Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Respon Antrean BBM, Appi Berlakukan Sekolah Daring di Makassar Mulai 12 September

Jumat, 11 September 2026 22:42
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman


LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengambil langkah taktis untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan memberlakukan pembelajaran daring bagi peserta didik mulai jenjang PAUD, SD hingga SMP.

Kebijakan tersebut mulai berlaku Sabtu (12/9/2026) dan akan diterapkan selama beberapa hari ke depan dengan evaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi antrean dan pasokan BBM.

"Saya sudah instruksikan ibu Kadis Pendidikan keluarkan edaran agar siswa PAUD sampai SMP sekolah daring, mulai besok," ujar Appi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Appi, kebijakan pembelajaran daring merupakan respons Pemerintah Kota Makassar terhadap berbagai aspirasi dan masukan masyarakat, khususnya para orang tua murid yang turut merasakan dampak dari kondisi antrean BBM.


Baca: Kawal Keluhan Warga, Appi Temui Petinggi Pertamina dan Minta Semua Nozzle SPBU Diaktifkan


"Langkah ini bagian dari respons Pemkot Makassar terhadap berbagai aspirasi dan masukan masyarakat, khususnya para orang tua murid yang turut merasakan dampak dari kondisi antrean BBM," tambah Appi.

Ia mengatakan, panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU telah berdampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar.

Karena itu, pembelajaran dari rumah dinilai dapat mengurangi pergerakan kendaraan pada jam-jam sekolah, terutama aktivitas antar-jemput siswa.

"Melalui kebijakan ini, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah, sehingga mobilitas kendaraan pada jam-jam sekolah dapat kita tekan," jelasnya.


Baca: Viral Soal Wajib Tunjukkan STNK untuk Beli BBM Subsidi, Pertamina Beri Klarifikasi


Appi berharap penyesuaian sementara tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan BBM harian masyarakat sekaligus mengurai kepadatan kendaraan yang menumpuk di sejumlah titik SPBU.

"Ini kita lakukan sebagai langkah taktis untuk merespons kondisi antrean BBM yang terjadi. Kita ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi di sisi lain mobilitas yang tidak terlalu mendesak bisa kita tekan sementara," terang Appi.

Menurutnya, penerapan pembelajaran daring bukan berarti menghentikan proses pendidikan. Kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan sistem daring sehingga peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan dari rumah.

Appi menegaskan, penerapan sekolah daring selama beberapa hari ke depan diharapkan dapat mengurangi mobilitas kendaraan secara signifikan, terutama pada jam-jam sibuk, tanpa mengganggu pelayanan publik yang bersifat penting dan mendesak.

"Edaran akan berlaku mulai 12 September 2026 hingga beberapa hari ke depan, dengan evaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi antrean dan pasokan BBM," tuturnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut bersifat sementara sembari menunggu kondisi distribusi dan ketersediaan BBM kembali normal.

Dengan berkurangnya mobilitas pelajar dan sebagian aktivitas masyarakat, pemerintah berharap konsumsi BBM harian dapat ditekan sekaligus membantu mengurangi penumpukan kendaraan di SPBU.

"Ini upaya Pemkot Makassar untuk merespons langsung kondisi yang dirasakan masyarakat," tutup Appi.

Sebelumnya, Appi mencari solusi persoalan antrean BBM melalui pertemuan dengan jajaran PT Pertamina Regional Sulawesi di Kantor Pertamina, Jalan Garuda, Makassar, Jumat (11/9/2026).

Usai pertemuan tersebut, Appi turun langsung meninjau kondisi sejumlah SPBU di lapangan. Salah satu SPBU yang didatanginya berada di Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Makassar tengah menyiapkan surat edaran terkait penerapan pembelajaran daring bagi peserta didik sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan penyusunan edaran tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Appi.

Achi menyebut kebijakan pembelajaran daring menjadi salah satu langkah taktis pemerintah untuk merespons kondisi antrean BBM yang berdampak terhadap mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas antar-jemput pelajar.

"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami sedang menyusun edaran untuk penerapan pembelajaran daring sebagai respons terhadap kondisi antrean BBM," kata Achi.

Menurutnya, kebijakan tersebut disiapkan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung, namun mobilitas pelajar dan orang tua menuju sekolah dapat dikurangi sementara waktu.

Achi mengatakan teknis pelaksanaan pembelajaran daring akan diatur dalam surat edaran yang segera dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

"Yang terpenting proses pendidikan tetap berjalan. Penyesuaian ini dilakukan untuk merespons kondisi yang sedang kita hadapi saat ini," tukas Achi.

Tags: antre BBM Munafri Arifuddin Pemkot Makassar


Baca Juga

Viral Video Dua Pria Berkelahi Saat Antre BBM, Pertamina Ungkap Penyebabnya
Viral Video Dua Pria Berkelahi Saat Antre BBM, Pertamina Ungkap Penyebabnya
Kawal Keluhan Warga, Appi Temui Petinggi Pertamina dan Minta Semua Nozzle SPBU Diaktifkan
Kawal Keluhan Warga, Appi Temui Petinggi Pertamina dan Minta Semua Nozzle SPBU Diaktifkan
Sukses Komitmen Pemerataan Pendidikan dan Revitalisasi Sekolah Kepulauan, Appi Raih Penghargaan
Sukses Komitmen Pemerataan Pendidikan dan Revitalisasi Sekolah Kepulauan, Appi Raih Penghargaan
Bukit Baruga Berpeluang Jadi Percontohan Urban Farming Terintegrasi di Makassar
Bukit Baruga Berpeluang Jadi Percontohan Urban Farming Terintegrasi di Makassar
12.939 Warga Makassar Sudah Terima Bantuan Air Bersih, Ini Cara Minta Bantuan
12.939 Warga Makassar Sudah Terima Bantuan Air Bersih, Ini Cara Minta Bantuan
Sudah 221 Perumahan Serahkan PSU ke Pemkot Makassar, Nilai Aset Capai Rp6,93 Triliun
Sudah 221 Perumahan Serahkan PSU ke Pemkot Makassar, Nilai Aset Capai Rp6,93 Triliun

Populer

  • 1
    Antrean SPBU Makassar Mengular, Ini Cara Pertamina Atasi Masalah
  • 2
    PJM Perkuat Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Pelabuhan Banten dan Panjang
  • 3
    Honda CT125 Andalkan Mesin 125 cc dan Kapasitas Bagasi hingga 20 Kg, Ini Spesifikasi dan Harganya
  • 4
    Mengenal Honda DBL 2026, Kompetisi Basket Pelajar yang Digelar di Makassar
  • 5
    Honda Bikers Day 2026 Rangkul Bikers Lintas Generasi, Makassar Jadi Salah Satu Kota Regional

Ekonomi

  • KIMA Bentangkan Sayap ke Sumatera, Kelola Jaringan Fiber Optik di Kawasan Industri Medan
    KIMA Bentangkan Sayap ke Sumatera, Kelola Jaringan Fiber Optik di Kawasan Industri Medan
  • Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur, Bawa Fitur AI dan Kamera untuk Bebaskan Kreativitas Anak Muda
    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur, Bawa Fitur AI dan Kamera untuk Bebaskan Kreativitas Anak Muda
  • Pelindo Marine Perkuat Peran Nakhoda sebagai Penentu Budaya Keselamatan Kapal
    Pelindo Marine Perkuat Peran Nakhoda sebagai Penentu Budaya Keselamatan Kapal

Peristiwa

  • Pemkot Tangerang Minta Warga Waspadai Abu Vulkanik, Masker Dipakai Secukupnya
    Pemkot Tangerang Minta Warga Waspadai Abu Vulkanik, Masker Dipakai Secukupnya
  • Wall Street Tutup Hari Ini, Investor AS Kembali Berdagang Selasa
    Wall Street Tutup Hari Ini, Investor AS Kembali Berdagang Selasa
  • Gas SO2 Anak Krakatau Meluas, BMKG Ingatkan Warna Peta Satelit Bukan Indikator Bahaya di Permukaan
    Gas SO2 Anak Krakatau Meluas, BMKG Ingatkan Warna Peta Satelit Bukan Indikator Bahaya di Permukaan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID