Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Bakrie Bangkit atau Sekadar Fluktuasi? Membaca Ulang Arah 12 Emiten di Tengah Ketimpangan Kinerja

Selasa, 14 April 2026 11:45
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi pasar saham

LUMINASIA.ID, EKONOMI - Kinerja emiten Grup Bakrie dalam setahun terakhir memang menunjukkan geliat yang kembali menarik perhatian pasar. Namun di balik lonjakan sejumlah perusahaan, terdapat gambaran yang lebih kompleks: pemulihan yang belum merata.

Dilansir Katadata dari MSN, dari total 12 emiten yang terafiliasi dengan grup ini, hanya sembilan yang telah merilis laporan keuangan. Tiga lainnya—PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)—justru belum memberikan transparansi hingga melewati tenggat Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini menimbulkan pertanyaan soal konsistensi tata kelola dalam grup besar tersebut.

Di sisi kinerja, lonjakan ekstrem terlihat pada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang mencatatkan kenaikan laba hingga ribuan persen. Angka ini secara sekilas mencerminkan pemulihan agresif, terutama di sektor pertambangan yang memang sedang diuntungkan oleh siklus komoditas.

Namun, tidak semua emiten menikmati tren serupa. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang digadang sebagai wajah masa depan melalui kendaraan listrik, justru berbalik merugi. Hal ini menunjukkan bahwa diversifikasi ke sektor baru belum tentu langsung menghasilkan kinerja positif. Sementara itu, tekanan juga dialami PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dengan rugi yang semakin dalam.

Situasi ini memperlihatkan bahwa kebangkitan Grup Bakrie tidak bersifat seragam, melainkan sangat bergantung pada sektor bisnis masing-masing. Emiten berbasis sumber daya alam cenderung menikmati momentum, sementara sektor lain masih berjuang keluar dari tekanan.

Dengan kondisi tersebut, investor dihadapkan pada pilihan yang lebih selektif. Alih-alih melihat Grup Bakrie sebagai satu kesatuan, pasar kini cenderung menilai masing-masing emiten secara terpisah berdasarkan fundamental dan prospek sektoralnya.

Ke depan, tantangan utama bukan hanya mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga memastikan transparansi dan konsistensi kinerja di seluruh lini bisnis. Tanpa itu, kebangkitan yang terlihat saat ini berpotensi hanya menjadi fase sementara dalam siklus panjang grup tersebut.

Tags: Bakrie

Populer

  • 1
    Catatan Shamsi Ali: Bisnis, Sunnah Rasul yang Terabaikan
  • 2
    Pemuda Gowa Lulusan Terbaik Tingkat Universitas di Wisuda ke-47 Unismuh Makassar, Ini Daftar Lengkapn
  • 3
    Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Diaz Adriani Dorong Pengusaha Muslim Kembangkan Bisnis Berlandaskan Nilai Islam
  • 4
    Pelindo Marine Bangun MCK Sehat, 200 Keluarga Hadapi Keterbatasan Sanitasi
  • 5
    OJK Ungkap Literasi Keuangan Sulsel Baru 61,03 Persen, Soppeng Jadi Sasaran Edukasi

Ekonomi

  • OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN
    OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN
  • OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15 Persen
    OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15 Persen
  •  Ummi Makki, Revalina S. Temat hingga Diaz Adriani Jadi Mentor Seminggu Jadi Womanpreneur
    Ummi Makki, Revalina S. Temat hingga Diaz Adriani Jadi Mentor Seminggu Jadi Womanpreneur
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID