LUMINASIA.ID, Makassar — Kalla Group bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla menggelar Silaturahmi Ramadan bersama jurnalis dan mitra di Lobby Wisma Kalla, Makassar, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum pemaparan capaian penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) 2025 serta arah program 2026.
Sebelum acara dimulai, Direktur Eksekutif LAZ Hadji Kalla, Mohammad Zuhair, menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya menguatkan lima bidang program utama, yakni Islamic Care, Educare, Humanity and Environment, Community and Development, serta Economic Care.
Ia menjelaskan bahwa fokus jangka panjang lembaga adalah menyasar kelompok asnaf fakir dan miskin sebagai penerima manfaat (mustahik) utama dan terbesar dalam penyaluran ZIS pada 2025, 2026, dan seterusnya, sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya di Pulau Sulawesi.
“Sebagai konsekuensinya, jumlah penerima bantuan mungkin terlihat stagnan. Namun kami berharap peluang mustahik untuk benar-benar terentaskan dari kondisi fakir atau miskin semakin besar,” ujarnya.
Zuhair menambahkan, LAZ Hadji Kalla terus meningkatkan nilai penyaluran ZIS dalam bentuk program pemberdayaan agar manfaatnya lebih berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa penyaluran tetap dilakukan kepada kelompok asnaf lainnya seperti muallaf, fi sabilillah, dan gharimin, dengan bentuk bantuan yang disesuaikan kebutuhan, mulai dari penguatan pengetahuan dan keterampilan hingga bantuan barang maupun modal usaha.
Sebagai lembaga yang menghimpun ZIS dari perusahaan-perusahaan di bawah naungan Kalla Group, LAZ Hadji Kalla memegang prinsip bahwa zakat yang dikumpulkan di suatu wilayah seharusnya disalurkan kembali di wilayah tersebut.
Karena itu, mayoritas penyaluran berada di Pulau Sulawesi sebagai wilayah kerja terbesar perusahaan-perusahaan Kalla.
Dalam sesi utama acara, Corporate Communication & Sustainability Department Head Kalla, Nadya Tyagita, menyampaikan bahwa kegiatan tahunan ini menjadi bentuk transparansi sekaligus penguatan kolaborasi dengan media dan mitra.
“Hari ini merupakan agenda tahunan kami di holding dan setiap tahun kami selalu berkolaborasi dengan teman-teman LSM untuk memberikan informasi terkait program-program yang telah dan akan dijalankan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh target program tahun berjalan dapat direalisasikan dengan baik.
“Semoga tahun ini apa yang kita harapkan dan targetkan bisa tercapai. Program-program yang telah dipaparkan dalam manajemen akan dilaksanakan dengan baik,” kata Nadya.
Sementara itu, Kepala Divisi Keuangan Yayasan Hadji Kalla, Khaerunnisa, memaparkan capaian penghimpunan dan penyaluran ZIS tahun 2025.
“Jika dilihat dari laporan 2025, total penghimpunan kami mencapai Rp46.492.829.050,” ujarnya.
Angka tersebut terdiri atas penghimpunan zakat sebesar Rp26.583.904.241 dan infak Rp19.908.924.809.
Dengan saldo awal tahun 2025 sebesar Rp14.589.539.319, total dana yang dikelola sepanjang tahun mencapai lebih dari Rp60 miliar.
“Penyaluran kami terealisasi sebesar Rp53.957.937.060, dengan rincian zakat Rp30.326.288.141 dan infak Rp23.631.648.919. Saldo akhir tahun tercatat Rp7.124.431.309,” jelasnya.
Penyaluran tersebut difokuskan pada sejumlah pilar program.
Pada sektor Islamic Care, realisasi anggaran mencapai Rp13.451.094.910 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 120.171 orang serta menjangkau 90 masjid dan 30 pesantren.
Sebanyak 85.600 dhuafa terbantu kebutuhan Lebarannya, 32.500 orang menerima hidangan berbuka puasa, dan 1.838 orang mengalami peningkatan pemahaman agama.
Selain itu, 90 masjid memperoleh bantuan soundsystem, 30 pesantren menerima perangkat pendukung, serta 181 pengurus masjid mengalami peningkatan kapasitas.
Program Manager Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Salman Febriansyah, menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperluas dampak layanan keumatan.
“Kami memastikan program seperti Berbagi Iftar dan Idul Fitri Bahagia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi tepat sasaran dan menjangkau masjid, komunitas dhuafa, panti asuhan, hingga pondok tahfidz di berbagai wilayah. Sementara Tebar Dai kami hadirkan untuk memperkuat literasi keislaman dan pendampingan masyarakat selama Ramadan,” jelasnya.
Hadir jugamemaparkan program Program Manager Humanity and Environment Sapril Akhmady, PM Islamic Care Salman Febriansyah, PM Economic Andi Rifki, PM Community and Environment Erny Rachmi Nurdin, Program Officer Educare Ria Supraptman,
Untuk 2026, LAZ Hadji Kalla atara lain telah menyusun peta manfaat dengan target 2.100 penerima manfaat di empat provinsi.
Program Humanity and Environment akan fokus pada penanggulangan dan mitigasi bencana, layanan sirkumsisi sehat bagi anak dhuafa, komunitas aktif jantung sehat, rumah sehat cegah stunting, kampung hijau energi, serta aksi hijau tangguh iklim melalui pusat edukasi mangrove lestari.
Bidang Educare mencakup Beasiswa Kalla, Beasiswa Keluarga Kalla, Keluarga Tangguh dan Akreditasi Mandiri, serta dukungan pendidikan Sekolah Islam Athirah Bone.
Sementara Community and Development berfokus pada penguatan komunitas melalui program DBS.
Pada bidang Economic Care, program yang dijalankan meliputi Pesantren Berdaya dan Mandiri, kesiapan magang ke luar negeri, serta Kalla Preneur untuk mendorong lahirnya wirausaha tangguh dan berkelanjutan.
Program-program tersebut menyasar wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, hingga Jakarta dan sekitarnya untuk program Berbagi Iftar dan Idul Fitri Bahagia.
Melalui silaturahmi Ramadan ini, LAZ Hadji Kalla menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas manfaat bagi masyarakat.

