LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Bill Gates mengawali 2026 dengan nada yang lebih serius dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam surat tahunannya yang dipublikasikan di situs Gates Notes pada Jumat (9/1), pendiri Microsoft itu mengakui optimismenya kini “tidak lagi tanpa catatan kaki.” Ia menulis, “Akhir-akhir ini, optimisme saya datang dengan catatan kaki,” sebuah pengakuan jujur yang menandai kekhawatirannya terhadap kondisi dunia yang memburuk, khususnya pada sektor kesehatan anak.
Dilansir Observer, perhatian terbesar Gates tertuju pada pembalikan tren global kematian anak. Setelah 25 tahun terakhir angka kematian anak dunia turun lebih dari separuh dari sekitar 10 juta, data 2025 justru menunjukkan kenaikan menjadi 4,8 juta dari 4,6 juta pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi yang pertama di abad ini. Gates menyebut situasi tersebut sebagai “hal yang paling membuat saya marah,” seraya menegaskan bahwa isu ini telah menjadi fokus utama dalam Laporan Goalkeepers yayasan yang dirilis Desember lalu.
Laporan tersebut mengaitkan lonjakan kematian anak dengan pemangkasan bantuan dari negara-negara kaya, termasuk Amerika Serikat. Gates memperingatkan, jika pendanaan kesehatan global terus turun sekitar 20 persen, maka “tambahan 12 juta anak bisa meninggal pada 2045.” Pernyataan ini menjadi dasar kuat bagi langkah advokasi Gates sepanjang 2026 untuk memulihkan anggaran bantuan internasional.
Meski mengakui pemulihan anggaran “tidak akan terjadi dalam semalam,” Gates menekankan bahwa peningkatan dana adalah “kritis” dan ia akan menghabiskan banyak waktu bertemu tenaga kesehatan, pemuka agama, serta pemimpin komunitas guna mendorong dukungan global. Upaya ini menunjukkan pergeseran strategi filantropinya dari sekadar pendanaan proyek menjadi advokasi kebijakan lintas negara.
Di sisi lain, Gates juga memposisikan kecerdasan buatan (A.I.) sebagai alat penting untuk mengurangi ketimpangan. Dalam isu perubahan iklim, ia menilai A.I. dapat membantu petani miskin dengan saran terbaik soal cuaca, harga, penyakit tanaman, dan kesehatan tanah. Gates Foundation telah mengalokasikan dana sebesar US$1,4 miliar untuk pengembangan ini. Ia mengatakan, teknologi juga dapat mempercepat inovasi kesehatan dan mempersonalisasi pendidikan. “Tahun ini saya akan menghabiskan banyak waktu bertemu para pionir di seluruh dunia untuk melihat negara mana yang melakukan pekerjaan terbaik agar kita bisa menyebarkan praktik terbaik,” tulisnya.
Namun, Gates tidak menutup mata terhadap risiko besar A.I. Ia mengingatkan potensi penyalahgunaan oleh pihak jahat, bahkan menyebut ancaman bioterorisme berbasis A.I. lebih berbahaya daripada pandemi berikutnya. Kekhawatiran ini ia sampaikan dengan jelas: ia menilai penggunaan A.I. oleh kelompok non-pemerintah untuk merancang senjata bioteror sebagai “risiko yang lebih besar saat ini dibanding pandemi lain.”
Dampak A.I. terhadap tenaga kerja juga menjadi sorotan. Gates memperingatkan gangguan pekerjaan di bidang pengembangan perangkat lunak, pergudangan, dan layanan berbasis telepon. Ia menekankan bahwa pemerintah harus bersiap dengan kebijakan distribusi kekayaan dan redefinisi peran kerja di masyarakat. Menurutnya, dalam lima tahun ke depan dampak ini akan semakin terasa.
Meski nada suratnya lebih waspada, Gates menutup dengan harapan yang terukur. Ia menulis, “Seberat apa pun tahun lalu, saya tidak percaya kita akan kembali ke Zaman Kegelapan.” Bahkan, ia optimistis, “Dalam satu dekade ke depan, kita tidak hanya akan membawa dunia kembali ke jalurnya, tetapi memasuki era kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Dengan peringatan keras soal kematian anak, advokasi pemulihan bantuan global, dan pemanfaatan A.I. yang bertanggung jawab, arah filantropi Bill Gates pada 2026 tampak semakin fokus pada dampak sistemik—bukan sekadar proyek, melainkan perubahan kebijakan dan tata kelola global.

