LUMINASIA.ID, TEKNOLOGI - Kebingungan melanda sebagian pengguna Instagram setelah menerima email reset password yang tidak mereka minta dalam beberapa hari terakhir. Meski Meta Platforms memastikan tidak ada kebocoran data, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penipuan siber dan phishing yang kerap memanfaatkan momen serupa.
Dilansir Yahoo News, dalam pernyataan resmi di platform X pada Sabtu (10/1/2026), Instagram menjelaskan bahwa pihaknya telah memperbaiki gangguan teknis yang memungkinkan pihak luar memicu pengiriman email reset password ke sejumlah akun. Meta menegaskan, tidak terjadi peretasan sistem dan keamanan akun pengguna tetap terjaga. “Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak eksternal meminta email reset password untuk sebagian pengguna. Tidak ada pelanggaran sistem kami dan akun Instagram Anda tetap aman. Anda bisa mengabaikan email tersebut—maaf atas kebingungan yang terjadi,” tulis Instagram.
Sejumlah pengguna sebelumnya melaporkan menerima pesan bertajuk permintaan pengaturan ulang kata sandi pada Jumat (9/1). Dalam salah satu email yang beredar, pengguna diberi tahu bahwa ada permintaan reset password untuk akun mereka. Pesan itu juga menegaskan bahwa jika email diabaikan, kata sandi tidak akan berubah, serta mengarahkan pengguna untuk melapor jika tidak merasa mengajukan permintaan tersebut. Kalimat ini diterjemahkan Instagram sebagai penegasan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa persetujuan pemilik akun.
Pakar keamanan digital mengingatkan, situasi seperti ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan phishing dengan meniru tampilan email resmi. Karena itu, pengguna disarankan memeriksa alamat pengirim, tidak mengklik tautan mencurigakan, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk lapisan perlindungan tambahan.
Di tengah klarifikasi tersebut, Instagram juga tengah memperluas fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan pengalaman pengguna. Salah satunya adalah fitur Your Algorithm yang merangkum minat pengguna berdasarkan aktivitas dan memungkinkan penghapusan minat jika tidak relevan. Meski demikian, Meta menekankan bahwa inovasi ini berjalan paralel dengan komitmen menjaga keamanan dan privasi pengguna.
Dengan lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia, Instagram mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Jika menerima email reset password tanpa permintaan, pengguna cukup mengabaikannya dan melaporkan melalui kanal resmi. Meta menegaskan kembali bahwa sistem telah diperbaiki dan tidak ada dampak keamanan lanjutan dari insiden tersebut.

