Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Sukses Perkuat Koneksi Makassar dan Australia, Kadis Kominfo Makassar M Roem Raih Emerging Leader Award 2026

Selasa, 31 Maret 2026 11:25
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Roem Raih Emerging Leader Award dari Konsulat Australia di Makassar

LUMINASIA.ID - Dr Muhammad Roem adalah seorang pemimpin yang percaya bahwa kekuatan terbesar sebuah kota tidak terletak pada bangunan megahnya, melainkan pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah, industri, masyarakat, dan sejarahnya.

Melalui inovasi dan jejaring, ia terus membangun jembatan yang menghubungkan Makassar dengan dunia.

Setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara, Roem diangkat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar pada 2021 hingga 2025. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar.

Melalui pendekatan yang ia sebut “reinventing government”, yang secara efektif berarti menyederhanakan dan memodernisasi birokrasi , Roem berhasil membongkar hambatan antara regulator dan pelaku industri. Di bawah kepemimpinannya, pemerintah tidak lagi bertindak sebagai satu-satunya pengambil keputusan, tetapi sebagai fasilitator yang bekerja berdampingan dengan industri.

Pada Australian Alumni Gala Dinner 2026 di Makassar, Roem dinobatkan sebagai pemenang Australian Alumni Awards – South Sulawesi untuk kategori Emerging Leader Award, yang diberikan oleh Australian Consulate-General in Makassar pada 24 Januari 2026.


Beralih dari Birokrat menjadi Pemimpin Kolaboratif

Perjalanan menuju gaya kepemimpinan yang inklusif ini berkembang ketika Roem mengikuti Australia Awards Short Course tentang Sustainable Tourism for Regional Growth di Griffith University pada 2017. Ia mengikuti program tersebut dengan visi membuka jalur antara sektor pariwisata Makassar dan Australia, serta keinginan untuk mempelajari bagaimana negara tersebut mengelola infrastruktur pariwisata kelas dunia.

“Pertama, saya melihat peluang untuk belajar bagaimana sektor pariwisata dikembangkan di Australia, yang kemudian bisa diterapkan di Makassar. Selain itu, saya juga bisa membangun jejaring dengan orang-orang di Australia yang juga dekat dengan Makassar dan menikmati bepergian ke sana,” kata Roem.

Pelajaran paling berharga yang ia bawa pulang adalah pentingnya keterlibatan mendalam industri, mulai dari tahap awal perencanaan kebijakan hingga implementasi dan evaluasinya. Ia mengamati bagaimana hal ini berjalan di Australia, di mana pemerintah dan industri bersama-sama membentuk kebijakan yang praktis dan berdampak.

Salah satu inovasi yang diterapkan Roem setelah kembali adalah mengintegrasikan hotel dan agen perjalanan ke dalam perencanaan strategis promosi pariwisata. Alih-alih pemerintah menentukan target pasar sendiri, Roem mengundang para ahli industri untuk mengurai dan membandingkan data guna mengidentifikasi kota mana yang paling efektif sebagai lokasi misi penjualan.

Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa anggaran daerah (APBD) digunakan untuk tujuan yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan.

Target tersebut mencakup Jakarta untuk sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), yang menyumbang 64% tingkat hunian kamar hotel di Makassar. Selain itu, Bali ditargetkan sebagai pintu gerbang utama wisatawan internasional untuk memperkuat posisi Makassar sebagai hub utama Indonesia Timur.

Pengalamannya di Australia membuka wawasannya tentang bagaimana kebijakan yang efektif seharusnya lahir.

“Pemerintah harus membantu industri agar dapat berkembang dan menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja,” kata Roem. “Menciptakan lapangan kerja berarti angka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.”


Menghadapi Krisis dan Membangun Pariwisata Berbasis Komunitas

Kepemimpinan Roem benar-benar diuji ketika pandemi COVID-19 dimulai. Dengan terhentinya pariwisata, ia harus berpikir kreatif untuk menjaga ekonomi tetap bergerak. Pada saat inilah ia menerapkan konsep Community-Based Tourism yang dipelajarinya di Australia. Ia menyadari bahwa Makassar memiliki aset alam yang luar biasa, namun membutuhkan pengelolaan berkelanjutan di tangan masyarakat lokal.

“Potensinya sudah ‘diberikan’, seperti garis pantai. Tapi bagaimana masyarakat menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan, itulah yang penting. Kami mengedukasi mereka melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata),” ujarnya.

Salah satu pencapaian yang paling ia banggakan adalah keberhasilan Desa Wisata Lakkang yang berhasil masuk dalam 75 Desa Wisata Terbaik versi Asosiasi Desa Wisata Indonesia. Hal ini menjadi contoh bagaimana pariwisata yang sehat dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bahkan di masa krisis.

Selama pandemi, ia juga mempromosikan tren “wellness tourism”. Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan garis pantai kota yang panjang agar tetap aktif di luar ruangan dengan aman. Baginya, pandemi bukan alasan untuk berhenti, tetapi alasan untuk berinovasi. Ia mendorong industri untuk bersiap sehingga ketika kondisi kembali normal, Makassar siap menyambut wisatawan dengan lebih baik.


Merayakan Sejarah Persahabatan yang Membanggakan

Selain kecintaannya pada transformasi birokrasi, Roem juga merupakan sosok yang sangat menghargai sejarah. Ia sangat tertarik pada ikatan emosional dan historis yang kuat antara pelaut Makassar dan masyarakat Yolngu di Australia Utara, yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

“Masyarakat Makassar dan masyarakat Yolngu telah bersahabat selama lebih dari tiga abad. Bahkan ada kata-kata dalam bahasa Yolngu yang berasal dari bahasa Makassar dan memiliki arti yang sama,” jelas Roem. “Diplomasi sejarah ini menjadi fondasi bagi kerja sama ekonomi dan sosial modern kita.”

Roem melihat seni dan budaya sebagai bahasa universal yang memudahkan koordinasi antarnegara. Ia mengenang bagaimana mendiang musisi Yolngu, Dr G Yunupingu, tampil di Makassar Jazz Festival pada 2014, yang memperkuat ikatan emosional antara masyarakat kedua negara.

Pada 2023, ia turut berpartisipasi dalam perayaan 300 tahun persahabatan tersebut di Sydney untuk menampilkan sinergi seni dan budaya yang telah terbentuk selama berabad-abad. Bagi Roem, kehadiran Konsulat Jenderal Australia di Makassar merupakan bukti nyata pentingnya posisi Makassar bagi Australia, baik secara historis maupun ekonomi.


Jejaring dan Masa Depan Transformasi Digital

Saat ini, dalam perannya di Kominfo, Roem terus memanfaatkan jejaring alumni Australia Awards untuk mendukung program digitalisasi di Makassar.

“Karena kami sudah memiliki latar belakang yang sama, kami sudah memiliki kepercayaan, jadi jika ada masalah atau kebutuhan data, saya tinggal menghubungi sesama alumni dan semuanya menjadi lebih cepat,” kata Roem.

Kota Makassar juga telah menerima pendanaan dari ASEAN Australia Smart Cities Trust Fund untuk transformasi digital, yang membuka peluang kolaborasi lebih lanjut di masa depan.


Pesan untuk Generasi Penerus

Bagi mereka yang ingin mengikuti jejaknya dan belajar di Australia, Roem memberikan saran bahwa kuncinya adalah berkontribusi bagi masyarakat.

“Lakukan banyak hal di lingkunganmu, karena yang diinginkan dari program ini adalah manfaat kita setelah kembali,” ujarnya. “Kita harus melakukan riset terlebih dahulu, apa sebenarnya yang dibutuhkan di lingkungan kita sebelum berangkat? Ini bukan hanya tentang pengembangan diri, tetapi lingkungan juga harus merasakan manfaatnya.”

Tags: Muhammad Roem Pemkot Makassar Australia

Baca Juga

Beredar di Medsos Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota Makassar, Pemkot Tegaskan Hoax
Beredar di Medsos Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota Makassar, Pemkot Tegaskan Hoax
Lontara Plus Kini Bisa Diakses di Website
Lontara Plus Kini Bisa Diakses di Website
178 Lapak PKL di Mariso Kuasai Fasum Selama 53 Tahun, Pemkot Makassar Lakukan Penertiban Humanis
178 Lapak PKL di Mariso Kuasai Fasum Selama 53 Tahun, Pemkot Makassar Lakukan Penertiban Humanis
16 PKL Pasar Cidu Direlokasi, Dua Lapak Disebut Kuasai Fasum Sejak 1975
16 PKL Pasar Cidu Direlokasi, Dua Lapak Disebut Kuasai Fasum Sejak 1975
SMPN 46 dan SMPN 29 Makassar Belajar Kelola Sampah hingga Budidaya Maggot
SMPN 46 dan SMPN 29 Makassar Belajar Kelola Sampah hingga Budidaya Maggot
Respons Aduan Warga, Kandang Babi di Jalan Dg Tata Makassar Sudah Dibersihkan
Respons Aduan Warga, Kandang Babi di Jalan Dg Tata Makassar Sudah Dibersihkan

Populer

  • 1
    LENGKAP! Ini Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: EVOS Hadapi NAVI, Team Liquid ID Ditantang RRQ, ONIC Jumpa Alter Ego
  • 2
    Nasib Juri Cerdas Cermat MPR Usai Viral, Kini Nonaktif dan Terancam Sanksi
  • 3
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • 4
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • 5
    VfL Wolfsburg vs FC Bayern Munchen: Menang 4-0, Bayern Juara DFB-Pokal Wanita 2026

Ekonomi

  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
    Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
  • Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
    Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
  • SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu
    SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu

Peristiwa

  • Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
    GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID