LUMINASIA.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha 10 Bank Perekonomian Rakyat (BPR/BPRS) sepanjang Januari hingga Juli 2026. Terbaru, OJK menutup PT BPR Syariah Hasanah Mandiri di Depok, Jawa Barat, efektif 16 Juli 2026.
Pencabutan izin usaha tersebut ditetapkan melalui Keputusan OJK Nomor KEP-57/D.03/2026. Sejak tanggal tersebut, seluruh kantor BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan seluruh kegiatan operasional bank dihentikan.
Sepanjang Juli 2026, OJK juga mencabut izin usaha PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa di Jawa Timur (3 Juli) dan PT BPR Mataram Mitra Manunggal di Yogyakarta (7 Juli).
Sementara itu, sejak awal tahun, OJK telah lebih dulu menutup tujuh BPR lainnya yang tersebar di Sumatra Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.
Dilansir CNN Indonesia, OJK menegaskan bahwa proses penyelesaian hak dan kewajiban masing-masing bank akan dilakukan oleh tim likuidasi yang dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selama proses tersebut, direksi, dewan komisaris, maupun pemegang saham dilarang melakukan tindakan hukum atas aset dan kewajiban bank tanpa persetujuan tertulis dari LPS.
Daftar 10 BPR yang Ditutup hingga Juli 2026
- PT BPR Suliki Gunung Mas (Sumatra Barat) – 7 Januari 2026.
- PT BPR Prima Master Bank (Surabaya, Jawa Timur) – 27 Januari 2026.
- Perumda BPR Bank Cirebon (Jawa Barat) – 9 Februari 2026.
- PT BPR Kamadana (Bangli, Bali) – 18 Februari 2026.
- PT BPR Koperindo Jaya (Jakarta Pusat) – 9 Maret 2026.
- PT BPR Pembangunan Nagari (Agam, Sumatra Barat) – 31 Maret 2026.
- PT BPR Ceper Permata Artha (Klaten, Jawa Tengah) – 25 Juni 2026.
- PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa (Batu, Jawa Timur) – 3 Juli 2026.
- PT BPR Mataram Mitra Manunggal (Yogyakarta) – 7 Juli 2026.
- PT BPR Syariah Hasanah Mandiri (Depok, Jawa Barat) – 16 Juli 2026.



