Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Viral

Cerita Pilu Nasib WNI, Meninggal di Gurun Pasir Saat Ingin Haji Jalur Ilegal

Selasa, 3 Juni 2025 12:57
Editor: Luminasia.id
  • Bagikan
Ilustrasi pria di gurun pasir Arab Saudi

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Kisah pilu seorang warga negara Indonesia (WNI) ditemukan meninggal dunia oleh aparat kemanan Arab Saudi di gurun Jumum, Makkah.

Dilansir RRI, Diketahui, pria itu berinisial SM asal Kabupaten Pamekasan, Madura. Korban meninggal setelah mengalami dehidrasi berat.

SM ditemukan meninggal dunia di tengah padang pasir Jumum, wilayah yang tak jauh dari Kota Makkah, Arab Saudi, pada 27 Mei 2025.

Ia bersama dua rekannya, J dan S, mencoba masuk ke Makkah melalui jalur gurun—rute terlarang yang dikenal ekstrem dan mematikan

Dari informasi yang dihimpun, SM merupakan seorang dosen di salah satu Universitas Islam di Madura. SM merupakan warga Dusun Sumber Batu, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengonfirmasi kebenaran kabar ini. Peristiwa ini terjadi pada 27 Mei 2025. Korban menggunakan visa ziarah multiple dan mencoba masuk ke Makkah tanpa dokumen haji resmi dengan menumpang taksi gelap. 


Sopir taksi yang takut tertangkap patroli memaksa mereka turun di tengah gurun, di mana suhu ekstrem menjadi ancaman serius. 

Ketiga WNI tersebut sempat terpantau kamera drone milik aparat keamanan sebelum tim penyelamat dikerahkan.

J dan S segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sedangkan jenazah SM hingga kini masih berada di rumah sakit di Makkah menunggu proses pemulasaraan dan visum.

Saat ini jenazah almarhum SM masih berada di rumah sakit Makkah untuk proses visum. KJRI Jeddah telah berkoordinasi dengan pihak keluarga di Madura serta tengah mempersiapkan proses pemakaman.

Sebelum berangkat, SM sempat bercerita kepada Ahmad Asir, yang merupakan tetangga sekaligus rekan di kampusnya. SM berangkat ke Tanah Suci pada 25 April 2025.

Saat itu, Asir sudah mengingatkan SM untuk mengurungkan niatnya, karena  pada tahun ini peraturan di Arab Saudi lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, korban tetap optimis perjalanannya akan berjalan lancar.

"Benar, saudara SM meninggal. Saya dan teman-teman dosen lainnya sudah takziah ke rumah keluarganya. SM berangkat  ke tanah suci tidak melalui jalur resmi, tapi saya kurang tahu nama travelnya," ucapnya, Senin (2/6/2025).

Diketahui sebelumya almarhum SM bersama 10 WNI lainnya sempat tertangkap razia aparat keamanan Saudi dan diusir ke Jeddah. Namun, ia tetap berupaya kembali ke Makkah melalui jalur tidak resmi.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, dilansir berita satu membenarkan peristiwa tragis ini. 

Korban meninggal berinisial SM, sementara dua lainnya, J dan S, berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dideportasi kembali ke Jeddah.

“Perjalanan mereka dilakukan dengan cara yang sangat berbahaya, menggunakan jasa taksi gelap dan menempuh jalur gurun demi menghindari razia. Sayangnya, keputusan itu justru merenggut nyawa salah satu dari mereka,” kata Yusron

Tags: Haji Saudi arabia Meninggal di Arab Saudi

Baca Juga

Didampingi Wamenhaj, Bupati Gowa Lepas 1.421 Jamaah Haji
Didampingi Wamenhaj, Bupati Gowa Lepas 1.421 Jamaah Haji
Kementerian Haji dan Umrah Puji Rekam Jejak Tazkiyah Tour, 25 Tahun Berangkatkan Jemaah Tanpa Gagal
Kementerian Haji dan Umrah Puji Rekam Jejak Tazkiyah Tour, 25 Tahun Berangkatkan Jemaah Tanpa Gagal
Musim Haji 2026 Tazkiyah Tour Berangkatkan 217 CJH, 150 Jemaah Ikut Manasik di Hotel Myko
Musim Haji 2026 Tazkiyah Tour Berangkatkan 217 CJH, 150 Jemaah Ikut Manasik di Hotel Myko
Kuota Haji Naik, 1.419 Jemaah Calon Haji Gowa Ikuti Manasik Terintegrasi 2026
Kuota Haji Naik, 1.419 Jemaah Calon Haji Gowa Ikuti Manasik Terintegrasi 2026
Haji Halim Tutup Usia di RS Siti Fatimah, Jalani Perawatan Panjang di Usia 87 Tahun
Haji Halim Tutup Usia di RS Siti Fatimah, Jalani Perawatan Panjang di Usia 87 Tahun
Kuota Haji Sulsel 2026 Naik Menjadi 9.670 Jemaah, Skema Daftar Tunggu Ubah Peta Keberangkatan
Kuota Haji Sulsel 2026 Naik Menjadi 9.670 Jemaah, Skema Daftar Tunggu Ubah Peta Keberangkatan

Populer

  • 1
    Stephen Curry Ungkap Peran Keluarga di Balik Ketangguhan Kariernya di NBA
  • 2
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 3
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 4
    Strategi Sony Menahan PS6: PS5 Masih Jadi Andalan, Generasi Baru Datang 2028?
  • 5
    Harga Emas Hari Ini, Antam Jadi Rp2,95 Juta

Ekonomi

  • Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
    Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
  • Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Peristiwa

  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID