LUMIANSIA.ID, MAKASSAR - Pendamping delegasi dari 28 negara peserta Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 diajak merasakan langsung kekayaan budaya Sulawesi Selatan melalui kunjungan ke Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Rabu (24/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi budaya yang digelar Kementerian Luar Negeri bersama Pemerintah Kota Makassar untuk memperkenalkan warisan sejarah, tradisi, dan identitas budaya Sulawesi Selatan kepada komunitas internasional.
Rombongan yang didampingi Spouse of Director General of Information and Public Diplomacy Kementerian Luar Negeri, Sinta Ekawati Subolo, disambut Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama jajaran pengurus Dekranasda Kota Makassar.
Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan Tari Padduppa yang menjadi simbol penghormatan kepada tamu kehormatan.
Para tamu kemudian diajak mengenakan busana adat khas Sulawesi Selatan.
Delegasi perempuan tampil mengenakan baju bodo, sementara delegasi laki-laki menggunakan patonro’.
Momen tersebut disambut antusias oleh para tamu yang tampak berfoto bersama sambil mengagumi keunikan warna dan desain busana tradisional Sulawesi Selatan.
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan pengenalan busana adat merupakan salah satu cara memperkenalkan identitas budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat internasional.
“Melalui baju bodo dan patonro’, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat kami. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi kenangan yang berkesan bagi para tamu selama berada di Makassar,” ujar Melinda.
Selain mengenakan pakaian adat, para delegasi juga menikmati berbagai kue tradisional khas Makassar sembari menyaksikan pertunjukan seni dan tari tradisional.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Balla Lompoa untuk melihat berbagai peninggalan bersejarah Kerajaan Gowa yang masih terawat hingga saat ini.
Salah satu koleksi yang menarik perhatian para tamu adalah Salokoa, mahkota kebesaran Kerajaan Gowa yang menjadi simbol kejayaan kerajaan pada masanya.
Melinda Aksa turut mendampingi delegasi berkeliling museum sambil menjelaskan sejarah Kerajaan Gowa, nilai budaya yang diwariskan, serta berbagai koleksi penting yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Sulawesi Selatan.
Suami Duta Besar Uruguay, Edgar Coray, mengaku terkesan dengan kekayaan budaya yang ditampilkan selama kunjungan tersebut.
“Balla Lompoa ini tempat yang sangat menarik untuk melihat semua kekayaan ini, semua pakaian adat, dan semua tradisi ini. Sangat mengesankan. Sangat bagus,” katanya.
Kesan serupa disampaikan istri Duta Besar Venezuela, Lemaire Baetriz, yang memuji keramahan masyarakat Makassar serta keindahan budaya yang diperkenalkan selama kunjungan.
“Terima kasih Makassar atas keramahannya, makanannya yang lezat, budayanya yang indah, dan pakaiannya yang indah. Terima kasih,” ujarnya.
Melalui kunjungan ke Balla Lompoa, para delegasi tidak hanya diperkenalkan pada sejarah Kerajaan Gowa, tetapi juga diajak merasakan langsung kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang menjadi bagian penting dari diplomasi budaya Indonesia di mata dunia.

