Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Langganan Banjir Tiap Musim Hujan, Wali Kota Makassar Tinjau Sungai Biring Je’ne untuk Solusi Permanen

Minggu, 11 Januari 2026 00:01
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
banjir di Kelurahan Katimbang, Perumahan Kodam III, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu sore (10/1/2026).


LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya mencari solusi permanen atas persoalan banjir yang kerap melanda wilayah timur kota melalui peninjauan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kelurahan Katimbang, Perumahan Kodam III, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu sore (10/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala Pelaksana BPBD Makassar M. Fadli Tahar, Camat Biringkanaya Juliaman, serta lurah setempat dengan menyusuri sejumlah titik genangan sambil mendengarkan keluhan warga.

Munafri Arifuddin mengatakan peninjauan lapangan menjadi langkah awal Pemerintah Kota Makassar dalam merumuskan penanganan banjir yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

Ia menegaskan kehadiran pemerintah di lokasi bertujuan memberikan rasa aman sekaligus memastikan persoalan banjir ditangani secara serius dan terukur. “Saya datang ke sini untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mencari solusi bagi masyarakat, apalagi wilayah ini hampir setiap tahun menjadi langganan banjir,” ujarnya.

Wilayah timur Kota Makassar, khususnya Perumahan Kodam III hingga kawasan Jalan Paccerakkang, selama ini dikenal kerap terdampak banjir setiap musim hujan akibat air kiriman yang meluap.

Genangan air yang menutup badan jalan menyebabkan aktivitas warga terganggu dan tidak sedikit pengendara roda dua mengalami mogok saat melintasi kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan keterangan warga, Munafri menjelaskan banjir dipicu oleh luapan air kiriman dari Sungai Biring Je’ne akibat tingginya intensitas hujan.

Kondisi tersebut diperparah oleh terganggunya alur aliran air sehingga genangan sulit surut dari kawasan permukiman. “Kalau kita melihat dan mendengarkan keterangan di lapangan, ini akibat air kiriman dari Sungai Biring Je’ne yang meluap dan alur airnya tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan persoalan tersebut menjadi perhatian seluruh perangkat daerah terkait untuk membenahi jalur aliran air dan mengidentifikasi titik-titik sumbatan.

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, akan melakukan identifikasi menyeluruh mulai dari hulu hingga titik pembuangan akhir guna mengetahui penyempitan alur, sumbatan, serta perubahan fungsi lahan yang memengaruhi sistem resapan air.

“Ada beberapa titik yang harus kita telusuri, mulai dari ujung aliran hingga ke mana pembuangannya, karena biasanya terjadi penyempitan atau perubahan kawasan resapan akibat pembangunan,” paparnya.

Salah satu opsi yang akan dikaji adalah penataan ulang atau pembukaan jalur aliran air baru agar genangan tidak lagi terfokus di kawasan permukiman warga.

Munafri menambahkan Sungai Biring Je’ne berada di wilayah perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Maros sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah dan lintas sektor.

“Mudah-mudahan dari peninjauan ini kita bisa menemukan jalan keluar agar banjir yang setiap tahun terjadi di kawasan ini bisa diatasi,” tambahnya.

Ia menekankan Sungai Biring Je’ne merupakan sungai strategis yang menyimpan potensi risiko bencana jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, Munafri meminta kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah serta sinergi dengan pemerintah daerah terkait guna menghadirkan solusi jangka pendek dan jangka panjang. “Harapan kita persoalan ini benar-benar bisa tertangani karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus memperkuat langkah mitigasi banjir di wilayah rawan melalui pemasangan Early Warning System (EWS) di sepanjang Sungai Biring Je’ne.

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan EWS berfungsi memantau ketinggian dan debit air sungai secara real time sehingga peringatan dapat disampaikan lebih cepat kepada petugas dan masyarakat.

“EWS ini penting agar kita bisa membaca kondisi sungai lebih dini dan memberi waktu bagi masyarakat untuk bersiap,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam di titik-titik rawan banjir untuk memantau debit air dan membantu warga apabila terjadi kondisi darurat.

BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Biring Je’ne untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta segera melaporkan kondisi darurat di lingkungannya. (*)

Tags: Munafri Arifuddin Banjir Pemkot Makassar

Baca Juga

Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
UIM Siapkan Bibit Jamur Tiram Putih untuk Urban Farming Makassar, Budidaya Bisa Berbasis RT dan RW
UIM Siapkan Bibit Jamur Tiram Putih untuk Urban Farming Makassar, Budidaya Bisa Berbasis RT dan RW
Unhas Siapkan 50 Titik di Makassar, Sampah Organik Diolah Jadi Maggot untuk Pakan Ayam Alope
Unhas Siapkan 50 Titik di Makassar, Sampah Organik Diolah Jadi Maggot untuk Pakan Ayam Alope
DPRD Makassar Dorong Taman Kota Lebih Terawat, Usul UPTD Khusus
DPRD Makassar Dorong Taman Kota Lebih Terawat, Usul UPTD Khusus
Pemkot Makassar Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat
Pemkot Makassar Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat

Populer

  • 1
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • 2
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 3
    Dari Keluhan Konsumen, Mekanik AHASS Terus Asah Kemampuan
  • 4
    PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
  • 5
    Deru Mesin Poliwako Bangun Talenta Muda di Tengah Gerak Hilirisasi

Ekonomi

  • PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
    PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
  • Pertamina Bekali 95 Pelaku UMK di Sulawesi Strategi Konten dan Storytelling
    Pertamina Bekali 95 Pelaku UMK di Sulawesi Strategi Konten dan Storytelling
  • Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
    Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor

Peristiwa

  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID