LUMINASIA.ID, BANDUNG — Polemik dugaan pungutan liar di Jembatan Cirahong justru menjadi titik balik bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong transformasi kawasan tersebut menjadi destinasi wisata bernilai ekonomi. Langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan dari sekadar penertiban masalah menjadi pengembangan kawasan berbasis potensi lokal.
Dilansir Kompas, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tidak hanya fokus pada pembenahan infrastruktur dasar, tetapi juga mulai merancang ekosistem ekonomi di sekitar jembatan yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya itu. Penataan bantalan, pemasangan lampu, serta pengaturan jalur lalu lintas menjadi langkah awal untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Namun, lebih dari itu, pemerintah melihat peluang besar menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata tematik bernuansa Sunda. Rencana pengembangan meliputi pembangunan rest area bagi pedagang, penataan area komersial, hingga penyediaan kuliner khas daerah yang diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Pendekatan ini menandai perubahan strategi pemerintah daerah dalam menangani isu viral. Jika sebelumnya penanganan hanya berfokus pada penegakan hukum terhadap praktik pungli, kini diarahkan pada solusi jangka panjang melalui penguatan ekonomi lokal. Infrastruktur tidak lagi dipandang sekadar fasilitas penghubung, melainkan aset yang bisa dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan baru.
Meski demikian, Dedi tetap menegaskan bahwa pengawasan terhadap praktik pungli akan terus diperketat. Ia meminta aparat keamanan memastikan tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi, dengan ancaman sanksi pidana bagi pelanggar.
Dengan rencana pengecatan ulang jembatan, pemasangan lampu estetik, serta pelebaran akses jalan, Jembatan Cirahong diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi ikon wisata baru yang memadukan nilai sejarah dan potensi ekonomi daerah.

