LUMINASIA.ID, NASIONAL - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Islam nasional. Ulama, akademisi, sekaligus pemikir Islam terkemuka, KH Amal Fathullah Zarkasyi, wafat pada Jumat, 3 Januari 2026. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RSUD Dr Moewardi, Jawa Tengah.
Dilansir Viva, jenazah almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi civitas pesantren dan perguruan tinggi Islam yang selama ini merasakan langsung kiprah keilmuannya.
KH Amal Fathullah Zarkasyi dikenal luas sebagai pakar akidah, filsafat Islam, dan ilmu Kalam. Lahir di Ponorogo pada 4 November 1949, ia merupakan putra dari KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri PMDG. Sejak usia muda, almarhum tumbuh dan ditempa dalam tradisi pendidikan pesantren modern Gontor yang menekankan integrasi ilmu agama dan umum.
Pendidikan tingginya dimulai di Institut Pendidikan Darussalam (IPD), yang kini berkembang menjadi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA). Gelar Sarjana Perbandingan Agama diraih dari IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 1978. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Kairo, Mesir, dengan tesis berbahasa Arab yang membahas arah pemikiran Salafi dalam Islam kontemporer di Indonesia.
Gelar doktor diperolehnya dari Universiti Malaya, Kuala Lumpur, pada 2006. Disertasi yang ditulisnya mengkaji konsep tauhid Ibn Taymiyyah serta pengaruhnya terhadap kurikulum pengajaran akidah di Gontor, sebuah karya yang mengukuhkan reputasinya sebagai ilmuwan pemikiran Islam berpengaruh di Indonesia.
Pengabdian KH Amal di Gontor dimulai sejak 1969 sebagai pengajar di Kulliyyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI). Karier akademiknya terus berkembang: dari Dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor (1988–2000), Pembantu Rektor ISID Gontor, hingga menjadi sosok kunci dalam transformasi ISID menjadi UNIDA Gontor.
Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kalam dan dipercaya menjadi Rektor pertama UNIDA Gontor hingga 2020. Di bawah kepemimpinannya, UNIDA tumbuh sebagai perguruan tinggi pesantren dengan visi keilmuan Islam yang integratif dan berdaya saing.
Setelah wafatnya Abdullah Syukri Zarkasyi pada 2020, Badan Wakaf PMDG menunjuk KH Amal Fathullah Zarkasyi sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Amanah tersebut dijalankannya dengan penuh dedikasi hingga akhir hayat.
Kepergian KH Amal Fathullah Zarkasyi menandai kehilangan besar bagi dunia pesantren dan pendidikan Islam Indonesia. Warisan keilmuan, pemikiran, serta keteladanannya diyakini akan terus hidup dan menjadi rujukan generasi mendatang.

