatan Humanis

Populer

  • 1
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
  • 2
    Lima Tim Dance Terpilih Jadi Best Five di Honda DBL South Sulawesi 2026
  • 3
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 4
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel
  • 5
    Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim

Ekonomi

  • Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
  • Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
    Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
  • Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
    Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang

Peristiwa

  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID