Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Guru Besar Unsri Paparkan Ekoteologi sebagai Kerangka Analisis Sosial di Unismuh Makassar

Selasa, 5 Mei 2026 00:05
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Guru Besar Sosiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. M. Ridhah Taqwa, M.Si., sebagai narasumber utama.

LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (FKIP Unismuh Makassar) menggelar kuliah tamu bertema “Sosiologi Integratif Berbasis Ekoteologi sebagai Kerangka Analisis Sosial untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Teater I-GIF Unismuh Makassar, Senin (4/5/2026), dengan menghadirkan Guru Besar Sosiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. M. Ridhah Taqwa, M.Si., sebagai narasumber utama.

Kuliah tamu yang berlangsung pukul 09.00–12.00 Wita itu dibuka oleh Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd.I. Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa. Rangkaian acara diawali dengan pengajian oleh Wakil Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Nawir, M.Pd., serta sambutan Wakil Dekan I FKIP, Dr. Andi Husniati, M.Pd.

Integrasi Wahyu dan Ilmu Sosial

Dalam paparannya, Prof. Ridhah menekankan pentingnya integrasi antara ilmu sosial dan nilai-nilai wahyu dalam membaca realitas sosial. Menurutnya, sosiologi tidak cukup berhenti pada penjelasan struktural, tetapi perlu terhubung dengan nilai moral dan spiritual.

“Sosiologi tidak cukup hanya menjelaskan fenomena sosial secara struktural, tetapi harus terhubung dengan nilai moral dan spiritual,” kata Ridhah.

Ia menjelaskan, pendekatan ekoteologi memandang krisis lingkungan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan krisis moral dan sosial yang berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, paradigma pembangunan perlu bergeser dari antroposentris—yang menempatkan manusia sebagai pusat—menuju paradigma teosentris berbasis tauhid ekologis.

“Pembangunan berkelanjutan harus didasarkan pada kesadaran bahwa alam adalah amanah Tuhan, bukan objek eksploitasi,” ujarnya.

Ridhah menambahkan, sosiologi integratif berbasis ekoteologi menggabungkan dimensi struktural, kultural, dan spiritual dalam satu kerangka analisis. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan dasar yang lebih komprehensif dalam memahami persoalan sosial dan lingkungan.

Ia juga menegaskan bahwa ilmu sosial berbasis wahyu bersifat universal, terintegrasi, dan berkelanjutan. Konsep tersebut dinilai dapat menjadi fondasi dalam membangun sistem sosial yang adil, beretika, serta berorientasi pada keberlanjutan kehidupan.

Pengayaan Wawasan Akademik

Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar, Dr. Jamaluddin Arifin, M.Pd., mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan akademik mahasiswa sekaligus membuka ruang dialog antara teori dan praktik sosial.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami pendekatan interdisipliner, termasuk ekoteologi, agar mampu membaca persoalan sosial secara lebih luas. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik program studi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, menekankan pentingnya integrasi ilmu dan nilai keislaman dalam pendidikan tinggi.

“Kampus harus menjadi pusat pengembangan ilmu yang berlandaskan nilai moral dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Husniati, menilai tema kuliah tamu tersebut relevan dengan tantangan global, khususnya krisis lingkungan dan isu pembangunan berkelanjutan.

“Pendekatan ekoteologi dapat menjadi alternatif berbasis nilai dalam merespons persoalan lingkungan,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami hubungan antara agama, lingkungan, dan pembangunan sosial.

Aktivitas ilmiah ini juga menegaskan posisi Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar sebagai program studi yang telah meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Capaian tersebut menjadi modal dalam memperkuat mutu pembelajaran dan kegiatan akademik.

Melalui kuliah tamu ini, Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar berharap mahasiswa mampu mengembangkan perspektif kritis dan integratif dalam menganalisis persoalan sosial. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan terus digelar sebagai bagian dari kontribusi akademik terhadap pembangunan berkelanjutan.

Tags: Unismuh Makassar


Baca Juga

Unismuh Makassar Naik 122 Peringkat di UI GreenMetric 2026, Kini Posisi 502 Dunia
Unismuh Makassar Naik 122 Peringkat di UI GreenMetric 2026, Kini Posisi 502 Dunia
Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
 BUMM 2026 Buka Jalur Difabel, Unismuh Siapkan Beasiswa Rp5,9 Miliar
BUMM 2026 Buka Jalur Difabel, Unismuh Siapkan Beasiswa Rp5,9 Miliar
Menteri UMKM Beri Motivasi ke Mahasiswa FAI Unismuh Makassar, Tantang Jadi Wirausahawan Serta Generasi Pendobrak Hadapi Ketidakpastian
Menteri UMKM Beri Motivasi ke Mahasiswa FAI Unismuh Makassar, Tantang Jadi Wirausahawan Serta Generasi Pendobrak Hadapi Ketidakpastian
Dilirik Calon Mahasiswa Delapan Negara, Reputasi Internasional Unismuh Makassar Makin Menguat
Dilirik Calon Mahasiswa Delapan Negara, Reputasi Internasional Unismuh Makassar Makin Menguat
Bukan Sekadar Orientasi, LSIT FKIK Unismuh Ajarkan 644 Mahasiswa Baru Learning How to Learn
Bukan Sekadar Orientasi, LSIT FKIK Unismuh Ajarkan 644 Mahasiswa Baru Learning How to Learn

Populer

  • 1
    LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
  • 2
    Lima Tim Dance Terpilih Jadi Best Five di Honda DBL South Sulawesi 2026
  • 3
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 4
    Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
  • 5
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel

Ekonomi

  • Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
  • Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
    Dirut dan Manajemen Semen Tonasa Turun Langsung ke Toko, Serap Masukan Pelanggan dan Pantau Pasar
  • Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang
    Future Ready XLSMART Sudah Antar 850 Talenta Muda ke Dunia Kerja, Target 1.000 Orang

Peristiwa

  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID