Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Mengkhawatirkan! Sudah 509 Kantor Cabang Bank Tutup hingga Maret 2025, Ini Kata OJK

Sabtu, 14 Juni 2025 19:32
Editor: Maharani
  • Bagikan
grafis penurunan kantor cabang bank di Indoesia

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa tren penutupan kantor cabang bank di Indonesia tidak akan menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Industri perbankan disebut telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi transformasi layanan tersebut.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam rilisnya Jumat (13/6/2025) proses pengurangan jumlah kantor cabang telah diimbangi dengan program pelatihan ulang (reskilling) serta relokasi karyawan ke unit bisnis lain di dalam perusahaan.

“Setiap proses penutupan cabang yang berdampak pada pengurangan pegawai sudah diantisipasi dengan pelatihan serta penempatan ke lini bisnis yang masih membutuhkan tenaga kerja,” ungkap Dian.

Dian juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi terjadinya PHK secara besar-besaran yang dapat memicu persoalan ketenagakerjaan serius di sektor perbankan nasional.

Menurut OJK, langkah efisiensi ini tetap mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan terkait hak-hak karyawan, termasuk pemberian kompensasi yang sesuai bagi pegawai yang terdampak restrukturisasi.

Transformasi layanan perbankan yang semakin bergeser ke ranah digital menjadi faktor utama di balik penutupan banyak kantor cabang fisik. Perubahan perilaku nasabah yang kini lebih mengandalkan layanan perbankan digital membuat banyak kantor cabang tidak lagi produktif secara bisnis.

“Akses layanan perbankan digital yang tersedia 24 jam membuat masyarakat tak lagi harus mengunjungi kantor cabang. Efisiensi operasional menjadi prioritas bank untuk tetap kompetitif di era digital,” jelas Dian.

Jumlah Bank Terus Menurun

Berdasarkan data OJK per Maret 2025, jumlah kantor cabang bank umum di Indonesia terus menunjukkan penurunan. Dari 24.243 unit pada Maret 2024, jumlahnya kini berkurang menjadi 23.734 unit.

Bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi kelompok yang paling banyak melakukan penutupan kantor fisik. Dalam setahun terakhir, jumlah kantor Himbara berkurang sebanyak 275 unit, dari 12.391 menjadi 12.116 kantor.

Sementara itu, bank swasta nasional juga mengurangi 187 kantor, dari sebelumnya 7.789 menjadi 7.602 unit. Di sisi lain, Bank Pembangunan Daerah (BPD) memangkas 47 kantor, dari 4.044 menjadi 3.997 unit. Sedangkan jumlah kantor cabang bank asing tetap stabil di angka 19 unit.

Digitalisasi yang masif di industri perbankan diprediksi akan terus mengurangi kebutuhan atas kantor fisik ke depan. Meski demikian, OJK menegaskan bahwa pengawasan ketat tetap dilakukan agar hak-hak tenaga kerja tetap terlindungi.

“Penguatan layanan digital di sektor perbankan adalah keniscayaan, namun seluruh proses penyesuaian harus tetap memperhatikan prinsip keadilan dan kepatuhan hukum,” tutup Dian.

Data Penutupan Kantor Cabang Bank Umum di Indonesia (OJK, Maret 2025):

  • Total Kantor Bank Umum:

    • Maret 2024: 24.243 unit

    • Maret 2025: 23.734 unit

    • Penurunan total: 509 unit

  • Himpunan Bank Milik Negara (Himbara):

    • Maret 2024: 12.391 kantor

    • Maret 2025: 12.116 kantor

    • Penurunan: 275 kantor

  • Bank Swasta Nasional:

    • Maret 2024: 7.789 kantor

    • Maret 2025: 7.602 kantor

    • Penurunan: 187 kantor

  • Bank Pembangunan Daerah (BPD):

    • Maret 2024: 4.044 kantor

    • Maret 2025: 3.997 kantor

    • Penurunan: 47 kantor

  • Bank Asing:

    • Tetap stabil di angka 19 kantor (tidak ada perubahan)

Tags: Otoritas Jasa Keuangan OJK PHK massal

Baca Juga

Donor Darah OJK Kolaborasi FKIJK Sulselbar Sukses Kumpul 140 Kantong
Donor Darah OJK Kolaborasi FKIJK Sulselbar Sukses Kumpul 140 Kantong
OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Dorong Likuiditas dan Kepercayaan Investor
OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Dorong Likuiditas dan Kepercayaan Investor
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Pengganti
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Pengganti
Pimpinan OJK Kompak Mengundurkan Diri, Ketua Dewan Komisioner hingga Wakil Ketua
Pimpinan OJK Kompak Mengundurkan Diri, Ketua Dewan Komisioner hingga Wakil Ketua
OJK Tegaskan Stabilitas Terjaga Meski Pimpinan Mundur di Tengah Gejolak IHSG
OJK Tegaskan Stabilitas Terjaga Meski Pimpinan Mundur di Tengah Gejolak IHSG
Petani dan Nelayan Takalar Dapat Edukasi Literasi Keuangan dari OJK
Petani dan Nelayan Takalar Dapat Edukasi Literasi Keuangan dari OJK

Populer

  • 1
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 2
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 3
    Birmingham City vs Leeds United: Duel Klub Milik Investor Amerika di FA Cup 2026, Sentuhan Tom Brady vs 49ers Enterprises
  • 4
    Oviedo Andalkan Kandang untuk Bertahan, Bilbao Uji Konsistensi di Tengah Tren Kebobolan
  • 5
    Udinese vs Sassuolo 1-2: Lauriente dan Pinamonti Bawa Sassuolo Comeback di Bluenergy Stadium

Ekonomi

  • Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
    Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
  • Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Peristiwa

  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID