LUMINASIA.ID, GRESIK — Kemenangan telak 4-0 yang diraih Indonesia atas Timor Leste pada laga pembuka Grup A Kejuaraan ASEAN U-17 memang terlihat meyakinkan di atas kertas. Namun, di balik skor dominan tersebut, terselip catatan penting soal efektivitas penyelesaian akhir yang belum maksimal.
Dilansir Kompas.Com, bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin (13/4/2026) malam, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tampil agresif sejak awal dan langsung unggul cepat lewat dua gol Putu Ekayana Yoga Pratama. Tambahan gol dari Ridho dan Dava Yunna Adi Putra memastikan kemenangan nyaman bagi “Garuda Muda”.
Meski demikian, Indonesia sejatinya berpeluang menang dengan skor lebih besar. Sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, termasuk beberapa kesempatan yang mampu digagalkan kiper Timor Leste dan satu peluang yang hanya membentur tiang gawang.
Pelatih Kurniawan mengakui hal tersebut. Ia menilai performa tim secara umum sudah baik, tetapi efektivitas di depan gawang masih perlu ditingkatkan, terutama menghadapi lawan yang lebih kuat di laga berikutnya.
Ujian sesungguhnya bagi Indonesia dipastikan datang di pertandingan kedua melawan Malaysia. Meski Malaysia baru saja kalah telak dari Vietnam, laga ini tetap berpotensi sulit mengingat rivalitas panjang kedua tim di level usia muda.
Selain itu, Vietnam yang juga menang besar di laga pembuka menjadi pesaing kuat dalam perebutan posisi puncak grup. Dengan sistem hanya juara grup dan satu runner-up terbaik yang lolos, setiap peluang yang terbuang bisa menjadi pembeda krusial di akhir fase grup.
Kemenangan atas Timor Leste memang menjadi awal ideal, tetapi konsistensi dan ketajaman akan menjadi kunci jika Indonesia ingin benar-benar melangkah jauh dan memenuhi target juara.

