LUMINASIA.ID, MAROS – Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, mulai menunjukkan perkembangan. Memasuki hari evakuasi, tim SAR gabungan mulai menggeser jenazah pertama melalui jalur Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Selasa, 20 Januari 2026.
Kepala Desa Rompegading, Muhammad Arfah, mengatakan pergerakan tim evakuasi dari Titik Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan sejak pagi hari. Namun, beratnya medan membuat proses pemindahan jenazah membutuhkan waktu cukup lama.
“Evakuasi sudah dimulai sejak pagi. Estimasi kami, dibutuhkan sekitar dua jam untuk membawa jenazah dari lokasi jatuh pesawat hingga ke titik penjemputan di Kampung Baru,” ujar Muhammad Arfah kepada awak media.
Ia menjelaskan, proses evakuasi tidak berjalan mudah karena lokasi jatuhnya pesawat berada di area yang tidak memiliki akses jalan permanen maupun jalur setapak warga.
Kondisi tersebut memaksa tim gabungan mengevakuasi korban secara manual dengan cara ditandu menyusuri hutan lebat dan tebing curam di kawasan Bulusaraung.
“Medannya sangat sulit dan tidak ada akses jalan warga. Jenazah harus ditandu secara manual sampai ke titik yang bisa dijangkau kendaraan,” jelasnya.
Kampung Baru dipilih sebagai titik pertemuan atau titik jemput karena menjadi lokasi terdekat yang masih memungkinkan diakses kendaraan, meski jalur menuju lokasi tersebut juga tergolong berat.
“Kampung Baru berjarak sekitar tujuh kilometer dari Kantor Camat dan kurang lebih lima kilometer dari pusat kota kecamatan. Kondisi jalannya masih tanah dan cukup sulit dilalui kendaraan biasa,” tambah Arfah.
Setelah tiba di Kampung Baru, jenazah rencananya akan langsung dievakuasi menggunakan ambulans atau kendaraan operasional menuju RSUD terdekat atau ke Makassar untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Dalam operasi kemanusiaan ini, sejumlah unsur dikerahkan secara masif, mulai dari tim SAR, personel Batalyon Infanteri Para Raider 433/Julu Siri, hingga anggota Koramil setempat yang bahu-membahu menembus rimbunnya hutan Bulusaraung.
Sejumlah kendaraan taktis dan unit ambulans juga telah disiagakan di Kantor Camat Cenrana sebagai pusat komando operasional guna mendukung kelancaran proses evakuasi.

