LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Selatan resmi melantik pengurus baru periode 2025–2028 yang dipimpin oleh Erika Tansil SH.
Pelantikan berlangsung di Aula Keuskupan Agung Makassar, dihadiri perwakilan pemerintah, tokoh agama, dan berbagai organisasi kepemudaan lintas iman.
Sejumlah organisasi hadir, antara lain GP Ansor Sulsel, Pemuda Muhammadiyah Sulsel, GAMKI, PERADAH Indonesia, GEMABUDHI, IPTI, PATAKIN, KNPI, Jaringan Ahmadiyah, PELITA Sulsel, GUSDURian, ISKA, FMKI, WKRI, PMKRI, Vox Point Indonesia, serta Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia.
Perwakilan Kapolda Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Kakanwil Kemenag Sulsel, Kapolrestabes Makassar, Wakil Bupati Toraja Utara, anggota DPRD Kota Makassar, Pemkot Makassar, dan Pemprov Sulsel juga hadir dalam acara ini.
Dalam sambutannya, Erika menegaskan komitmennya membawa Pemuda Katolik menjadi mitra strategis pemerintah, gereja, dan organisasi lintas iman.
“Saya ingin kader Pemuda Katolik hadir sebagai garam dan terang di tengah masyarakat. Kita akan berfokus pada kaderisasi, advokasi sosial, serta karya nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk kaum miskin, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya,” ungkap Erika.
Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menekankan pentingnya membangun persahabatan lintas agama yang sudah dipraktikkan di Sulawesi Selatan.
“Inilah persaudaraan yang nyata. Saya menitipkan pesan agar pengurus baru terus fokus pada program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Uskup Agung Makassar, Mgr. Fransiskus Nipa, juga menyampaikan apresiasinya kepada pengurus baru.
“Pemuda Katolik harus hadir sebagai perekat persaudaraan, bukan hanya di internal gereja, tetapi juga di tengah masyarakat. Saya berharap Komda Sulsel menjadi teladan dalam memperjuangkan toleransi dan kesatuan,” pesannya.
Kepala BPBD Sulsel, Dr. Amson Padolo, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi, menegaskan bahwa pemuda adalah energi perubahan bangsa.
“Hanya pemuda yang bisa menjadi pelopor dalam melawan intoleransi dan membangun pondasi bangsa yang kuat,” katanya.
Pelantikan ditutup dengan pesan kebersamaan.
Dari Sulawesi Selatan, Pemuda Katolik bertekad menjadi sahabat lintas iman, menjunjung tinggi toleransi, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dengan semangat Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air).

