LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bersama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (FK-IJK Sulselbar) menggelar kegiatan Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2025 (FinEXPO 2025) bertempat di Atrium Trans Studio Mall Makassar.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 Pelaku Usaha Jasa Keuangan. Selain itu, regulator sektor keuangan yaitu Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan, Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, serta Galeri Investasi juga turut berpartisipasi memeriahkan gelaran FinEXPO 2025.
Financial Expo (FIN) 2025 secara resmi dibuka Sabtu (4/10/2025).
Acara yang berlangsung hingga Minggu (5/10.2025) ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar secara nasional untuk meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Festival keuangan ini mengusung tema Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
Pembukaan Financial Expo 2025 ditandai dengan pemasukan koin raksasa ke dalam kotak khusus oleh Wali Kota Makassar Munafri, Ketua OJK Sulselbar Muchlasin, serta tamu undangan lainnya.
Hadir dalam acara pembukaan, Kepala Kantor Perwakilan LPS III Fuad Zaen, bersama perwakilan lembaga keuangan, pimpinan perbankan, serta berbagai instansi terkait.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan.
Ketua OJK Sulselbar, Muchlasin, menegaskan bahwa inklusi keuangan merupakan salah satu pintu masuk kesejahteraan masyarakat.
“Inklusi keuangan adalah salah satu pintu masuk kesejahteraan masyarakat. Kami melihat perekonomian Sulawesi Selatan akan tumbuh sejalan dengan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan bahwa konsentrasi perekonomian saat ini masih terpusat di Makassar. Meskipun indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat setiap tahun, masih terdapat kesenjangan terutama antara wilayah perkotaan dan daerah lainnya.
“Setiap tahun kami melakukan survei literasi keuangan, dan hasilnya memang menunjukkan peningkatan. Namun, masih ada kesenjangan inklusi, utamanya di wilayah perkotaan,” tambahnya.
Muchlasin juga menekankan bahwa kegiatan Financial Expo tidak hanya sekadar ajang sosialisasi, tetapi juga membuka akses nyata bagi masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan.
“Booth-booth ini tidak hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga memungkinkan masyarakat langsung membuka tabungan, membuat kartu kredit, mengakses pegadaian, dan memanfaatkan layanan sektor jasa keuangan sebagai katalisator ekonomi. Sangat disayangkan jika kesempatan ini dilewatkan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa inklusi keuangan bukan hanya soal angka statistik, melainkan gerakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami percaya inklusi keuangan bukan hanya angka, tetapi jalan menuju kesejahteraan. Mari jadikan inklusi keuangan sebagai gerakan bersama untuk menyejahterakan seluruh masyarakat,” tegas Muchlasin.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wali Kota Makassar, Munafri, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Financial Expo 2025. Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari risiko yang dapat muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap lembaga keuangan.
“Yang namanya institusi keuangan ini, kalau tidak dipahami dengan baik, bisa berdampak fatal bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh informasi langsung dari lembaga keuangan yang hadir.
“Saya sangat berharap kegiatan ini bisa direspons dengan baik oleh seluruh warga Kota Makassar. Silakan datang dan bertanya jika ada hal-hal yang belum dipahami. Di sinilah tempatnya untuk mengetahui lebih detail tentang lembaga keuangan, baik perbankan, asuransi, maupun pembiayaan,” jelasnya.
Munafri juga menegaskan pentingnya peran aktif lembaga keuangan dalam memberikan edukasi menyeluruh kepada masyarakat.
“Kami berharap para institusi keuangan dapat memberikan penjelasan sedetail mungkin mengenai layanan keuangan, sehingga masyarakat dapat memahaminya dengan baik dan memanfaatkannya secara optimal,” tutupnya.

