Makassar, Luminasia - Masyarakat Indonesia utamanya Makassar merupakan masyarakat mayoritas muslim yang sangat membutuhkan ekonomi syariah. Namun sayangnya literasi keuangan syariah di Makassar masih kurang, di angka 12%.
Berniat memperbaiki literasi keuangan syariah di Makassar, Adira Finance Syariah menggelar seminar literasi keuangan syariah di Makassar Town Square (MTOS) pada Jumat (12/7).
Acara ini dihadiri sekitar 60 orang dari UMKM, panti asuhan, maupun umum.
Pembicara dari seminar ini adalah Dosen Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Prof Dr Mashur Razak.
Prof Mashur mengatakan, "Masyarakat membutuhkan pengetahuan akan bahaya riba, sehingga pembiayaan syariah seperti yang disediakan Adira Finance dapat menjadi alternatif."
Seminar ini merupakan bagian dari Adira Finance Green Expo 2024 yang bekerjasama dengan Ramayana Departement Store.
Green Expo 2024 dilaksanakan di pelataran parkir dimana Adira menjajakan koleksi motor lisrik.
Green Expo ini berlangsung dari 29 Juni hingga 14 Juli 2024 dengan berbagai macam games.
Dalam pameran tersebut ada berbagai promo dan benefit utamanya untuk pembelian produk EV (Electronic Vehicle) dan pengajuan kredit produk lainya.
Tema Green Expo ini juga demi melaksanakan amanah OJK untuk mempopulerkan produk-produk Go Green.
Kemal Joumlat, Head of Branch Makassar I Syariah Adira Finance mengatakan bahwa mereka mengincar segmen pelajar, mahasiswa, umkm, untuk pengembangan pengetahuan tentang ekonomi syariah.
Adira Finance sendiri memiliki 12 cabang dengan 5 cabang memiliki unit syariah.
"Penjualan produk syariah kami bisa mencapai 50 persen," ujarnya.
"Pencapaian kami bisa mencapai 500 milyar, dengan angka 250 milyar per bulan, untuk Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Bara,t" paparnya.
"Salah satu metode kami dalam pembiayaan syariah adalah, jika nasabah menggunakan produk kami, mereka akan menerima hibah, bukan bunga," ujar Kemal.
Dalam seminar ini Adira Finance Syariah juga memberikan bantuan UMKM berupa gerobak bakso senilai Rp5 juta
Adira Finance juga memberikan bantuan kepada Panti Asuhan berupa biaya renovasi Rp10 juta serta bantuan bangku Al Quran senilai Rp5 juta
Laporan Dian Aditya Ning Lestari.

