Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Lai Ching-te Tiba di Eswatini Usai Hambatan Izin Terbang, Klaim Tekanan China Menguat

Senin, 4 Mei 2026 15:11
Editor: diku
  • Bagikan
Presiden Taiwan Lai Ching-te

LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL — Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengonfirmasi dirinya telah tiba dengan selamat di Eswatini pada Minggu (3/5/2026), setelah sebelumnya menghadapi hambatan perjalanan akibat pencabutan izin lintas udara oleh sejumlah negara Afrika. Keberhasilan kunjungan ini dinilai sebagai momentum politik penting di tengah tekanan domestik yang sedang dihadapi Lai.

Dilansir Kompas, dalam pernyataannya melalui akun X, Lai menyebut Eswatini sebagai satu-satunya negara di Afrika yang masih menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Ia tidak merinci rute penerbangan yang ditempuh untuk mencapai negara tersebut setelah sebelumnya perjalanan sempat tertunda.

Kunjungan ini terjadi di tengah dinamika politik internal Taiwan, di mana Lai menghadapi tekanan kuat dari parlemen yang dikuasai oposisi, termasuk Partai Kuomintang. Situasi tersebut bahkan memunculkan proses pemakzulan terhadap dirinya.

Sebelumnya, perjalanan Lai dijadwalkan berlangsung pada 22 April. Namun, tiga negara Afrika—Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar—mencabut izin lintas udara bagi pesawat yang membawa rombongan Presiden Taiwan.

Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan Taiwan, Pan Meng-an, menuding keputusan tersebut tidak lepas dari tekanan Beijing. “Alasan sebenarnya adalah tekanan kuat yang diberikan oleh otoritas China, termasuk tekanan ekonomi,” ujarnya.

Namun, pihak Beijing membantah tuduhan tersebut. Pemerintah China justru menyatakan menghargai sikap negara-negara Afrika yang menolak memberikan akses lintas udara bagi pesawat Presiden Taiwan.

Kementerian Luar Negeri China bahkan menyebut langkah Lai sebagai tindakan yang “tidak bermartabat” dan tidak akan mengubah posisi Taiwan. “Tindakan tidak bermartabat dan kunjungan Lai akan mempermalukan diri dan tidak mengubah fakta bahwa Taiwan adalah bagian dari China,” demikian pernyataan resmi Beijing.

Perkuat Hubungan dengan Eswatini

Kunjungan ke Eswatini dilakukan dalam rangka mempererat hubungan bilateral, termasuk kerja sama di sektor pertanian, pendidikan, dan budaya. Lai juga dijadwalkan menghadiri peringatan 40 tahun pemerintahan Raja Mswati III.

Dalam pernyataannya kepada Raja Mswati III, Lai menegaskan posisi Taiwan di panggung global. “Republik China, Taiwan, adalah berdaulat dan Taiwan adalah milik dunia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Ada 23 juta penduduk Taiwan yang berhak untuk berhubungan dengan dunia dan tidak ada negara yang berhak mencegah Taiwan untuk berpartisipasi di dunia.”

Sementara itu, otoritas di Taipei menegaskan bahwa presiden mereka tidak memerlukan izin dari Beijing untuk melakukan perjalanan internasional.

Ketegangan Diplomatik yang Berlanjut

Kunjungan ini kembali menyoroti ketegangan antara Taiwan dan China, terutama terkait prinsip “Satu China” yang terus digaungkan Beijing. Dalam beberapa tahun terakhir, China активно memperluas pengaruh diplomatiknya, termasuk di kawasan Pasifik dan Afrika.

Beberapa negara seperti Kepulauan Solomon, Kiribati, dan Nauru telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak 2019 dan beralih ke China. Sementara itu, Eswatini tetap menjadi sekutu terakhir Taiwan di Afrika.

Presiden Xi Jinping sebelumnya juga menegaskan bahwa penyatuan Taiwan dengan China adalah sesuatu yang “tidak terhindarkan”.

Di sisi lain, dinamika politik lintas Selat Taiwan masih terus berkembang. Pertemuan antara Xi Jinping dan tokoh Partai Kuomintang pada April 2026 menunjukkan adanya kesamaan pandangan terkait unifikasi, meski belum ada kesepakatan teknis yang konkret.

Kunjungan Lai ke Eswatini pun menjadi simbol perlawanan diplomatik Taiwan terhadap tekanan internasional, sekaligus upaya mempertahankan eksistensinya di panggung global.

Tags: President Taiwan Lai Ching-te

Populer

  • 1
    Skenario Promosi Liga 2: PSS Sleman di Atas Angin, Persipura Menempel, Barito Putera Butuh Keajaiban
  • 2
    Gree Expert Shop Resmi Hadir di Maksasar, Tawarkan Kecanggihan AC Mulai Rp2 Jutaan, Garansi 10 Tahun, hingga Layanan Servis 24 Jam
  • 3
    Garudayaksa FC Kunci Promosi ke Super League 2026-2027 Usai Tekuk Persikad, Adhyaksa FC Jalani Playoff
  • 4
    Daftar Tanggal Merah Mei 2026: Ada 6 Hari Libur dan Tiga Long Weekend
  • 5
    16 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Rusak Diserang Iran, Kerugian Tembus USD25 Miliar

Ekonomi

  • DJP Sulselbartra Catat Pertumbuhan SPT 9,67 Persen, Tempati Peringkat Dua Nasional
    DJP Sulselbartra Catat Pertumbuhan SPT 9,67 Persen, Tempati Peringkat Dua Nasional
  • Krakatau Osaka Steel Tutup, Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk Impor China
    Krakatau Osaka Steel Tutup, Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk Impor China
  • BYD Haka Auto Dorong Pengembangan Talenta Industri, CEO Hariyadi Kaimuddin Berbagi Pengalaman di Forum IATI ITB
    BYD Haka Auto Dorong Pengembangan Talenta Industri, CEO Hariyadi Kaimuddin Berbagi Pengalaman di Forum IATI ITB

Peristiwa

  • Eks Wakil Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, Uji Penyitaan KPK di PN Jakarta Selatan
    Eks Wakil Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, Uji Penyitaan KPK di PN Jakarta Selatan
  • Rupiah Berpeluang Menguat, Sentimen Global Membaik Usai Pernyataan Trump soal Selat Hormuz
    Rupiah Berpeluang Menguat, Sentimen Global Membaik Usai Pernyataan Trump soal Selat Hormuz
  • Lai Ching-te Tiba di Eswatini Usai Hambatan Izin Terbang, Klaim Tekanan China Menguat
    Lai Ching-te Tiba di Eswatini Usai Hambatan Izin Terbang, Klaim Tekanan China Menguat
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID