LUMINASIA.ID, MAKASSAR - PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), anggota Holding BUMN Danareksa, memperluas pengelolaan jaringan kabel fiber optik (FO) hingga ke Kawasan Industri Medan (KIM), Sumatera Utara, melalui kerja sama dengan PT Kawasan Industri Medan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor PT KIM, Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarperusahaan pengelola kawasan industri dalam Holding BUMN Danareksa.
MoU tersebut ditandatangani Plt. Direktur Utama PT KIMA R.B Alexander Chandra Irawan dan Direktur Utama PT KIM Alif Usman Amin, disaksikan jajaran Dewan Komisaris dan manajemen kedua perusahaan.
Alexander mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang PT KIMA dalam memperkuat ekosistem infrastruktur digital di kawasan industri nasional.
"Kolaborasi dengan PT KIM ini mencerminkan arah pertumbuhan PT KIMA ke depan, yakni terus hadir memberikan nilai tambah bagi ekosistem kawasan industri di berbagai wilayah. Kami meyakini sinergi antar-BUMN seperti ini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital dan menjawab kebutuhan konektivitas industri nasional secara berkelanjutan," ujar Alexander dalam rilisnya.
Menurut Alexander, kerja sama tersebut sekaligus memperluas kehadiran PT KIMA hingga ke Pulau Sumatera, dari timur ke barat, serta melanjutkan penguatan sinergi antarperusahaan pengelola kawasan industri yang tergabung dalam Holding BUMN Danareksa.
Melalui kesepakatan tersebut, PT KIMA akan menjadi mitra PT KIM dalam memberikan pendampingan atas perencanaan pembangunan jalur kabel FO serta melakukan pengelolaan bersama jaringan tersebut setelah dilakukan kajian oleh kedua belah pihak.
Sementara itu, Direktur Utama PT KIM Alif Usman Amin mengatakan fiber optik merupakan bisnis strategis yang berpotensi memberikan manfaat bagi kedua perusahaan.
"Jadi fiber optik ini kan bisnis strategis, memberikan manfaat besarlah kepada kedua perusahaan. Jadi kalau dengan adanya kerja sama ini, tentu besar harapannya, potensi-potensi terkait dengan bisnis IT, fiber optik, ini bisa segera kita tangkap," ujar Alif.
Menurut Alif, kerja sama tersebut juga sejalan dengan arahan pemegang saham agar kawasan industri secara bertahap mengembangkan bisnis utilitas dan tidak hanya mengandalkan bisnis konvensional.
"Nah karena KIMA ini yang memiliki izin Jartup, tentu arahan dari Holding Danareksa agar semua kawasan industri under Danareksa ini melakukan kerja sama dengan PT KIMA. Nah PT KIM menangkap peluang ini," ujarnya.
Ia berharap sinergi tersebut memberikan manfaat bagi PT KIM, PT KIMA, maupun Holding BUMN Danareksa.
Pada tahap awal, jaringan FO yang menjadi cakupan kerja sama diperkirakan sepanjang sekitar 35 kilometer di area Kawasan Industri Medan.
Cakupan tersebut berpotensi diperluas secara bertahap seiring dengan perkembangan kawasan dan kebutuhan konektivitas digital para tenant.
Ke depan, seluruh Internet Service Provider (ISP) yang beroperasi di Kawasan Industri Medan diharapkan dapat bermigrasi dan memanfaatkan layanan FO hasil kerja sama tersebut.
Langkah itu ditujukan untuk mendukung kebutuhan layanan internet yang lebih andal bagi para tenant yang beraktivitas di dalam kawasan industri.
Kerja sama dengan PT KIM juga menambah daftar kawasan industri di lingkungan Holding BUMN Danareksa yang menjalin kerja sama pengelolaan FO dengan PT KIMA.
Sebelumnya, PT KIMA telah bekerja sama dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Jakarta Utara.
PT KIMA sendiri menjadi inisiator skema bisnis penyewaan kabel FO sebagai bentuk kolaborasi ekosistem kawasan industri di lingkungan Holding Kawasan Industri.
Secara umum, kerja sama dengan PT KIM mencakup pendampingan teknis, kajian bersama, serta pengelolaan operasional jaringan kabel FO.
Ruang lingkup tersebut juga terbuka untuk dikembangkan ke bentuk kolaborasi lain yang saling menguntungkan sepanjang sesuai dengan kebijakan internal kedua perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kerja sama ini menjadi wujud sinergi antar-anak perusahaan Holding BUMN Danareksa dalam mendukung penguatan infrastruktur digital di kawasan industri nasional.
Dengan pengalaman PT KIMA dalam pengelolaan infrastruktur kawasan industri di Makassar, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan konektivitas digital bagi para tenant di Kawasan Industri Medan.
Kedua perusahaan selanjutnya akan menindaklanjuti MoU melalui pembahasan teknis lebih lanjut, termasuk penyusunan perjanjian kerja sama operasional serta tahapan implementasi jaringan FO di lapangan.



