LUMINASIA.ID, BOLA - Borneo FC harus bekerja ekstra keras saat menjamu Persita Tangerang pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Meski tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang, Pesut Etam justru tertinggal 0-1 dari Persita hingga akhir babak pertama akibat buruknya penyelesaian akhir dan solidnya lini belakang tim tamu.
Dilansir Detik, sejak menit awal, Persita Tangerang tampil disiplin dengan tekanan tinggi yang memaksa Borneo FC keluar dari zona nyaman. Keunggulan Persita tercipta cepat, namun setelah itu laga berjalan lebih seimbang dengan intensitas tinggi di lini tengah.
Borneo FC mulai menemukan ritme permainan setelah kebobolan. Peluang emas datang melalui Maicon dan Juan Vila, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Di sisi lain, penampilan gemilang kiper Persita Igor Rodrigues menjadi pembeda pada babak pertama. Ia beberapa kali menggagalkan tembakan berbahaya, termasuk sepakan jarak jauh dan situasi satu lawan satu yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.
Borneo FC juga terlihat kesulitan mengantisipasi serangan balik cepat Persita yang dimotori Eber Bessa dan Hokky Caraka. Bahkan, Persita nyaris menggandakan keunggulan andai dua peluang mereka tidak membentur mistar gawang.
Sementara itu, Borneo FC masih menunjukkan ketergantungan pada kreativitas Stefano Lilipaly dalam membongkar pertahanan lawan. Namun rapatnya barisan belakang Persita membuat alur serangan tuan rumah kerap terputus di area sepertiga akhir.
Hingga turun minum, statistik peluang memperlihatkan Borneo FC tidak kalah agresif. Namun efektivitas menjadi pembeda utama, dengan Persita lebih klinis dan disiplin dalam menjaga keunggulan tipis mereka.
Babak kedua diprediksi akan berjalan lebih terbuka. Borneo FC dituntut meningkatkan ketenangan di depan gawang jika ingin menghindari kehilangan poin di kandang, sementara Persita berpeluang mencuri hasil maksimal apabila mampu mempertahankan organisasi permainan dan memaksimalkan serangan balik.

