Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Buktikan Hubungan Wakaf Uang dan Kebahagiaan, Hendriansyah Raih Gelar Doktor di UIKA Bogor

Rabu, 10 Juni 2026 13:06
Editor: diku
  • Bagikan
Hendriansyah, S.Si., M.M. dalam Sidang Promosi Doktor Terbuka Program Studi S3 Ekonomi Syariah UIKA Bogor

LUMINASIA.ID, BOGOR – Penelitian doktor terbaru dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor mengungkap bahwa wakaf uang tidak hanya berperan sebagai instrumen filantropi Islam, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya kebahagiaan dan kesejahteraan subjektif para wakif atau pemberi wakaf.


Temuan tersebut dipaparkan Hendriansyah, S.Si., M.M. dalam Sidang Promosi Doktor Terbuka Program Studi S3 Ekonomi Syariah UIKA Bogor yang digelar di Auditorium Rektorat UIKA pada 9 Juni 2026. Dalam sidang tersebut, Hendriansyah meraih gelar doktor dengan predikat Magna Cum Laude dan IPK 3,98.


Disertasinya yang berjudul “Studi Literasi Wakaf Uang dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Subjektif Wakif” meneliti hubungan antara literasi wakaf uang, tingkat kepercayaan terhadap lembaga wakaf, perilaku wakaf uang, dan kesejahteraan subjektif masyarakat Muslim Indonesia.


Penelitian yang melibatkan 440 responden Muslim Indonesia itu menunjukkan bahwa perilaku wakaf uang berkaitan dengan meningkatnya rasa bahagia, makna hidup, dan kesejahteraan subjektif para wakif.


“⁠Ternyata rasa bahagia dalam filantropi tidak selalu lahir dari pemberian langsung,” ujar Hendriansyah dalam pemaparannya.


Menurutnya, temuan tersebut menarik karena berbeda dengan pola sedekah langsung yang selama ini kerap diasosiasikan dengan kepuasan pemberi akibat melihat manfaat yang diterima penerima bantuan secara langsung. Pada wakaf uang, dana yang diberikan terlebih dahulu dikelola dan diproduktifkan sebelum hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan sosial.


Selain menemukan hubungan antara wakaf uang dan kesejahteraan subjektif, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap lembaga wakaf menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.


Penelitian itu juga menemukan adanya kecenderungan bias persepsi ketika seseorang merasa telah memahami wakaf dengan baik, padahal tingkat pemahaman objektifnya belum tentu tinggi.


Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of Islamic Accounting and Business Research (JIABR), jurnal internasional terindeks Scopus Q1 yang diterbitkan Emerald Publishing. Artikel tersebut berjudul “Waqf Literacy, Trust and Subjective Well-Being: Evidence of Cognitive Bias in Cash Waqf Participation” dengan DOI: 10.1108/JIABR-08-2025-0550.


Disertasi Hendriansyah dibimbing oleh H. Hendri Tanjung, M.M., M.H., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, dan Prof. Irfan Syauqi Beik, Ph.D. Sementara tim pengujinya terdiri atas Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin dan Dr. Ir. H. Amir Fikri, S.E., M.M., C.A.


Prof. Didin Hafidhuddin yang juga menjadi penguji dalam sidang tersebut menilai penelitian itu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan wakaf uang di Indonesia.


“Temuan ini memperkaya cara kita melihat wakaf. Wakaf bukan hanya instrumen penghimpunan dana umat, tetapi juga sarana membangun kebermaknaan, kepercayaan, dan kebahagiaan dalam kehidupan seorang Muslim,” katanya.


Penelitian tersebut juga menyoroti peran strategis wakaf uang dalam memperkuat sinergi antara sektor riil, sektor moneter, dan Islamic Social Finance. Melalui pengelolaan yang produktif, wakaf dinilai dapat menjadi jembatan antara sumber daya sosial umat dan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah serta manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


Menurut Hendriansyah, pembangunan ekonomi syariah tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan sektor keuangan atau aktivitas bisnis semata. Integrasi antara sektor riil, sektor moneter, dan instrumen keuangan sosial Islam diperlukan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang lebih merata.


“Wakaf bukan hanya soal memberi. Ada rasa bermakna, rasa terhubung, dan kebahagiaan yang juga dirasakan oleh pemberinya. Pada saat yang sama, wakaf juga memiliki potensi besar untuk menghubungkan kekuatan filantropi Islam dengan pembangunan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Selain aktif sebagai akademisi dan peneliti, Hendriansyah saat ini menjabat sebagai Vice President di PT Indosat Tbk. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi syariah, antara lain sebagai Nazhir dan Wakil Direktur Lembaga Wakaf Baitul Makmur, konsultan syariah, auditor halal, Dewan Pengawas Syariah koperasi, aktivis Ikatan Alumni Universitas Trisakti bidang Riset, Inovasi, dan Teknologi, serta Koordinator Unit ZISWAF Ikatan Alumni Kimia Universitas Andalas.


Sebelumnya, Hendriansyah juga masuk dalam Top 20 Finalist Annual Islamic Finance Conference 2024 yang diselenggarakan Kementerian Keuangan. Dalam forum tersebut, ia mempresentasikan gagasan pemanfaatan wakaf uang untuk mendukung skema pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis.


Temuan penelitian ini menambah perspektif baru dalam kajian filantropi Islam bahwa manfaat wakaf uang tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pemberinya. Di sisi lain, wakaf uang dinilai memiliki potensi besar sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.



Baca Juga

Cara Klaim Garansi Motor Honda di AHASS Mesin hingga Rangka, Ini Syarat dan Langkahnya
Cara Klaim Garansi Motor Honda di AHASS Mesin hingga Rangka, Ini Syarat dan Langkahnya
8 Tips Merawat Aki Kering Motor Honda, Bisa Awet hingga 3 Tahun
8 Tips Merawat Aki Kering Motor Honda, Bisa Awet hingga 3 Tahun
Ini 4 Peraih Penghargaan Favorit di Honda DBL South Sulawesi 2026, Pemain hingga Dancer
Ini 4 Peraih Penghargaan Favorit di Honda DBL South Sulawesi 2026, Pemain hingga Dancer
Pansus DPRD Makassar Targetkan Kesepakatan Skema Parkir Rampung 5 Oktober
Pansus DPRD Makassar Targetkan Kesepakatan Skema Parkir Rampung 5 Oktober
Gratis untuk Umum, Honda Bikers Day 2026 di Akkarena Bakal Hadirkan Last Child dan Ridwan Sau
Gratis untuk Umum, Honda Bikers Day 2026 di Akkarena Bakal Hadirkan Last Child dan Ridwan Sau
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini

Populer

  • 1
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • 2
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 3
    Dari Keluhan Konsumen, Mekanik AHASS Terus Asah Kemampuan
  • 4
    Deru Mesin Poliwako Bangun Talenta Muda di Tengah Gerak Hilirisasi
  • 5
    PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026

Ekonomi

  • Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
    Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
  • Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
    Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia

Peristiwa

  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID