Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Dari Skill Jadi Penghasilan, Appi Andalkan MCH Cetak Peluang Ekonomi Anak Muda Makassar

Kamis, 27 Agustus 2026 20:45
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi saat menjadi narasumber dalam program Talkshow Zona Inspirasi di Studio Redaksi Kompas TV, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Appi memaparkan inovasi digital Pemkot Makassar melalui Lontara Plus, super app yang mengintegrasikan layanan pemerintahan sekaligus menjadi kanal bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan.

 


LUMINASIA.ID, JAKARTA — Pemerintah Kota Makassar mendorong Makassar Creative Hub (MCH) tidak berhenti sebagai ruang berkegiatan bagi anak muda, tetapi berkembang menjadi tempat untuk mengubah keterampilan dan kreativitas menjadi peluang ekonomi.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan, potensi anak muda Makassar cukup besar, namun membutuhkan ruang, fasilitas, akses dan ekosistem agar kemampuan tersebut dapat berkembang menjadi kegiatan produktif dan menghasilkan pendapatan.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menjadi narasumber program Zona Inspirasi: Program Unggulan Pemkot Makassar yang disiarkan secara live dari Studio Redaksi Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

“Di Kota Makassar ini banyak sekali potensi yang luar biasa dimiliki anak muda. Hadirnya MCH menjadi ruang skill dan kemampuan yang bisa dikembangkan,” ujar Munafri.

Baca: Lontara Plus Satukan 358 Aplikasi, Warga Makassar Kini Bisa Sampaikan Aduan Tanpa Datang ke Kantor Pemerintah

Menurutnya, pemerintah memiliki peran untuk membuka akses agar keterampilan yang dimiliki anak muda tidak berhenti sebagai kemampuan personal.

Melalui MCH, Pemkot Makassar ingin mempertemukan anak muda dengan fasilitas, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha hingga pemberi kerja.

“Makassar Creative Hub kita hadirkan untuk memberikan peluang, ruang, dan kesempatan kepada anak-anak Makassar untuk upskill, menjadi lebih pintar, memanfaatkan kreativitas, dan masuk ke industri kreatif,” jelas Appi.

Gratis, tetapi diarahkan menghasilkan

Salah satu strategi yang diterapkan Pemkot Makassar adalah membuka fasilitas MCH seluas-luasnya kepada masyarakat tanpa biaya.

Munafri menegaskan, fasilitas yang dibangun pemerintah tersebut harus benar-benar digunakan untuk menghasilkan aktivitas yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kami Pemerintah kota sudah siapkan ruang. Silakan dipergunakan fasilitasnya. Tanpa ada bayaran,” tegasnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membuka kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat.

MCH tidak ingin hanya menjadi bangunan atau ruang berkumpul, tetapi harus menjadi tempat lahirnya gagasan, kreativitas, inovasi dan kegiatan ekonomi baru.

Munafri mengatakan, respons masyarakat terhadap keberadaan MCH juga cukup besar meski program tersebut baru berjalan sekitar dua tahun.

“Ini berjalan baru dua tahun, tetapi respons dan animo masyarakat kalangan anak muda, sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tujuan MCH bukan sekadar memberikan tempat untuk berkegiatan, tetapi mendorong masyarakat yang sudah memiliki keterampilan agar mampu mengembangkan keahlian tersebut menjadi sumber pendapatan.

Baca: Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta

Karena itu, MCH juga diarahkan untuk mendukung inkubasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan keterampilan serta pembentukan jejaring usaha.

Menurut Munafri, keterampilan tidak akan memberikan dampak ekonomi secara maksimal apabila seseorang tidak memiliki akses untuk mengembangkan dan memasarkan kemampuannya.

Sebaliknya, ketika keterampilan dipertemukan dengan fasilitas, akses, komunitas dan pasar, peluang untuk berkembang menjadi pelaku usaha akan semakin terbuka.

“Pada saat mereka mampu membangun bisnis melalui akses yang diberikan oleh pemerintah, tentu mereka akan mendapatkan pendapatan,” tuturnya.

“Itu yang kita harapkan, supaya ada efek dan dampak multiplier dari kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kota,” sambung Appi.

Dampak tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh individu yang memanfaatkan MCH, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Menjembatani skill dan kebutuhan dunia kerja

Selain mendorong kewirausahaan, MCH juga diarahkan untuk menjawab persoalan lain yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Munafri menilai, persoalan pekerjaan tidak selalu terjadi karena lapangan kerja tidak tersedia.

Salah satu persoalannya adalah ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kadang-kadang pekerja itu bukan susah, tetapi tidak match dengan apa yang kita miliki dan apa yang dimiliki dengan peluang yang ada,” katanya.

Karena itu, MCH diharapkan menjadi salah satu ruang yang dapat mempertemukan keterampilan anak muda dengan kebutuhan industri.

Anak muda dapat meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan dunia kerja, sementara pelaku usaha dan pemberi kerja memiliki akses terhadap sumber daya manusia yang kompetensinya lebih sesuai dengan kebutuhan.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemkot Makassar membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah.

Dari ruang kreatif menuju klaster ekonomi

Aktivitas MCH, kata Munafri, juga tidak hanya menyasar kegiatan lokal.

Sejumlah kegiatan yang berlangsung telah mencakup skala lokal, nasional hingga internasional.

“Sudah ada kegiatan lokal, kegiatan nasional, dan kegiatan internasional,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menurut Munafri menjadi peluang bagi Makassar untuk mengembangkan klaster ekonomi kreatif.

“Artinya, untuk mendapatkan di Kota Makassar itu, kita sudah bisa membuat satu klaster ekonomi kreatif,” ujarnya.

Melalui klaster tersebut, pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat saling terhubung, bertukar pengetahuan, membangun kolaborasi dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Pemkot Makassar juga tidak ingin konsep creative hub hanya bergantung pada satu bangunan milik pemerintah.

Pengembangannya dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta, pusat perbelanjaan, komunitas maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Dengan menggandeng pihak lain, ruang-ruang kreatif dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” terangnya.

Salah satu pengembangan dilakukan melalui kerja sama pemanfaatan fasilitas di salah satu pusat perbelanjaan di Makassar.

Target lima tahun, menjangkau 15 kecamatan

Ke depan, konsep creative hub juga direncanakan diperluas hingga tingkat kecamatan.

Makassar memiliki 15 kecamatan yang menjadi sasaran pengembangan ruang kreatif secara bertahap.

Munafri menyadari target tersebut tidak dapat diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

“Kami punya 15 kecamatan. Berjalannya di semua kecamatan harus dimiliki. Walaupun kita melaksanakan ini dalam rentang waktu lima tahun,” jelasnya.

Menurutnya, setiap creative hub nantinya tidak harus memiliki konsep yang sama.

Masing-masing wilayah dapat mengembangkan tema dan karakter sesuai dengan potensi masyarakat setempat.

Namun, seluruh ruang tersebut tetap diarahkan menjadi tempat literasi, interaksi, kreativitas dan pengembangan aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Munafri menilai, ruang publik kreatif memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar tempat berkumpul.

Ruang tersebut dapat menjadi tempat belajar, berinteraksi, berkolaborasi, meningkatkan keterampilan hingga menciptakan kegiatan ekonomi.

“Sehingga ke depan bisa memberikan dampak langsung terhadap proses pembangunan,” ujarnya.

Dikaitkan dengan kesejahteraan masyarakat

Bagi Pemkot Makassar, pengembangan ekonomi kreatif melalui MCH pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Munafri melihat adanya hubungan antara peningkatan keterampilan, kesempatan kerja, kewirausahaan dan pendapatan masyarakat.

Karena itu, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri.

“Semoga bisa menjadi akses dan memudahkan serta mendatangkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” harapnya.

Dengan pendekatan tersebut, MCH diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang mempertemukan talenta, keterampilan, pendidikan, dunia kerja, kewirausahaan dan industri kreatif.

Munafri berharap anak muda Makassar tidak hanya menjadi pengguna fasilitas, tetapi berkembang menjadi pencipta karya, inovator dan pelaku usaha.

“Kita ingin, Makassar Creative Hub ini menjadi ruang kolaborasi Makassar untuk menciptakan langsung peluang, minat, bakat generasi muda di Makassar,” tutup Munafri. (*)

Tags: Makassar Creative Hub Munafri Arifuddin Pemkot Makassar

Baca Juga

Lontara Plus Satukan 358 Aplikasi, Warga Makassar Kini Bisa Sampaikan Aduan Tanpa Datang ke Kantor Pemerintah
Lontara Plus Satukan 358 Aplikasi, Warga Makassar Kini Bisa Sampaikan Aduan Tanpa Datang ke Kantor Pemerintah
Ini 14 Titik Demo Tersebar di Makassar 27 Agustus, Sejumlah Ruas Jalan Berpotensi Terdampak
Ini 14 Titik Demo Tersebar di Makassar 27 Agustus, Sejumlah Ruas Jalan Berpotensi Terdampak
Maulid Akbar Pemkot Makassar di Paotere Libatkan Nelayan hingga RT/RW,
Maulid Akbar Pemkot Makassar di Paotere Libatkan Nelayan hingga RT/RW,
MCH Jadi Modal Makassar Masuk Jejaring Inovasi Digital Global
MCH Jadi Modal Makassar Masuk Jejaring Inovasi Digital Global
Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta
Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta
Wali Kota Munafri Ultimatum Camat, Sepekan Validasi Data Penerima Iuran Sampah Gratis Harus Selesai
Wali Kota Munafri Ultimatum Camat, Sepekan Validasi Data Penerima Iuran Sampah Gratis Harus Selesai

Populer

  • 1
    VIDEO: Pesawat Cassa TNI Tergelincir di Bandara Hasanuddin Makassar, Kini Sudah Dievakuasi
  • 2
    Lowongan Kerja: Honda Asmo Sulsel Cari Karyawan, Kepala Bengkel dan Team Leader
  • 3
    Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta
  • 4
    25 Agustus Libur Apa? Ini Penjelasan Serta Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama 2026
  • 5
    Semen Tonasa Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Korban Gempa di Manggarai Barat

Ekonomi

  • Morgan Stanley Tembus 5 Persen Kepemilikan Saham GOTO, Borong 3,79 Miliar Saham
    Morgan Stanley Tembus 5 Persen Kepemilikan Saham GOTO, Borong 3,79 Miliar Saham
  • Haka Auto Perluas Jaringan BYD-Denza, Lima Dealer Baru Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jatim
    Haka Auto Perluas Jaringan BYD-Denza, Lima Dealer Baru Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jatim
  • BYD M6 Tembus 26 Ribu Keluarga, M6 DM Perkuat Pilihan Mobilitas Elektrifikasi di Jawa Timur
    BYD M6 Tembus 26 Ribu Keluarga, M6 DM Perkuat Pilihan Mobilitas Elektrifikasi di Jawa Timur

Peristiwa

  • Pertamina Dorong Pengelolaan Sampah Kolakaasi Lebih Efektif lewat Sarana Operasional
    Pertamina Dorong Pengelolaan Sampah Kolakaasi Lebih Efektif lewat Sarana Operasional
  • Pelabuhan Kendari Diproyeksikan Jadi Simpul Logistik Nikel dari Hulu hingga Hilir
    Pelabuhan Kendari Diproyeksikan Jadi Simpul Logistik Nikel dari Hulu hingga Hilir
  • Tiba di Lokasi Bencana Gempa NTT Prabowo Langsung Pimpin Rapat, Setujui Gudang Logistik Bencana di Tiap Daerah
    Tiba di Lokasi Bencana Gempa NTT Prabowo Langsung Pimpin Rapat, Setujui Gudang Logistik Bencana di Tiap Daerah
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID