LUMINASIA.ID, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Indonesia Timur melalui digitalisasi dan inovasi sektor keuangan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Makassar, Senin (28/7).
Menurut Adi, perkembangan teknologi keuangan menghadirkan peluang baru bagi pelaku UMKM untuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih cepat, efisien, dan inklusif. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan OJK adalah tokenisasi Real World Assets (RWA) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan rantai pasok komoditas unggulan daerah.
Pemanfaatan tokenisasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari resi gudang beras, produksi kakao, kontrak pembelian komoditas, hingga pembiayaan infrastruktur daerah. OJK juga telah meluluskan sejumlah penyelenggara melalui Regulatory Sandbox dengan model bisnis seperti tokenisasi emas, tokenisasi Surat Utang Negara melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin Rupiah, serta kustodian aset keuangan digital nonperdagangan.
Adi menegaskan, pengembangan pasar keuangan digital harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghadirkan inovasi teknologi.
"Pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi regional dan nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, OJK juga terus membangun ekosistem sektor keuangan melalui Program Pengembangan Ekosistem Keuangan Daerah yang mendukung agenda pembangunan, termasuk hilirisasi industri, ekonomi kreatif, dan pengembangan ekonomi lokal.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi langkah OJK dalam memperkuat sinergi pengembangan UMKM melalui digitalisasi keuangan. Menurutnya, transformasi digital dapat menjadi pendorong baru pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.
Fatmawati juga menekankan pentingnya pendampingan kepada pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan dan pencatatan keuangan usaha agar lebih mudah mengakses pembiayaan formal.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochamad Muchlasin, mengungkapkan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,88 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.
Menurutnya, pengembangan ekonomi daerah ke depan akan difokuskan pada hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, penguatan koordinasi antarlembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
FGD tersebut dihadiri perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pemerintah daerah, akademisi, industri jasa keuangan, hingga pelaku UMKM dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Melalui forum tersebut, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digitalisasi keuangan yang mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.



