LUMINASIA.ID, MAKASAR - Sebuah rumah warga di Jalan Sungai Dg Emba, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, diserang puluhan orang tak dikenal pada Sabtu malam (2/5/2026) sekitar pukul 23.51 WITA.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian pagar dan kursi di teras rumah, setelah massa diduga memaksa masuk, melempari rumah, serta melakukan upaya pengeroyokan terhadap pemilik rumah.
Pemilik rumah, Mimi, mengungkapkan situasi mencekam terjadi saat sekelompok orang datang secara tiba-tiba dan bertindak anarkis.
“Dari video terlihat, pagar rusak, dan beberapa massa yang masuk terlihat mengambil batu serta menggeret tempat sampah untuk dijadikan senjata,” katanya.
“Pagar rumah kami yang digembok dirusak, les plas dihancurkan. Mereka masuk secara paksa. Suami saya juga hampir jadi korban pengeroyokan,” ujarnya.
Menurut Mimi, insiden ini diduga bermula dari peristiwa sebelumnya yang terjadi di rumah orang tua yang diduga menjadi inisiator pengerahan massa. Ia menyebut rumah tersebut lebih dulu diserang oleh orang tidak dikenal hingga menyebabkan anak dari pemilik rumah menjadi korban pemukulan.
“Jadi sebelum rumah saya diserang, rumah warga itu lebih dulu diserang oleh oknum yang tidak dikenal,” katanya.
Ia menambahkan, tetangga tersebut sebelumnya kerap berselisih dengan sejumlah anak muda di lingkungan sekitar.
Situasi kemudian berkembang setelah suaminya, Ilham, dituding sebagai salah satu pelaku penyerangan. Fitnah itu disebut berasal dari menantu pemilik rumah yang sebelumnya diserang.
“Keterangan itu disampaikan menantu pemilik rumah kepada massa yang datang. Dari situ, massa kemudian menyerang rumah kami dan mencari suami saya,” jelas Mimi.
Menurutnya, tuduhan terhadap suaminya juga diperkuat oleh pemilik rumah yang menjadi korban sebelumnya, sehingga memicu kemarahan massa.
Meski demikian, Mimi menegaskan bahwa suaminya tidak berada di lokasi saat kejadian penyerangan terhadap rumah tetangganya.
Ia mengaku memiliki bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan keberadaan suaminya justru tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Saya punya bukti CCTV bahwa suami saya tidak ada di lokasi saat kejadian. Keributan di rumah tetangga itu mulai sekitar pukul 22.51 WITA, dan tidak ada suami saya di sana,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada waktu kejadian tersebut, suaminya sedang berada di rumah dan makan nasi kuning bersama dirinya serta anak-anaknya.
“Suami saya keluar setelah mendapat pesan WhatsApp dari tetangga mengenai adanya keributan. Dia keluar karena penasaran, sekaligus menanyakan beras yang dipesan di toko warung Bugis,” katanya.
Berdasarkan rekaman CCTV, Ilham terlihat berada di sekitar lokasi yang berjarak sekitar 6 meter dari rumah warga yang diserang, pada pukul 23.23 WITA hingga 23.27 WITA.
“Jadi dia setelah kejadian penyerangan di rumah tetangga, baru ada di sekitar lokasi,” jelas Mimi.
Akibat insiden tersebut, Mimi telah melaporkan kejadian perusakan dan dugaan percobaan pengeroyokan ke Polres Gowa untuk penanganan lebih lanjut.
Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kejadian tersebut serta meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
“Saya berharap kasus ini bisa ditangani dengan jelas, karena suami saya tidak terlibat seperti yang dituduhkan,” tutupnya. (*)

