LUMINASIA.ID, EKONOMI - Kinerja emiten Grup Bakrie dalam setahun terakhir memang menunjukkan geliat yang kembali menarik perhatian pasar. Namun di balik lonjakan sejumlah perusahaan, terdapat gambaran yang lebih kompleks: pemulihan yang belum merata.
Dilansir Katadata dari MSN, dari total 12 emiten yang terafiliasi dengan grup ini, hanya sembilan yang telah merilis laporan keuangan. Tiga lainnya—PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)—justru belum memberikan transparansi hingga melewati tenggat Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini menimbulkan pertanyaan soal konsistensi tata kelola dalam grup besar tersebut.
Di sisi kinerja, lonjakan ekstrem terlihat pada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang mencatatkan kenaikan laba hingga ribuan persen. Angka ini secara sekilas mencerminkan pemulihan agresif, terutama di sektor pertambangan yang memang sedang diuntungkan oleh siklus komoditas.
Namun, tidak semua emiten menikmati tren serupa. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang digadang sebagai wajah masa depan melalui kendaraan listrik, justru berbalik merugi. Hal ini menunjukkan bahwa diversifikasi ke sektor baru belum tentu langsung menghasilkan kinerja positif. Sementara itu, tekanan juga dialami PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dengan rugi yang semakin dalam.
Situasi ini memperlihatkan bahwa kebangkitan Grup Bakrie tidak bersifat seragam, melainkan sangat bergantung pada sektor bisnis masing-masing. Emiten berbasis sumber daya alam cenderung menikmati momentum, sementara sektor lain masih berjuang keluar dari tekanan.
Dengan kondisi tersebut, investor dihadapkan pada pilihan yang lebih selektif. Alih-alih melihat Grup Bakrie sebagai satu kesatuan, pasar kini cenderung menilai masing-masing emiten secara terpisah berdasarkan fundamental dan prospek sektoralnya.
Ke depan, tantangan utama bukan hanya mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga memastikan transparansi dan konsistensi kinerja di seluruh lini bisnis. Tanpa itu, kebangkitan yang terlihat saat ini berpotensi hanya menjadi fase sementara dalam siklus panjang grup tersebut.

