LUMINASIA.ID, SURABAYA - PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) memperkuat peran nakhoda sebagai pemimpin utama di atas kapal melalui program In House Training (IHT) bertajuk Leadership Program for Captain: Navigate to Excellence yang digelar di Surabaya, Makassar, dan Belawan pada Juli hingga Agustus 2026.
Program tersebut diikuti 73 nakhoda kapal tunda dari Regional 1, 3, dan 4 dengan fokus pada penguatan kemampuan kepemimpinan di atas kapal sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan (safety culture) sekaligus mendukung keandalan operasional perusahaan.
Dalam pelaksanaan program, Pelindo Marine menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, manajemen, dan regulator untuk memperkaya wawasan para peserta. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan yang dipetakan melalui survei pelaksanaan program IHT sebelumnya agar pengembangan kompetensi kepemimpinan nakhoda lebih tepat sasaran dan relevan dengan tantangan operasional.
Dalam pelaksanaan IHT di Surabaya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, memberikan perspektif mengenai peran strategis nakhoda dalam membangun budaya keselamatan di atas kapal.
“Nakhoda sebagai pemimpin menentukan arah. Sikap nakhoda menentukan keselamatan, baik jiwa, aset, maupun barang, bukan hanya ucapan dan teori, tetapi wajib dijalankan sesuai peraturan yang berlaku karena menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran,” ujar Agustinus Maun.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine, Lia Indi Agustiana, mengatakan program IHT bagi pelaut telah berjalan konsisten selama tiga tahun dan mendapat respons positif dari peserta.
“Program ini memberikan ruang bagi para nakhoda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pelindo Marine dalam membangun SDM maritim yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada keselamatan,” jelas Lia.
Penguatan kemampuan kepemimpinan tersebut juga dirasakan langsung oleh peserta. Nakhoda KT. Hang Tuah IV, Abdul Rahman Ali, menilai materi teknik pemberian feedback konstruktif serta coaching dan empowering tim memberikan bekal penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dan meningkatkan kinerja kru di atas kapal.
“Materi ini sangat bermanfaat untuk membantu saya membangun komunikasi yang lebih baik dengan kru serta menciptakan kerja sama tim yang lebih solid dalam mendukung operasional kapal,” ujarnya.
Pelindo Marine menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pelaut, khususnya nakhoda sebagai pemimpin utama di atas kapal, melalui penyelenggaraan IHT yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, penguatan kapasitas nakhoda tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis dalam menjalankan operasional kapal, tetapi juga kepemimpinan yang mampu membangun komunikasi, kerja sama tim, dan kesadaran keselamatan di lingkungan kerja kapal.



