Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

12.939 Warga Makassar Sudah Terima Bantuan Air Bersih, Ini Cara Minta Bantuan

Rabu, 9 September 2026 15:17
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, termasuk Direksi PDAM untuk terus memperkuat penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang.


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Sebanyak 12.939 jiwa di Kota Makassar telah menerima bantuan air bersih dari Pemerintah Kota Makassar di tengah kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, bantuan tersebut telah disalurkan sebanyak 49 rit dengan total penerima manfaat mencapai 3.802 kepala keluarga (KK) atau 12.939 jiwa.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama Perusda, termasuk PDAM, untuk terus memperkuat distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.

Appi meminta penyaluran dilakukan secara rutin setiap hari, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

"Langkah-langkah strategis yang kita siapkan dan jalankan bagimana siapkan air tanki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di pemukiman warga. Dan ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu, dan terus menerus kita pasok air gratis untuk warga," ujar Appi, Rabu (9/9/2026).

"Sekarang dijalankan oleh SKPD terkait dipimpin BPBD, didalamnya adaDamkarmat, DLH, PU, mendatangkan armada mobil tangki air ke permukiman warga," sambung Appi.

Menurutnya, Pemkot Makassar mengerahkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Distribusi dilakukan secara kolaboratif melalui sejumlah instansi dan telah berjalan di berbagai wilayah Kota Makassar.

Appi meminta masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui kelurahan masing-masing atau pihak kecamatan.

Pelaporan tersebut diperlukan agar pemerintah dapat memetakan titik-titik yang mengalami kekeringan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.

"Kami berharap warga masyarakat yang membutuhkan kebutuhan air bersih melapor ke lurah masing-masing untuk memastikan di mana titik-titik yang akan diantarkan air kebutuhan air ini di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkannya," imbuh Appi.

Distribusi Air Bersih Menjangkau 175 Titik

Pemkot Makassar melalui BPBD telah melakukan distribusi air bersih tanggap darurat bencana sejak bulan lalu.

Penyaluran air bersih yang sebelumnya dilakukan di 50 titik kini bertambah menjadi 175 titik setiap hari kepada warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Appi memastikan distribusi akan terus dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

BPBD saat ini telah menerapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sehingga penyaluran air bersih dilakukan secara intensif setiap hari.

"Kolaborasi BPBD dengan instansi lain seperti PMI, PDAM, setiap hari lebih dari puluhan titik sudah menyalurkan air bersih ke tengah-tengah warga Kota Makassar setiap harinya," ungkapnya.

PDAM juga telah mengerahkan armada tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah menurunnya ketersediaan air baku.

"PDAM dengan berbagai macam, dengan begitu banyak armada sudah mulai turun ke tengah-tengah masyarakat untuk mengantarkan air melalui truk-truk pengantar air yang mereka miliki," jelas Appi.

Di tengah keterbatasan air, Appi menegaskan bantuan pemerintah harus diprioritaskan kepada warga yang benar-benar terdampak kekeringan.

Ia meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan melakukan pendataan secara cermat sebelum bantuan air disalurkan.

"Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh pemerintah Kota," tegasnya.

Appi menjelaskan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di satu wilayah atau satu kecamatan.

Hampir seluruh wilayah di Kota Makassar turut merasakan dampak berkurangnya ketersediaan air.

Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya debit air pada sejumlah sumber air baku yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat.

Pemkot Siapkan 18 SPAM

Pemkot Makassar tidak hanya mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki sebagai solusi jangka pendek.

Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur penyediaan air bersih untuk memperkuat ketersediaan air di tingkat permukiman dalam jangka panjang.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah lokasi.

Appi mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah membangun SPAM di 18 titik.

Ia meminta camat dan lurah aktif mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pembangunan SPAM baru.

"PU melalui 18 titik SPAM yang dibangun, dan Pak Camat kalau di Kecamatan Makassar membutuhkan pembangunan SPAM, langsung laporkan ke PU dan besok insyaallah akan disurvei untuk dibangun sistem SPAM yang bisa dilaksanakan di tempat ini," tuturnya.

Menurut Appi, langkah tersebut diperlukan karena persoalan air bersih tidak cukup hanya diselesaikan melalui distribusi tangki air.

Pemerintah Kota Makassar menyiapkan infrastruktur yang mampu menjamin ketersediaan air masyarakat dalam jangka panjang.

Warga Diminta Aktif Melapor

Dalam penanganan kekeringan, Appi meminta camat dan lurah menjadi ujung tombak pendataan warga yang membutuhkan bantuan.

Ia menekankan agar mekanisme pelaporan dilakukan secara terstruktur, mulai dari masyarakat kepada lurah, kemudian diteruskan ke perangkat pemerintah di atasnya untuk ditindaklanjuti bersama OPD teknis.

"Kalau ada warga yang mengalami kekeringan dan tidak mendapatkan air bersih, tolong informasikan ke pak lurah. Nanti pak lurah meneruskan ke atas supaya terstruktur dan sesuai mekanisme birokrasi," katanya.

Dengan mekanisme tersebut, Pemkot Makassar berharap bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Pemerintah juga berupaya mencegah terjadinya penumpukan distribusi di satu lokasi sementara wilayah lain yang lebih membutuhkan justru terlewat.

Appi mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

Ia menyebut berdasarkan informasi BMKG, hujan diperkirakan mulai turun secara lebih signifikan sekitar akhir Oktober, meski di sejumlah wilayah saat ini sudah mulai terjadi gerimis.

Pemkot Makassar sebelumnya juga telah melakukan berbagai ikhtiar untuk menghadapi kondisi tersebut, termasuk melaksanakan salat istisqa di sejumlah lokasi.

"Kemarau ini panjang. Menurut BMKG kira-kira bulan 10 akhir baru ada hujan. Melalui salat istisqa kita sudah lakukan di beberapa tempat," ujar Appi.

Untuk mempercepat penyampaian informasi dari masyarakat, Pemkot Makassar juga membuka sejumlah kanal pengaduan.

Warga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Lontara+ sebagai layanan terpadu satu kota satu aplikasi.

Selain itu, masyarakat dapat menghubungi hotline darurat 112 atau nomor layanan 08155112112.

Pemkot Makassar juga menyediakan formulir pelaporan distribusi air bersih melalui tautan yang telah disiapkan pemerintah.

Munafri berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Setiap laporan nantinya akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk dilakukan verifikasi dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

"Penanganan krisis air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca ekstrem," terang Appi.

Tags: Munafri Arifuddin PDAM Makassar BPBD Makassar


Baca Juga

Sudah 221 Perumahan Serahkan PSU ke Pemkot Makassar, Nilai Aset Capai Rp6,93 Triliun
Sudah 221 Perumahan Serahkan PSU ke Pemkot Makassar, Nilai Aset Capai Rp6,93 Triliun
Appi Dorong Ekonomi Nelayan Makassar Dibangun dari Hulu ke Hilir, HNSI Diminta Jadi Mitra Pemkot
Appi Dorong Ekonomi Nelayan Makassar Dibangun dari Hulu ke Hilir, HNSI Diminta Jadi Mitra Pemkot
Bukan Sekadar Gratis, Appi Dorong Sampah Rumah Tangga di Rappocini Jadi Sumber Energi
Bukan Sekadar Gratis, Appi Dorong Sampah Rumah Tangga di Rappocini Jadi Sumber Energi
Cegah Sapi Konsumsi Sampah Berbahaya, Pemkot Makassar Siapkan Penangkaran di TPA Tamangapa
Cegah Sapi Konsumsi Sampah Berbahaya, Pemkot Makassar Siapkan Penangkaran di TPA Tamangapa
Iuran Sampah Gratis di Tamalate Capai 15.177 KK, Appi Tegaskan Warga Wajib Pilah Sampah
Iuran Sampah Gratis di Tamalate Capai 15.177 KK, Appi Tegaskan Warga Wajib Pilah Sampah
Appi Bawa Program Besar ke Pulau, Pemerataan Pendidikan hingga Transportasi Laut Jadi Prioritas
Appi Bawa Program Besar ke Pulau, Pemerataan Pendidikan hingga Transportasi Laut Jadi Prioritas

Populer

  • 1
    Asuransi Astra Hadir di Toyota Serbu Makassar, Veloz dan Yaris Cross Dapat Tanggungan 2 Tahun
  • 2
    Viral Soal Wajib Tunjukkan STNK untuk Beli BBM Subsidi, Pertamina Beri Klarifikasi
  • 3
    Kepala Sekolah di Pekalongan Dicopot Usai Rekaman CCTV Viral
  • 4
    Pemkot Tangerang Minta Warga Waspadai Abu Vulkanik, Masker Dipakai Secukupnya
  • 5
    Haaland Capai 300 Gol, Rekornya Hanya Kalah dari Messi

Ekonomi

  • PJM Perkuat Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Pelabuhan Banten dan Panjang
    PJM Perkuat Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Pelabuhan Banten dan Panjang
  • Telkomsel IndonesiaNEXT Antarkan Talenta Sulsel Tembus Panggung Nasional, Alya Raih Best Hustler 2026
    Telkomsel IndonesiaNEXT Antarkan Talenta Sulsel Tembus Panggung Nasional, Alya Raih Best Hustler 2026
  • Asuransi Astra Hadir di Toyota Serbu Makassar, Veloz dan Yaris Cross Dapat Tanggungan 2 Tahun
    Asuransi Astra Hadir di Toyota Serbu Makassar, Veloz dan Yaris Cross Dapat Tanggungan 2 Tahun

Peristiwa

  • Pemkot Tangerang Minta Warga Waspadai Abu Vulkanik, Masker Dipakai Secukupnya
    Pemkot Tangerang Minta Warga Waspadai Abu Vulkanik, Masker Dipakai Secukupnya
  • Wall Street Tutup Hari Ini, Investor AS Kembali Berdagang Selasa
    Wall Street Tutup Hari Ini, Investor AS Kembali Berdagang Selasa
  • Gas SO2 Anak Krakatau Meluas, BMKG Ingatkan Warna Peta Satelit Bukan Indikator Bahaya di Permukaan
    Gas SO2 Anak Krakatau Meluas, BMKG Ingatkan Warna Peta Satelit Bukan Indikator Bahaya di Permukaan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID