LUMINASIA.ID, EKONOMI - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau bergerak stabil pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026. Hingga pukul 10.27 WIB, saham BBCA diperdagangkan di level Rp7.700 per saham, tidak berubah atau stagnan dibandingkan penutupan sebelumnya di level yang sama.
Pada perdagangan hari ini, BBCA dibuka di harga Rp7.700, dengan pergerakan intraday menyentuh level tertinggi Rp7.775 dan terendah Rp7.600. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya volatilitas terbatas, namun masih mencerminkan minat beli yang cukup terjaga di area support.
Secara fundamental, BBCA masih menjadi salah satu saham perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Saat ini, kapitalisasi pasar BBCA mencapai sekitar Rp939,73 triliun, menegaskan posisinya sebagai saham blue chip favorit investor institusi maupun ritel.
Dari sisi valuasi, saham BBCA diperdagangkan dengan price to earnings ratio (P/E) sebesar 16,60 kali, yang relatif moderat untuk sektor perbankan besar. Selain itu, BBCA juga menawarkan dividend yield sekitar 3,96 persen, dengan nilai dividen kuartalan tercatat sebesar Rp76,23 per saham, menjadikannya menarik bagi investor berorientasi pendapatan.
Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham BBCA bergerak di kisaran Rp7.225 hingga Rp9.800 per saham. Level harga saat ini masih berada di bagian bawah rentang tahunan tersebut, sehingga membuka peluang akumulasi bagi investor jangka menengah hingga panjang yang percaya pada kinerja fundamental perseroan.
Dari sisi kinerja keuangan, BBCA mencatatkan pendapatan kuartal III 2025 sebesar Rp27,65 triliun, tumbuh 2,78 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan bisnis BCA di tengah dinamika ekonomi dan ketatnya persaingan sektor perbankan nasional.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati strategi BBCA dalam menjaga pertumbuhan kredit, kualitas aset, serta konsistensi pembagian dividen. Dengan fundamental yang solid dan manajemen risiko yang kuat, saham BBCA masih dipandang sebagai salah satu pilihan utama di sektor perbankan Indonesia.

