LUMINASIA.ID, BOLA - Mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti, melontarkan kritik keras terhadap keputusan dan cara kepergian Simone Inzaghi dari klub berjuluk Nerazzurri tersebut.
Dilansir Yahoo, dalam wawancara bersama Radio Kiss Kiss yang dikutip FCInterNews, Moratti menilai Inzaghi meninggalkan Inter dengan cara yang tidak pantas, hanya sebulan setelah kekalahan telak di final Liga Champions di Munich.
Selama empat tahun melatih Inter, Inzaghi sebenarnya mencatatkan prestasi mentereng. Ia mempersembahkan enam gelar utama, termasuk Scudetto ke-20 Inter pada 2024, serta membawa klub ke dua final Liga Champions dalam tiga musim. Namun, Inter gagal mengangkat trofi setelah kalah dari Manchester City dan Paris Saint-Germain. Hingga kini, Jose Mourinho masih menjadi pelatih terakhir Inter yang menjuarai Liga Champions pada 2010.
Keputusan Inzaghi untuk meninggalkan Inter dan menerima tawaran melatih Al-Hilal dinilai Moratti sebagai langkah yang lebih mementingkan faktor finansial ketimbang warisan sejarah di San Siro.
“Ketika Simone Inzaghi pergi, menurut saya, dia pergi dengan cara yang buruk. Saya tidak menyukai bagaimana semua itu terjadi,” ujar Moratti.
“Dia mencoba meniru José Mourinho, tetapi itu adalah tiruan yang buruk, karena Mourinho memenangkan Treble.”
Setelah kepergian Inzaghi, Inter menunjuk Cristian Chivu sebagai pelatih anyar. Moratti mengaku sempat memiliki pilihan lain, namun tetap memuji langkah klub.
“Saya sendiri akan mempercayakan Inter kepada Antonio Conte,” katanya merujuk pada Antonio Conte.
“Meski begitu, pilihan menunjuk Cristian Chivu adalah keputusan yang cerdas dan berani, karena dia pelatih yang sangat bagus dan mampu menemukan keseimbangan yang tepat.”
Tak hanya membahas pelatih, Moratti juga menyinggung pemain yang menarik perhatiannya. Ia memuji kualitas Luka Modric serta talenta muda Nico Paz.
“Sungguh menyenangkan melihat bagaimana Luka Modric bergerak di lapangan,” ujar Moratti.
“Di antara para pemain muda, saya sangat mengagumi Nico Paz dari Como. Dia memiliki kualitas yang luar biasa.”
Dengan performa Inter yang dinilai cukup menjanjikan pada paruh pertama musim ini, kepergian Inzaghi bahkan mulai dianggap sebagian pihak sebagai berkah terselubung bagi Nerazzurri.

