Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

Puasa Syawal dan Qadha Ramadan: Bolehkah Digabung dan Mana yang Didahulukan?

Selasa, 24 Maret 2026 11:42
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
ilustrasi buka puasa

 

LUMINASIA.ID – Memasuki bulan Syawal, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah selama enam hari yang memiliki keutamaan besar. Dalam sejumlah hadis, puasa enam hari di bulan Syawal disebut setara dengan pahala berpuasa selama satu tahun.

Namun di tengah masyarakat, muncul pertanyaan yang kerap menjadi perbincangan: apakah puasa sunnah Syawal bisa digabung dengan qadha Ramadan dalam satu niat?

Dalam ajaran Islam, umat Muslim yang tidak menjalankan puasa Ramadan secara penuh karena alasan syar’i seperti sakit, perjalanan, atau haid, diwajibkan mengganti (qadha) puasa tersebut di hari lain.

Mengutip penjelasan ulama dalam kitab Mughnil Muhtaj karya Al-Khatib As-Syarbini, seseorang yang melaksanakan qadha puasa di bulan Syawal tetap mendapatkan pahala ibadah puasa. Namun, ia tidak memperoleh keutamaan khusus sebagaimana pahala puasa enam hari di bulan Syawal.

“Orang yang mengqadha puasa di bulan Syawal tidak mendapatkan keutamaan sebagaimana yang dimaksud dalam hadis,” demikian penjelasan yang dikutip dari sumber keagamaan.

Sejumlah ulama juga memiliki pandangan berbeda. Ada yang berpendapat bahwa menggabungkan puasa qadha dan puasa sunnah Syawal tetap sah dilakukan, meskipun pahala yang diperoleh tidak sepenuhnya sama dengan menjalankan puasa Syawal secara terpisah.

Dengan demikian, praktik menggabungkan puasa tetap diperbolehkan menurut sebagian pendapat, namun terdapat perbedaan pandangan terkait keutamaannya.

Qadha atau Puasa Syawal Dulu? Ini yang Dianjurkan Ulama

Terlepas dari perbedaan pendapat soal penggabungan niat, ulama secara umum menegaskan bahwa qadha puasa Ramadan sebaiknya didahulukan dibanding puasa sunnah Syawal.

Hal ini karena qadha merupakan kewajiban (fardhu), sedangkan puasa Syawal bersifat sunnah. Dalam kaidah ibadah, kewajiban harus diprioritaskan sebelum amalan sunnah.

Selain itu, dijelaskan bahwa seseorang yang langsung menjalankan puasa Syawal tanpa menyelesaikan qadha tidak akan mendapatkan keutamaan penuh sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Hukum pelaksanaan puasa sunnah Syawal juga dapat berbeda tergantung kondisi. Bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadan tanpa alasan yang dibenarkan, maka tidak diperbolehkan menjalankan puasa sunnah sebelum mengganti utangnya.

Sementara bagi yang memiliki uzur syar’i, seperti sakit atau perjalanan, pelaksanaan puasa sunnah Syawal sebelum qadha dinilai makruh, meskipun tetap sah.

Ada pula pandangan yang memberikan kelonggaran. Jika seseorang belum sempat melaksanakan puasa sunnah Syawal karena harus mengqadha Ramadan, maka puasa sunnah tersebut dapat dilakukan di bulan berikutnya, seperti Dzulqa’dah.

Meski terdapat perbedaan pendapat, para ulama sepakat bahwa langkah terbaik adalah mendahulukan kewajiban qadha puasa Ramadan. Setelah itu, barulah melaksanakan puasa sunnah Syawal agar memperoleh keutamaan secara sempurna.

Dengan pemahaman ini, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah secara tepat dengan mengutamakan kewajiban sebelum amalan sunnah. (*)

Tags: Puasa qadha puasa syawal Puasa Ramadhan

Baca Juga

Sound from NIPAH, Ngabuburit Sambil Menikmati Sunset Makassar di NIPAH PARK
Sound from NIPAH, Ngabuburit Sambil Menikmati Sunset Makassar di NIPAH PARK
9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Ini Penjelasan Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Ini Penjelasan Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
Doa Buka Puasa Ramadhan 1447 H: Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Hadits
Doa Buka Puasa Ramadhan 1447 H: Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Hadits
Ini Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Puasa Ramadhan, Wajibkah?
Ini Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Puasa Ramadhan, Wajibkah?
Perbedaan Mazhab soal Niat Puasa Ramadhan, Harian atau Sekali untuk Sebulan?
Perbedaan Mazhab soal Niat Puasa Ramadhan, Harian atau Sekali untuk Sebulan?
BMKG Rilis Hasil Hisab Awal Ramadan 2026 Sulsel, Kriteria Hilal Belum Terpenuhi
BMKG Rilis Hasil Hisab Awal Ramadan 2026 Sulsel, Kriteria Hilal Belum Terpenuhi

Populer

  • 1
    Harga Emas Antam Hari Ini, Tertekan Pelemahan Emas Dunia
  • 2
    Waspada Penipuan Pajak via WhatsApp Usai Lapor SPT, DJP Imbau Wajib Pajak Jangan Bagikan Data Pribadi
  • 3
    Menlu Iran Ucapkan Idulfitri dalam Bahasa Indonesia, Apresiasi Dukungan dari RI
  • 4
    Rumor GTA 6 Masuk Nintendo Switch 2 Menguat, Tapi Masih Belum Dikonfirmasi
  • 5
    Libur Panjang Lebaran 2026, Nasabah Diminta Beralih ke Digital Banking

Ekonomi

  • Kasus Dugaan Kartel Bunga Pinjol, KPPU Jadwalkan Pembacaan Putusan
    Kasus Dugaan Kartel Bunga Pinjol, KPPU Jadwalkan Pembacaan Putusan
  • Bitcoin Tertekan Bukan karena Ekonomi, Tapi Geopolitik: Ultimatum Trump Guncang Pasar Kripto Global
    Bitcoin Tertekan Bukan karena Ekonomi, Tapi Geopolitik: Ultimatum Trump Guncang Pasar Kripto Global
  • Libur Panjang Lebaran 2026, Nasabah Diminta Beralih ke Digital Banking
    Libur Panjang Lebaran 2026, Nasabah Diminta Beralih ke Digital Banking

Peristiwa

  • Di Balik Ledakan Nikel, Indonesia Kejar Kendali Industri EV Global
    Di Balik Ledakan Nikel, Indonesia Kejar Kendali Industri EV Global
  • Fleksibilitas Jadi Kunci: Perusahaan Tak Lagi Cari Ahli Satu Framework AI di 2026
    Fleksibilitas Jadi Kunci: Perusahaan Tak Lagi Cari Ahli Satu Framework AI di 2026
  • Jelang Piala Dunia 2026, Jersey Jadi Medan Perang Identitas dan Bisnis Global
    Jelang Piala Dunia 2026, Jersey Jadi Medan Perang Identitas dan Bisnis Global
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID