LUMINASIA.ID – Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2025 resmi dibuka di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Rabu (5/11/2025).
Pembukaan menandai dimulainya rangkaian pameran otomotif terbesar di kawasan Timur Indonesia.
Pameran yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) ini merupakan seri lanjutan dari GIIAS 2025 yang sebelumnya sukses digelar di BSD City, Surabaya, Semarang, dan Bandung.
Dalam sambutannya, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara GIIAS 2025, Anton Kumonti, menegaskan pentingnya Makassar sebagai wilayah strategis bagi pertumbuhan industri otomotif nasional.
“Sebagai pintu gerbang utama Indonesia bagian Timur, Makassar memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektor otomotif nasional. Provinsi Sulawesi Selatan menempati posisi keenam secara nasional dengan kontribusi sekitar 4,1% terhadap total penjualan otomotif nasional per Juli 2025. Ini menunjukkan potensi besar kawasan ini dalam pengembangan industri otomotif,” ujar Anton.
Anton menambahkan, kehadiran GIIAS Makassar menjadi wadah bagi masyarakat dan pelaku industri untuk mengenal lebih jauh perkembangan teknologi otomotif terkini, termasuk inovasi kendaraan listrik, sistem keselamatan mutakhir, dan solusi ramah lingkungan.
“Tahun ini lebih dari 60 kendaraan berpartisipasi di GIIAS Makassar 2025, mencakup 10 merek kendaraan penumpang, 7 merek sepeda motor, serta berbagai industri pendukung. Ini menjadi bukti semangat industri otomotif nasional yang terus beradaptasi dan tumbuh positif,” tambahnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang turut hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan GIIAS Makassar 2025.
Ia menegaskan bahwa Makassar memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri dan kegiatan pameran berskala nasional.
“Kami di Kota Makassar terus berharap agar event-event besar yang selama ini hanya digelar di Jakarta juga dapat dihadirkan di Kota Makassar,” kata Munafri.
Ia menekankan, dengan jumlah penduduk Kota Makassar mencapai 1,4 juta jiwa dan total sekitar 50 juta jiwa di kawasan Timur Indonesia, wilayah ini merupakan pasar potensial bagi industri otomotif nasional.
“Kota Makassar adalah pintu gerbang kawasan Indonesia Timur. Potensi pasar di wilayah ini sangat besar dan dapat terus tumbuh,” ujarnya.
Munafri juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Summarecon yang telah menghadirkan Convention Center berstandar nasional dan internasional di Makassar.
Menurutnya, fasilitas tersebut membuktikan kesiapan kota ini menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar.
Ia berharap agar industri otomotif di Makassar tidak hanya berkembang melalui penyelenggaraan pameran, tetapi juga melalui kegiatan turunan yang dapat menggerakkan ekosistem industri otomotif lokal.
“Pemerintah Kota Makassar memiliki komitmen kuat untuk memberikan dukungan kepada para pengusaha yang ingin berinvestasi dan menanamkan modalnya di Makassar. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Munafri optimistis GIIAS Makassar akan menjadi momentum penting untuk membangkitkan sektor otomotif di wilayah Timur Indonesia.
“Kami berharap kegiatan GIIAS yang diselenggarakan tahun ini dapat kembali digelar tahun depan dengan skala yang lebih besar dan meriah. Salah satu dukungan yang kami persiapkan adalah menghadirkan transportasi publik yang baik dan nyaman, agar masyarakat mudah datang ke lokasi acara,” tambahnya.
Kemenperin: GIIAS Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Literasi Kendaraan Rendah Emisi
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyambut baik terselenggaranya GIIAS Makassar 2025.
Ia menilai ajang ini bukan hanya menjadi pameran teknologi otomotif, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan edukasi yang luas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Banyak pelaku industri dari luar kota datang ke Makassar, sementara sektor logistik dan UMKM lokal juga ikut bergerak dan merasakan manfaatnya,” ujar Setia.
Setia berharap agar pelaku UMKM di Makassar dapat memanfaatkan momentum ini untuk berpartisipasi, mengingat GIIAS mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah yang dapat menjadi peluang bisnis baru bagi pengusaha lokal.
Dari sisi edukasi, Setia menekankan bahwa pameran otomotif ini berperan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap kendaraan rendah emisi.
“Di setiap booth peserta, hampir semua menampilkan kendaraan berteknologi emisi rendah. Masyarakat dapat berinteraksi langsung dan mendapatkan informasi tentang kontribusi kendaraan terhadap pengurangan emisi dan perkembangan teknologi yang digunakan oleh para produsen,” jelasnya.
Ia juga memaparkan capaian industri nasional yang menunjukkan kinerja positif.
Berdasarkan data Bank Dunia (2024), nilai Manufacturing Gross Expenditure (MGE) Indonesia mencapai 265 miliar rupiah, naik 4% dibanding tahun sebelumnya, dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia serta kelima di Asia.
Selain itu, sepanjang tahun 2025, ekspor produk manufaktur Indonesia mencapai 166 miliar USD, setara dengan 74,25% dari total ekspor nasional.
Pada triwulan kedua 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,26% (year on year), sementara industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,6%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Terkait dukungan pemerintah terhadap pengembangan teknologi, Setia menjelaskan bahwa Kemenperin terus mendorong pembangunan industri baterai kendaraan listrik nasional.
“Beberapa konsorsium pabrikan kini tengah membangun fasilitas di Karawang, dan sebagian lainnya masih dalam tahap penjajakan kerja sama. Kami perkirakan dalam dua tahun ke depan akan mulai terlihat hasil nyata dari proses ini, yang diharapkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” pungkasnya.
Hingga 9 NovemberGIIAS Makassar 2025 akan berlangsung hingga 9 November 2025, menampilkan berbagai kendaraan terbaru, inovasi teknologi ramah lingkungan, serta beragam aktivitas interaktif bagi pengunjung.
Kehadiran pameran ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi pertumbuhan industri otomotif di kawasan Timur Indonesia.
Untuk segmen sepeda motor, ada Benelli, Kuppuum, Royal Enfield, dan lainnya.
Sementara industri pendukung mencakup merek seperti DeWalt, GPS.id, Hunter, Swallow, dan banyak lagi.
GIIAS Makassar 2025 digelar di lokasi baru yang lebih luas, yakni Summarecon Mutiara Makassar Convention Center dengan total area mencapai 9.000 meter persegi.
Pameran akan berlangsung mulai pukul 11.00–21.00 WITA pada weekdays dan 10.00–21.00 WITA saat weekend.
Untuk tiket masuk, pengunjung dapat membelinya secara online melalui platform Auto360 dengan harga weekday Rp15.000 dan weekend Rp25.000.
Sementara untuk pembelian langsung di lokasi, harga tiket weekday Rp20.000 dan weekend Rp30.000.
Ada juga harga promo unruk pembelian Pre-Sale 15-19 Oktober 2025 Rp10.000 dapat dua tiket.
Selain pameran otomotif, GIIAS Makassar juga menghadirkan berbagai rangkaian acara pendukung, di antaranya GIIAS Live Music Performance yang digelar setiap malam pada 5–9 November 2025 pukul 20.00 WITA di pre-function area. Akan ada penampilan dari sejumlah band dan musisi lokal untuk menambah kemeriahan.
"Tidak hanya itu, akan ada GIIAS RC Drift yang menghadirkan 3 komunitas dengan total 150 anggota, menampilkan RC Showcase, RC Drift Race, Fun Games, dan RC Body Contest Challenge. Kegiatan ini berlangsung selama pameran dari 5–9 November 2025," jelas Abiyoso.
Komunitas otomotif juga mendapatkan ruang khusus lewat GIIAS Car Community Meet Up yang digelar setiap sore pukul 17.00–21.00 WITA sepanjang periode pameran.
GIIAS Makassar 2025 juga menyediakan area Test Drive & Test Ride dengan rute sejauh 1,5 km, melibatkan lebih dari 40 unit kendaraan dari 14 brand ternama. Pengunjung berkesempatan langsung merasakan performa kendaraan terbaru yang dipamerkan.
Dengan seluruh rangkaian acara tersebut, GIIAS Makassar 2025 diharapkan menjadi magnet baru bagi perkembangan industri otomotif di kawasan Indonesia Timur.
Kehadiran 25 brand besar, lokasi pameran yang lebih luas, serta ragam acara pendukung menjadikan GIIAS Makassar tahun ini sebagai pameran terbesar dan paling dinantikan sejak terakhir kali digelar enam tahun lalu.

