LUMINASIA.ID, MEDAN – Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi di tingkat nasional melalui partisipasi aktif Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa bersama dua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai pembicara dalam sejumlah forum strategis pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.
Kepercayaan yang diberikan kepada Ketua TP PKK Kota Makassar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Muhammad Roem, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Helmy Budiman menjadi pengakuan atas berbagai inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, mulai dari pemberdayaan masyarakat, transformasi digital pelayanan publik, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, tampil sebagai pembicara dalam Ladies Program bertema "Perempuan Tangguh Penuh Percaya Diri" yang mempertemukan para Ketua TP PKK dari berbagai kota di Indonesia untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam forum tersebut, Melinda memaparkan program unggulan Pemerintah Kota Makassar di bidang pengelolaan sampah yang menitikberatkan perubahan perilaku masyarakat sebagai fondasi utama menciptakan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
"Kalau di hulu masyarakat belum mampu memilah sampah dan mengubah kebiasaan, maka TPA akan terus terbebani oleh sampah yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi berakhir di TPA," ujar Melinda.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Makassar dilakukan melalui pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat hingga tingkat RT dan RW.
"Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah," katanya.
Menurut Melinda, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029 melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
TP PKK Kota Makassar juga mengintegrasikan edukasi pemilahan sampah bersama Pokja Bunda PAUD agar kesadaran menjaga lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini.
"Melalui pendekatan tersebut, kesadaran menjaga lingkungan diharapkan dapat ditanamkan sejak usia dini sehingga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar Muhammad Roem dipercaya menjadi narasumber pada Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang digelar di Hotel Aryaduta Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Roem mempresentasikan inovasi LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar) yang mengintegrasikan layanan pengaduan masyarakat dengan seluruh perangkat daerah agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.
"Pada forum ini saya memaparkan tentang LONTARA+. Saya berbagi pengalaman mengenai bagaimana program ini berjalan di Kota Makassar," kata Roem.
Ia menjelaskan bahwa LONTARA+ merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
"Sehingga masyarakat kini lebih mudah menyampaikan pengaduan dan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait," lanjutnya.
Roem menambahkan bahwa transformasi digital melalui LONTARA+ semakin mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat karena berbagai layanan publik kini dapat diakses melalui satu platform.
"Dengan platform ini, kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik menjadi semakin dekat dengan masyarakat," tuturnya.
Di forum berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Helmy Budiman menjadi narasumber pada Forum Lingkungan Hidup Kota Seluruh Indonesia yang mengangkat tema "Dari Komitmen ke Aksi: Tangguh untuk Mempercepat Penurunan Emisi Demi Bumi Lestari."
Helmy memaparkan materi bertajuk "Transformasi Makassar Menuju Kota Rendah Emisi" yang menjelaskan berbagai langkah Pemerintah Kota Makassar dalam menekan emisi gas rumah kaca melalui pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan gedung hijau, pemanfaatan energi surya di sekolah, hingga penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik.
"Komitmen Pemerintah Makassar melalui berbagai program, di antaranya penurunan emisi gas rumah kaca, pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan gedung hijau, pemanfaatan energi surya di sekolah, hingga penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik," jelas Helmy.
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029 sekaligus mendukung pengembangan kota rendah emisi dan kota tangguh di kawasan Asia.
"Karena itu, kami terus mendorong pengelolaan lingkungan yang dimulai dari perubahan perilaku masyarakat agar mampu mewujudkan Makassar yang lebih bersih," pungkas Helmy.
Keikutsertaan Melinda Aksa bersama Muhammad Roem dan Helmy Budiman sebagai pembicara dalam Rakernas XVIII APEKSI 2026 memperkuat posisi Kota Makassar sebagai salah satu daerah yang aktif menghadirkan inovasi pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan berkelanjutan yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah kota di seluruh Indonesia.

