LUMINASIA.ID, MAKASSAR – LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Pembiayaan di sektor pegadaian di Sulawesi Selatan mencatat lonjakan signifikan sebesar 29,55 persen secara tahunan (year on year) hingga April 2025.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochammad Muchlasin, mengungkapkan capaian ini dalam kegiatan Jurnalis Update di kantornya, Jumat (15/8/2025).
Muchlasin merinci, total pembiayaan pegadaian pada April 2024 berada di angka Rp6,54 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp7,48 triliun pada Desember 2024, dan kembali naik ke Rp8,47 triliun pada April 2025.
“Kenaikan ini mencerminkan kuatnya kebutuhan modal masyarakat, baik untuk konsumsi maupun produktif. Pegadaian menjadi alternatif pembiayaan yang cepat, aman, dan terjangkau,” jelas Muchlasin.
Ia menambahkan, pertumbuhan pembiayaan pegadaian berjalan seiring dengan tren positif di beberapa subsektor industri keuangan non-bank (IKNB) lainnya.
Pada sektor pembiayaan, total piutang tumbuh 1,37 persen menjadi Rp18,77 triliun per Juni 2025. Modal ventura naik 1,15 persen menjadi Rp373 miliar, sementara outstanding fintech peer to peer lending melonjak 37,46 persen menjadi Rp2,04 triliun.
Di sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), dana pensiun meningkat 5,80 persen menjadi Rp1,68 triliun, dan total penjaminan naik 26,36 persen menjadi Rp884 miliar. Namun, Muchlasin mencatat adanya penurunan pada total premi asuransi sebesar 8,76 persen dan klaim sebesar 16,99 persen.

