Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

OJK Sulselbar Dorong Reksa Dana Jadi Alternatif Investasi bagi Generasi Muda

Kamis, 16 April 2026 19:04
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI di Kantor OJK Sulselbar, Jalan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Kamis (16/4/2026).

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor pasar modal melalui instrumen reksa dana.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang digelar oleh Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk media di Kantor OJK Sulselbar, Rabu (16/4/2026).

Dalam sambutannya, Muchlasin mengapresiasi peran media yang selama ini aktif menyampaikan informasi keuangan kepada masyarakat.

“Saya sering melihat teman-teman wartawan menyampaikan berita-berita yang layak. Kami sangat apresiasi, dan berharap kolaborasi ini terus berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Makassar, yang akan diisi dengan berbagai agenda edukasi. a.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye nasional “Pintar Reksa Dana” yang akan diluncurkan dalam Pekan Reksa Dana pada akhir April mendatang.

“Hari ini kita akan coba jelaskan apa itu reksa dana, dan juga kampanye nasional Pintar Reksa Dana yang akan resmi diluncurkan,” jelasnya. 

Ia juga menegaskan bahwa menabung di bank memang aman, namun kurang optimal jika dijadikan satu-satunya instrumen investasi.

“Kalau kita hanya mengandalkan tabungan atau deposito di bank sebagai investasi, itu bisa dibilang investasi kelas ecek-ecek. Aman memang, tapi kalau berharap hasil besar, tentu tidak cukup,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tingkat bunga tabungan dan deposito saat ini relatif rendah.

“Deposito mungkin 3 sampai 4 persen, tabungan bahkan di bawah itu. Jadi kalau berharap uang berkembang signifikan, sulit jika hanya di bank,” katanya.

Karena itu, masyarakat didorong untuk mulai melakukan diversifikasi investasi.

“Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Tetap ada dana di bank untuk transaksi, tapi untuk pengembangan aset, bisa mempertimbangkan instrumen lain seperti reksa dana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muchlasin mengungkapkan bahwa tingkat literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia masih tertinggal dibanding sektor perbankan.

“Literasi pasar modal kita masih di angka 17,78 persen, sementara perbankan sudah di atas 60 persen. Inklusinya bahkan baru 1,34 persen,” ungkapnya.

Di Sulawesi Selatan, jumlah investor menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hingga Februari 2026, jumlah investor tercatat mencapai 549.910 Single Investor Identification (SID), atau tumbuh sekitar 46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan minat masyarakat mulai meningkat, meskipun masih perlu terus didorong,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi besar generasi muda dalam mendorong pertumbuhan investor pasar modal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia 18 hingga 34 tahun mencapai sekitar 88 juta orang.

“Namun dari jumlah itu, investor yang aktif baru sekitar 12 persen. Artinya, masih ada ruang yang sangat besar untuk kita dorong,” katanya.

Secara nasional, jumlah investor reksa dana yang mencapai sekitar 24 juta juga dinilai masih belum optimal.

“Baru sekitar 12,82 persen usia muda yang terlibat. Jadi potensinya masih sangat besar,” lanjutnya.

Di Sulawesi Selatan sendiri, pertumbuhan investor muda cukup baik, namun kontribusinya terhadap nasional masih relatif kecil.

“Kontribusi kita masih sekitar dua persen. Tapi pertumbuhannya cukup tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi dasar pelaksanaan kampanye nasional yang menyasar generasi muda di berbagai daerah.

“Kita melihat potensi besar justru ada di daerah-daerah berkembang seperti Sulawesi Selatan. Ini yang ingin kita dorong,” ujarnya.

Muchlasin menambahkan, reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang cocok bagi pemula karena nilai investasinya terjangkau.

“Sekarang bahkan ada reksa dana yang bisa mulai dari Rp10.000. Ini sudah masuk kategori reksa dana mikro,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar masyarakat mulai berinvestasi menggunakan dana lebih atau “uang dingin”.

“Kalau ada bonus atau sisa penghasilan, bisa mulai disisihkan ke reksa dana,” katanya.

Kemudahan akses juga menjadi keunggulan, karena investasi dapat dilakukan melalui berbagai platform, termasuk aplikasi digital.

“Sekarang sudah sangat mudah, bisa lewat aplikasi, bank, atau platform digital lainnya,” tambahnya.

Reksa dana juga menawarkan fleksibilitas pilihan sesuai profil risiko investor.

“Ada yang pendapatan tetap, ada yang terproteksi, ada juga yang lebih agresif. Jadi bisa disesuaikan dengan risk appetite masing-masing,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap investasi memiliki risiko.

“Namanya investasi pasti high risk high return. Semakin tinggi potensi keuntungan, maka risikonya juga lebih tinggi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bereaksi saat mengalami kerugian.

“Kalau lagi untung diam-diam, tapi kalau rugi baru ribut. Padahal itu bagian dari dinamika pasar,” ujarnya.

Sebagai bentuk perlindungan konsumen, OJK menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat.

“Kalau ada masalah, masyarakat bisa menghubungi layanan OJK di 157 atau melalui kanal pengaduan resmi,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik investasi ilegal.

“Kalau ada yang menawarkan investasi dengan iming-iming tidak masuk akal, harus diwaspadai. Jangan sampai terjebak investasi bodong,” pungkasnya.

Tags: OJK Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin

Baca Juga

APRDI Jelaskan Mekanisme dan Keuntungan Reksa Dana, Investasi Mulai Rp10 Ribu
APRDI Jelaskan Mekanisme dan Keuntungan Reksa Dana, Investasi Mulai Rp10 Ribu
OJK Gandeng Industri Keuangan dan Comextra Majora, Perkuat Pembiayaan Petani Kakao di Luwu Timur
OJK Gandeng Industri Keuangan dan Comextra Majora, Perkuat Pembiayaan Petani Kakao di Luwu Timur
Lonjakan Klaim Dana Pensiun Jadi Alarm Baru Beban Jangka Panjang Industri Keuangan
Lonjakan Klaim Dana Pensiun Jadi Alarm Baru Beban Jangka Panjang Industri Keuangan
OJK Sultra Gencarkan Edukasi Keuangan di Kepulauan Buton, Sasar 428 Peserta
OJK Sultra Gencarkan Edukasi Keuangan di Kepulauan Buton, Sasar 428 Peserta
Ekonomi Global Bergejolak, OJK Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan RI
Ekonomi Global Bergejolak, OJK Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan RI
OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia
OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia

Populer

  • 1
    Bangkok United vs Gamba Osaka: Laga Ketat Tanpa Gol di 10 Menit Awal
  • 2
    Honda Makassar Culinary Night 2026 Usung Green Culture Festival, Bawa Tumbler Bisa Gratis Isi Air Minum
  • 3
    Juventus Bukan Sekadar Cari Kiper, Tapi Arah Baru
  • 4
    Munafri Siapkan Kapal Antar Pulau di Makassar, Layanan Ditargetkan Gratis untuk Warga Kepulauan
  • 5
    Celah Administrasi atau Solusi Transisi? Kelonggaran STNK Tanpa KTP Disorot dari Sisi Kepastian Data

Ekonomi

  • APRDI Jelaskan Mekanisme dan Keuntungan Reksa Dana, Investasi Mulai Rp10 Ribu
    APRDI Jelaskan Mekanisme dan Keuntungan Reksa Dana, Investasi Mulai Rp10 Ribu
  • OJK Sulselbar Dorong Reksa Dana Jadi Alternatif Investasi bagi Generasi Muda
    OJK Sulselbar Dorong Reksa Dana Jadi Alternatif Investasi bagi Generasi Muda
  • Lonjakan Saham WMPP 120 Persen: Spekulasi Pasar atau Sinyal Pemulihan Fundamental?
    Lonjakan Saham WMPP 120 Persen: Spekulasi Pasar atau Sinyal Pemulihan Fundamental?

Peristiwa

  • Dari Perdana Menteri Jepang hingga Bintang Pop Global, TIME 100 2026 Cerminkan Peta Baru Pengaruh Dunia
    Dari Perdana Menteri Jepang hingga Bintang Pop Global, TIME 100 2026 Cerminkan Peta Baru Pengaruh Dunia
  • PSI Tegaskan Batas Organisasi dan Partai dalam Kasus Pelaporan Jusuf Kalla
    PSI Tegaskan Batas Organisasi dan Partai dalam Kasus Pelaporan Jusuf Kalla
  • Krisis Integritas Ombudsman: Penahanan Ketua Hery Susanto Guncang Kepercayaan Publik
    Krisis Integritas Ombudsman: Penahanan Ketua Hery Susanto Guncang Kepercayaan Publik
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID