LUMINASIA.ID, BOLA - Cedera yang dialami Conor Bradley menjadi salah satu cerita utama dari laga Arsenal kontra Liverpool di Emirates Stadium. Bek kanan Liverpool itu harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah mengalami masalah serius pada lututnya di menit-menit akhir pertandingan.
Dilansir express.co.uk, Bradley terlihat meringis kesakitan saat terjatuh di lapangan dan langsung mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. Situasi tersebut memaksa pertandingan terhenti cukup lama sebelum akhirnya sang pemain ditandu keluar meninggalkan lapangan.
Usai pertandingan, kondisi Bradley semakin menimbulkan kekhawatiran. Ia terlihat meninggalkan stadion dengan menggunakan kruk, sementara lututnya dibalut dan dipasangi penyangga, indikasi awal cedera yang berpotensi cukup serius bagi Liverpool.
Insiden cedera ini juga diwarnai kontroversi setelah pemain pengganti Arsenal, Gabriel Martinelli, melempar bola ke arah Bradley yang masih tergeletak di lapangan. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak dan menjadi bahan perbincangan luas di media sosial.
Manajer Liverpool, Arne Slot, mengaku cemas dengan kondisi anak asuhnya. Ia menyebut timnya berharap hasil terbaik dari pemeriksaan medis, meski tak menutupi kekhawatiran akan kemungkinan cedera jangka panjang.
Komentar pedas juga datang dari pundit Sky Sports, Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang tidak mencerminkan sportivitas, terutama karena Bradley jelas berada dalam kondisi kesakitan.
Bagi Liverpool, cedera Bradley berpotensi menjadi masalah baru di tengah padatnya jadwal kompetisi. Bek muda tersebut belakangan tampil konsisten dan menjadi opsi penting di sektor kanan pertahanan The Reds.
Staf medis klub kini akan melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pemindaian pada lutut Bradley, untuk menentukan tingkat keparahan cedera serta estimasi waktu pemulihan. Hasil ini akan sangat menentukan langkah Liverpool dalam beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, laga di Emirates tak hanya menyisakan catatan taktis dan hasil pertandingan, tetapi juga diskusi soal fair play dan perlindungan pemain. Insiden yang melibatkan Bradley menjadi pengingat bahwa tensi tinggi di lapangan tetap harus dibarengi sikap saling menghormati antar pemain.

