LUMINASIA.ID, BOLA - Kiper timnas Swiss, Gregor Kobel, mengaku bangga akhirnya dipercaya sebagai penjaga gawang utama negaranya di ajang 2026 FIFA World Cup. Pemain berusia 28 tahun itu menilai pengalaman yang didapat saat menjadi pelapis pada Piala Dunia 2022 menjadi bekal penting hingga mampu mengemban status sebagai kiper nomor satu Swiss saat ini.
Menjelang laga babak 32 besar melawan Algeria national football team di Vancouver, Kobel mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
"Saya sangat bangga bisa bermain untuk Swiss. Piala Dunia selalu menjadi turnamen yang penuh emosi. Membela negara sendiri adalah sesuatu yang sangat istimewa. Karena itu saya sangat bangga dan bersyukur mendapatkan kesempatan ini," ujar Kobel.
Penjaga gawang Borussia Dortmund tersebut mengenang debutnya di Piala Dunia 2022 saat menghadapi Serbia national football team. Kala itu ia menggantikan kiper senior Yann Sommer yang mengalami cedera, membantu Swiss meraih kemenangan sekaligus lolos ke fase gugur.
"Empat tahun lalu saya mendapat pengalaman luar biasa melihat bagaimana atmosfer Piala Dunia. Sekarang situasinya berbeda dan saya senang dipercaya memegang kesempatan ini," katanya.
Setelah Sommer memutuskan pensiun dari tim nasional, Kobel resmi menjadi pilihan utama di bawah mistar. Meski mengakui gaya bermain mereka berbeda, ia tetap menjadikan Sommer sebagai sosok panutan.
"Yann dan saya adalah tipe penjaga gawang yang berbeda. Tetapi dia adalah seorang profesional sejati. Konsistensinya, disiplin dalam latihan, menjaga pola makan, dan terutama etos kerjanya benar-benar mengesankan," tutur Kobel.
Kini, Kobel merasa tugasnya bukan hanya melakukan penyelamatan, tetapi juga memberikan ketenangan bagi lini pertahanan Swiss.
"Sebagai kiper, kita tidak pernah tahu kapan akan dibutuhkan. Karena itu kita harus selalu siap. Saya ingin menggunakan pengalaman saya untuk memberikan rasa tenang dan membantu tim pada momen-momen penting," ujarnya.
Swiss memasuki fase gugur dengan rasa percaya diri tinggi. Kobel menilai timnya memiliki perpaduan ideal antara pemain berpengalaman dan talenta muda yang membuat mereka mampu bersaing dengan siapa pun.
"Kami memiliki tim yang sangat bagus. Ada kombinasi pengalaman, pemain muda, dan kualitas. Itulah kunci kesuksesan. Saya rasa kami bisa bersaing dengan tim mana pun," kata Kobel.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pertandingan sistem gugur selalu sulit diprediksi.
"Pada akhirnya, tidak ada yang tahu bagaimana pertandingan akan berjalan atau sejauh mana kami bisa melangkah. Yang bisa kami lakukan hanyalah memberikan segalanya di lapangan sampai peluit akhir berbunyi. Setelah itu, baru kita lihat hasilnya," tutupnya.

