LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar melakukan efisiensi anggaran perjalanan dinas atau SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Dengan hasil penghematan mencapai sekitar puluhan miliar rupiah yang kemudian dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Demikian dipaparkan Kepala BPKAD Makassar, Drs. Muh. Dakhlan, M.Si. Ia mengatakan efisiensi SPPD menjadi salah satu langkah yang telah dilakukan Pemkot Makassar untuk mengalihkan anggaran kepada kebutuhan yang dinilai lebih mendesak, termasuk pengelolaan TPA Antang oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Karena kemarin kan kita sudah lakukan efisiensi terhadap SPPD. Itu sudah dikurangi untuk menutupi kebutuhan teman-teman di DLH terkait dengan TPA, itu kita alokasikan ke sana,” ujar Dakhlan, seperti dilansir dari video yang diunggah Instagram Info Pemkot Makassar, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, efisiensi dari anggaran perjalanan dinas tersebut mencapai sekitar puluhan miliar rupiah.
“Sekitar puluhan miliar,” katanya saat ditanya mengenai besaran efisiensi SPPD yang telah dilakukan Pemkot Makassar.
Dakhlan menjelaskan, efisiensi anggaran juga masih akan dilakukan dalam perubahan anggaran dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan kegiatan yang tersisa hingga akhir tahun.
Ia mengatakan, dengan waktu yang tinggal sekitar tiga bulan, masing-masing SKPD perlu melihat secara realistis kegiatan mana yang masih memungkinkan untuk dilaksanakan dan kegiatan mana yang sudah tidak memungkinkan.
“Kalau di perubahan kan tinggal itu sebenarnya, tinggal teman-teman di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang realistis lihat, kami ini kan tinggal tiga bulan. Kegiatan mana yang bisa dilaksanakan, mana yang tidak,” jelasnya.
Menurut Dakhlan, kondisi tersebut membuat SKPD perlu kembali mempertimbangkan rencana kegiatan dan penggunaan anggaran agar target realisasi anggaran hingga akhir tahun dapat tercapai.
Ia menyebut Pemkot Makassar menargetkan realisasi anggaran pada akhir tahun mencapai 95 persen.
“Dan saya yakin pasti teman-teman SKPD ini akan berpikir ulang lagi. Karena itu sudah ditarget 95 persen, 95 persen realisasi akhir tahun,” ujarnya.
Dakhlan menegaskan, kegiatan yang sudah tidak memungkinkan untuk dilaksanakan hingga akhir tahun tidak perlu dipaksakan.
“Karena itu pasti teman-teman, kalau memang kegiatannya sudah tidak mungkin lagi dilaksanakan pasti tidak akan. Bukan tidak dilaksanakan, tapi pasti dihilangkan,” katanya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut berkaitan dengan upaya menjaga efektivitas penyerapan anggaran, mengingat realisasi belanja Pemkot Makassar saat ini masih berada di angka 44 persen.
“Karena kalau dia tidak laksanakan, berarti serapannya pasti akan,” ujarnya.
Meski demikian, Dakhlan menyebut realisasi belanja Pemkot Makassar mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sekarang serapan belanja kita di angka 44 persen. Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, kita ada kenaikan sekitar 7 persen. Tahun kemarin itu masih di angka 37,” jelasnya.
Selain belanja, realisasi pendapatan Pemkot Makassar juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Masih lumayan progres, termasuk juga pendapatan. Pendapatan kita di angka 59, tahun lalu itu masih 54,” kata Dakhlan.
Efisiensi tersebut menjadi bagian dari penataan kembali anggaran Pemkot Makassar dengan mengarahkan belanja yang dapat dihemat kepada kebutuhan yang dianggap lebih prioritas, salah satunya mendukung pengelolaan TPA Antang melalui DLH.



