Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Nikkei 225 Diproyeksi Menguat, Kenaikan Upah dan Volatilitas Yen Jadi Penentu Arah

Selasa, 5 Mei 2026 12:28
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi pasar saham

LUMINASIA.ID, EKONOMI - Pasar saham Jepang yang tercermin dalam indeks Nikkei 225 masih bergerak hati-hati setelah intervensi mata uang oleh pemerintah Jepang memicu stabilisasi sementara pada yen. Meski demikian, kombinasi kenaikan upah, inflasi yang mulai menguat, serta sinyal teknikal positif dinilai tetap menopang prospek reli jangka panjang indeks tersebut.

Analis pasar dari FXEmpire, Muhammad Umair, menyebut bahwa intervensi yen memang memberi kelegaan jangka pendek, tetapi sekaligus menciptakan ketidakpastian baru bagi investor. “Yen intervention has kept Japanese markets cautious,” tulisnya dalam laporan yang dirilis Selasa (5/5/2026).

Penguatan yen ke kisaran 156 terhadap dolar AS terjadi setelah otoritas Jepang melakukan pembelian mata uang domestik pekan lalu. Pergerakan ini penting bagi Nikkei 225 karena fluktuasi nilai tukar secara langsung memengaruhi kinerja perusahaan eksportir dan aliran investasi asing.

Di satu sisi, yen yang lebih kuat membantu menekan inflasi impor. Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru membebani perusahaan besar berbasis ekspor yang menjadi tulang punggung pasar saham Tokyo. Situasi ini menciptakan dinamika tarik-menarik antara stabilitas harga dan tekanan terhadap profit korporasi.

Selain faktor mata uang, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan inflasi dan kebijakan moneter Jepang. Data terbaru menunjukkan inflasi utama mencapai 1,5 persen dan inflasi inti sebesar 1,8 persen, menandakan perubahan signifikan setelah bertahun-tahun berada dalam tekanan deflasi.

Kondisi ini membuka ruang bagi Bank of Japan untuk melanjutkan normalisasi kebijakan suku bunga. Dalam jangka panjang, suku bunga bahkan berpotensi naik hingga 1,5 persen. “Higher inflation can enable the Bank of Japan to raise rates further,” tulis Umair.

Namun, faktor yang dinilai lebih krusial adalah pertumbuhan upah. Pada Februari 2026, kenaikan upah tercatat mencapai 3,3 persen. Lonjakan ini dinilai mampu menjaga daya beli rumah tangga dan mendorong konsumsi domestik, yang pada akhirnya memperkuat sektor-sektor seperti perbankan, asuransi, dan ritel.

“Wage growth will sustain household income, domestic demand and financial stocks,” lanjutnya.

Dari sisi teknikal, Nikkei 225 juga menunjukkan sinyal positif. Indeks ini berhasil bertahan di atas level 58.000 meskipun tekanan harga minyak meningkat akibat konflik global. Sebelumnya, indeks sempat menemukan titik bawah di area rata-rata pergerakan 200 hari di kisaran 50.000 sebelum berbalik naik membentuk pola bullish.

Secara bulanan, indeks bahkan mencatat penutupan tertinggi pada April 2026, memperkuat indikasi tren naik. Jika mampu menembus level 60.000, analis memperkirakan Nikkei 225 berpotensi melanjutkan reli menuju 65.000 dalam beberapa bulan ke depan.

Meski begitu, arah jangka pendek masih cenderung netral karena pasar menunggu kejelasan terkait kebijakan intervensi yen dan respons global terhadap pergerakan mata uang Jepang.

Sebagai penutup, Umair menegaskan bahwa transformasi ekonomi Jepang menuju inflasi yang lebih stabil menjadi faktor utama yang mendukung prospek jangka panjang pasar saham. “The short-term direction remains neutral but the long-term outlook remains bullish,” tulisnya.

Dengan kombinasi faktor domestik yang menguat dan struktur teknikal yang solid, Nikkei 225 dinilai memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan tren kenaikan, meski dibayangi volatilitas mata uang dalam waktu dekat.

Tags: Nikkei

Baca Juga

Nikkei 225 Turun 1,23 Persen ke 59.792, Tekanan Jual Dominasi Perdagangan
Nikkei 225 Turun 1,23 Persen ke 59.792, Tekanan Jual Dominasi Perdagangan
Nikkei 225 Melonjak 2,89% ke 53.760, Sentuh Kenaikan Harian Signifikan
Nikkei 225 Melonjak 2,89% ke 53.760, Sentuh Kenaikan Harian Signifikan

Populer

  • 1
    Tazkiyah Tour Salurkan Nilai Manfaat Dana Haji hingga Rp12 Juta per Jemaah
  • 2
    Krakatau Osaka Steel Tutup, Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk Impor China
  • 3
    Jadwal Pencairan Bansos Mei 2026: Tahapan Penyaluran, Besaran PKH-BPNT, dan Cara Cek Status Penerima
  • 4
    Guru Non-ASN Terancam Dilarang Mengajar 2027, DPR Sebut Bukan Tenaga Sementara
  • 5
    Pertamina Beri Sanksi SPBU Wasuponda, Penyaluran Biosolar Dihentikan Sementara

Ekonomi

  • Pelindo Perkuat Dukungan Infrastruktur untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Sulsel
    Pelindo Perkuat Dukungan Infrastruktur untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Sulsel
  • Promo Honda Mei Vibes, Asmo Sulsel Beri Gratis Angsuran 5 Kali dan DP Mulai Rp700 Ribu
    Promo Honda Mei Vibes, Asmo Sulsel Beri Gratis Angsuran 5 Kali dan DP Mulai Rp700 Ribu
  • INET Kejar Posisi Papan Atas Industri Konektivitas Digital, Fokus Bangun Ekosistem End-to-End
    INET Kejar Posisi Papan Atas Industri Konektivitas Digital, Fokus Bangun Ekosistem End-to-End

Peristiwa

  • KPAI Soroti Kasus Pemotongan Rambut Siswi SMKN 2 Garut, Minta Evaluasi Metode Disiplin Sekolah
    KPAI Soroti Kasus Pemotongan Rambut Siswi SMKN 2 Garut, Minta Evaluasi Metode Disiplin Sekolah
  • Letjen TNI Robi Herbawan Resmi Jabat Kabais TNI
    Letjen TNI Robi Herbawan Resmi Jabat Kabais TNI
  • Perusahaan Banyak Memutus Kontrak Karyawan Gen Z di Awal Masa Kerja, Ini Faktor Penyebabnya
    Perusahaan Banyak Memutus Kontrak Karyawan Gen Z di Awal Masa Kerja, Ini Faktor Penyebabnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID