LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Perkembangan layanan XLSmart di Makassar dan Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif pascamerger antara XL Axiata dan Smartfren. Hal tersebut disampaikan Head of Sales XLSMART Area Makassar Greater, Adam Amran Achmad, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Regional Branding & Communications Lead XLSMART Area Makassar Greater, Antoninus Pasere Paembonan, Head of Region Operation XLSMART Area Sulawesi, Ridwan Jogianto, serta Head of Customer Activation XLSMART Area Sulawesi, Nurul Fuad.
Adam menjelaskan, merger resmi antara XL Axiata dan Smartfren yang dimulai pada 16 April 2025 berjalan lancar dan bahkan melampaui ekspektasi perusahaan. Ia menyebut tanggal tersebut kini menjadi tonggak awal operasional XLSmart, yang dalam waktu dekat akan memasuki satu tahun perjalanan.
“Teman-teman media juga mengikuti proses merger kami. Alhamdulillah berjalan lancar sejak 16 April 2025. Sebentar lagi kami akan memasuki satu tahun, dan hasilnya di luar ekspektasi,” ujarnya.
Menurutnya, capaian kinerja perusahaan hingga akhir tahun menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan pendapatan sebesar 23 persen secara tahunan dan ARPU di kisaran Rp39 ribu, yang dinilai termasuk salah satu yang terbaik di industri telekomunikasi.
“Pertumbuhan kita mencapai 23 persen, dengan ARPU sekitar Rp39 ribuan. Ini salah satu yang terbaik di industri telko,” katanya.
Selain itu, realisasi target sinergi tahun pertama juga melampaui ekspektasi dengan nilai sekitar 250 juta dolar AS.
5G Dedicated Jadi Keunggulan
Adam menegaskan, salah satu kekuatan utama XLSmart terletak pada kepemilikan spektrum yang memungkinkan layanan 5G berjalan secara dedicated atau khusus, tanpa berbagi dengan jaringan 4G.
“Kita punya spektrum yang lebih lengkap. Saat ini XLSmart menjadi salah satu operator yang memiliki 5G dengan spektrum khusus, tidak bercampur dengan 4G,” jelasnya.
Ia menggambarkan jaringan tersebut seperti “jalan tol sendiri” yang hanya digunakan oleh pengguna 5G, sehingga kualitas koneksi tetap stabil meskipun trafik tinggi.
“Kalau di operator lain, 5G bisa terganggu saat pengguna banyak karena berbagi dengan 4G. Di XLSmart, 5G itu dedicated, jadi lebih stabil,” ujarnya.
Di Makassar, layanan 5G bahkan diklaim sudah hampir menjangkau seluruh wilayah kota secara seamless.
“Makassar ini salah satu kota 5G yang kita cover hampir seluruhnya. Jadi kalau berada di kota ini, pengguna bisa menikmati jaringan 5G secara penuh,” tambahnya.
Secara infrastruktur, terdapat sekitar 300 site 5G dari total lebih dari 1.700 BTS di Makassar. Cakupan layanan disebut telah mencapai sekitar 99,99 persen wilayah kota.
Di tingkat provinsi, XLSmart telah mengoperasikan lebih dari 10 ribu BTS 4G di Sulawesi Selatan.
Selain itu, perusahaan juga memperoleh pengakuan internasional sebagai salah satu jaringan 5G terbaik di Indonesia pada 2025.
Dari sisi pelanggan, XLSmart mencatat sekitar 1,2 juta pengguna di Sulawesi Selatan, dengan lebih dari 250 ribu berada di Makassar. Dari jumlah tersebut, sekitar 23 persen telah menggunakan layanan 5G.
“Dalam dua bulan pertama sudah tembus 10 persen, dan sekarang sekitar 23 persen hanya dalam empat bulan. Ini pertumbuhan yang sangat cepat,” kata Adam.
Ia menambahkan, peningkatan ini juga didorong oleh kerja sama dengan distributor perangkat untuk memperluas akses pengguna terhadap ponsel 5G.
“Kita sudah bekerja sama dengan distributor handset, sehingga pengguna lebih mudah mendapatkan perangkat dan kartu XLSmart di berbagai gerai,” ujarnya.
Meski infrastruktur telah siap, Adam menegaskan bahwa ekspansi 5G tetap dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem, terutama jumlah perangkat yang mendukung.
“Secara teknis, tower kita sebenarnya tinggal diaktifkan saja. Tapi kita melihat ekosistem. Kalau di daerah rural pengguna 5G masih sedikit, tentu kita pertimbangkan dulu,” jelasnya.
Saat ini, jaringan 5G XLSmart telah tersedia di sekitar 70 kota dan ditargetkan akan diperluas hingga 88 kota di Indonesia.
Terkait jangkauan jaringan, Adam mengakui masih terdapat sebagian kecil wilayah di Sulawesi Selatan yang belum terlayani optimal. Namun, pembangunan infrastruktur terus dilakukan untuk menutup kekosongan tersebut.
“Masih ada sedikit area yang belum ter-cover, terutama di beberapa titik. Tapi tahun ini akan kita bangun. Secara umum, wilayah pemukiman dan jalur utama sudah terlayani dengan baik,” tutupnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, mulai dari pertumbuhan bisnis, penguatan jaringan 5G dedicated, hingga ekspansi layanan digital, XLSmart optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama telekomunikasi berbasis 5G di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, Head of Customer Activation XLSMART Area Sulawesi, Nurul Fuad, menjelaskan bahwa perusahaan juga mendorong percepatan adopsi layanan 5G melalui strategi bundling dengan perangkat.
Menurutnya, XLSmart bekerja sama dengan berbagai outlet dan distributor ponsel, seperti Erafone dan iBox, untuk memudahkan pelanggan mendapatkan perangkat yang sudah mendukung jaringan 5G sekaligus paket layanan.
“Kami melakukan bundling dengan outlet atau distributor handphone seperti Erafone dan iBox, sehingga pelanggan bisa langsung mendapatkan perangkat sekaligus paket 5G,” ujarnya.
Selain itu, XLSmart juga menghadirkan pilihan paket yang fleksibel, baik bulanan maupun jangka panjang. Salah satunya paket enam bulan dengan harga sekitar Rp660 ribu untuk akses unlimited, serta paket tahunan sekitar Rp1,1 juta.

