LUMINASIA.ID, MAKASSAR — PT Pelindo Jasa Maritim memperkuat penerapan budaya Safety Excellence dalam kegiatan operasional pemanduan di wilayah Samarinda dan sekitarnya dengan menekankan penerapan risk control dan Stop Work Authority (SWA).
Penguatan tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja (management walkthrough) Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim ke sejumlah fasilitas operasional dan stasiun pemanduan pada 18 Agustus 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memastikan kebijakan keselamatan tidak hanya dipahami di tingkat manajemen, tetapi diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Baca: Pelindo Jasa Maritim Catat Pertumbuhan Pendapatan 12 Persen hingga Juli 2026
Pendekatan keselamatan diarahkan pada risk control, yakni bagaimana setiap potensi risiko dapat dikenali, dikendalikan, dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kejadian.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik mengunjungi Stasiun Pandu Muara Pegah pada hari pertama.
Di lokasi tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap kesiapan stasiun radio, dermaga apung, serta personel pandu yang sedang melaksanakan tugas jaga.
Pemeriksaan secara langsung dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi aktual di lapangan sekaligus memastikan sarana pendukung operasional dapat berfungsi dengan baik.
Kesiapan personel juga menjadi perhatian untuk memastikan pelayanan pemanduan dapat dilaksanakan secara aman dan andal.
Kunjungan lapangan tersebut juga menjadi ruang dialog antara manajemen dengan personel di lapangan untuk menyampaikan berbagai kondisi, kebutuhan, serta masukan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Pandu Mahulu.
Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim, Warsilan, menyampaikan bahwa kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memastikan fasilitas dan sumber daya yang tersedia mampu mendukung kegiatan pemanduan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa fasilitas dan sumber daya yang tersedia benar-benar mampu mendukung pelaksanaan kegiatan pemanduan. Kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan, terutama karena karakteristik operasi pemanduan di Samarinda sangat dinamis dan membutuhkan kesiapan personel maupun fasilitas secara berkesinambungan,” ujar Warsilan.
Penguatan budaya keselamatan juga dilakukan melalui penerapan Stop Work Authority (SWA).
SWA merupakan hak dan kewajiban setiap pekerja atau kontraktor untuk menghentikan suatu kegiatan kerja ketika melihat kondisi atau perilaku yang tidak aman.
Penerapan SWA menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, supervisor, atau petugas keselamatan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap orang yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Melalui SWA, setiap pekerja diberikan ruang untuk mengambil tindakan ketika melihat risiko yang belum terkendali.
Baca: Pelindo Raih Apresiasi Pemprov Sulsel atas Dukungan Mudik Gratis 2026
Pekerjaan dapat dihentikan sementara untuk dilakukan penilaian ulang terhadap kondisi dan efektivitas pengendalian risiko sebelum keputusan untuk melanjutkan pekerjaan diambil.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arahan strategis Danantara untuk memperkuat pergeseran dari paradigma accident prevention menuju risk control.
Fokusnya bukan sekadar mencari siapa yang salah ketika terjadi suatu kejadian, tetapi memastikan kondisi, risiko, critical control, keputusan, dan pembelajaran dapat dikelola secara sistematis.
PT Pelindo Jasa Maritim juga berkomitmen memastikan isu terkait sarana stasiun, perangkat komunikasi, APD, dan fasilitas pendukung lainnya tidak berhenti sebagai catatan, tetapi ditutup dan diverifikasi penyelesaiannya.
“Melalui kunjungan lapangan di Samarinda, dialog bersama personel, serta penguatan penerapan SWA dan risk control, PT Pelindo Jasa Maritim terus berkomitmen membangun operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan, dengan memastikan keselamatan menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan. Kita berangkat bersama. Kita pulang bersama,” ujar Warsilan selaku Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim seraya menutup rangkaian kegiatan management walkthrough.
Tentang Pelindo Jasa Maritim
PT Pelindo Jasa Maritim atau yang disingkat dengan PJM merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 pasca integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
PT Pelindo Jasa Maritim telah berpengalaman dengan mengelola lima klaster bisnis, yaitu jasa layanan marine, jasa peralatan pelabuhan (Equipments), jasa galangan, pengerukan (dredging solution), dan jasa utilitas kepelabuhanan (Port Services).
Wilayah operasional PJM mencakup seluruh Nusantara yang terbentang dari Malahayati hingga Merauke.
PJM juga terbuka untuk kerja sama dan bersinergi dalam dukungan layanan dengan mitra strategis baik untuk entitas domestik maupun luar negeri.
PJM saat ini mengelola 8 (delapan) anak perusahaan yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (JAI), PT Pelindo Marine Service (PMS), PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), PT Pelindo Solusi Maritim (PSM), PT Intan Sejahtera Utama (ISMA) dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI).
PJM juga memiliki 2 cucu perusahaan yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dan PT Pelindo Energi Logistik (PEL).



