LUMINASIA.ID, Jakarta – Pemerintah Israel dilaporkan menghapus pembahasan mengenai pengakuan genosida Armenia dari agenda pemungutan suara di Knesset setelah mendapat tekanan dari Azerbaijan.
Laporan tersebut diungkap Haaretz pada Minggu (19/7). Mengutip seorang sumber Israel, media itu menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diduga memblokir proses pemungutan suara setelah ada komunikasi dari penasihat politik senior Presiden Azerbaijan.
Menurut sumber tersebut, pejabat Israel juga memberikan jaminan kepada pihak Azerbaijan bahwa isu tersebut akan dihapus dari agenda parlemen.
Sebelumnya, pemerintah Israel dikabarkan telah menyetujui langkah untuk mengakui genosida Armenia pada bulan lalu. Namun, keputusan itu tidak pernah diajukan ke sidang pleno Knesset untuk memperoleh persetujuan legislatif.
Seorang sumber Israel yang diwawancarai Haaretz memperkirakan keputusan menghentikan proses tersebut diambil langsung oleh Netanyahu setelah adanya tekanan diplomatik dari Baku.
Hubungan Israel dan Azerbaijan selama ini dikenal sangat erat, terutama dalam bidang pertahanan, energi, dan kerja sama strategis. Azerbaijan merupakan salah satu pemasok energi penting bagi Israel, sementara Israel menjadi salah satu pemasok utama peralatan militer bagi Azerbaijan.
Isu pengakuan genosida Armenia telah lama menjadi topik sensitif dalam diplomasi Israel. Selama bertahun-tahun, berbagai upaya untuk mengesahkan pengakuan resmi di Knesset beberapa kali tertunda atau gagal karena pertimbangan hubungan luar negeri, termasuk dengan Azerbaijan dan Turki.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun pemerintah Azerbaijan terkait laporan Haaretz tersebut.


