Luminasia.id, Makassar - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), turut merayakan Idul Adha 1446 H dengan melaksanakan program Pelindo Berbagi Kurban pada Jumat, 6 Juni 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SPJM dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL).
Kurban Idul Adha 2025 ini tidak hanya digelar di Makassar, tetapi juga dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kerja SPJM Grup, termasuk anak perusahaan yang tersebar di berbagai daerah operasional.
“Idul Adha adalah simbol ketaatan, pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas. Karena itu, Program Pelindo Berbagi Kurban rutin kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat. Alhamdulillah, tahun ini SPJM Grup menyembelih dan menyalurkan daging kurban sebanyak 42 ekor sapi dan 62 ekor kambing,” ungkap SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick.
Untuk wilayah Kota Makassar, proses penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala. Setelah disembelih, daging kurban langsung didistribusikan oleh SPJM Makassar ke sejumlah titik sasaran yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Distribusi daging kurban SPJM menyasar masyarakat di Kelurahan Ujung Tanah, Kelurahan Wajo, dan Kelurahan Manuruki. Penerima manfaat mencakup kaum dhuafa, petugas kepil, petugas air, tenaga sekuriti, dan sopir yang sehari-hari mendukung kegiatan pelabuhan.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita turut merasakan kebahagiaan dan keberkahan Idul Adha. Program ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi antara SPJM dan masyarakat sekitar. Penyaluran daging kurban juga melibatkan para pegawai, sebagai bentuk nyata nilai kebersamaan dan semangat berbagi,” tambah Patrick.
Melalui program Pelindo Berbagi Kurban, SPJM terus menegaskan peran aktifnya dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tidak hanya lewat pelayanan bisnis pelabuhan, tetapi juga melalui berbagai inisiatif sosial yang berkelanjutan.

