Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Munafri Pantau Kabut Asap di BMKG, Siapkan Langkah Lindungi Warga Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 16:48
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Appi mendatangi kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (16/10/2026), untuk memantau kondisi cuaca dan perkembangan kualitas udara terkini.

LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memantau perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir dengan mendatangi Kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026), untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara.

Munafri yang akrab disapa Appi disambut Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, dan memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor sekaligus menggali informasi mengenai perkembangan kabut asap serta potensi perubahan cuaca di Makassar.

Munafri mengatakan, pemantauan bersama BMKG dilakukan untuk memastikan Pemerintah Kota Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan langkah penanganan penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara, kita butuh solusi," kata Appi.

Ia menegaskan, penanganan kabut asap harus berorientasi pada solusi karena kondisi tersebut berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

"Ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga tidak lagi bicara sebab dan akibat asap, tetapi solusi apa kita lakukan. Nah, ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar," sambungnya.

Berdasarkan penjelasan pihak BMKG Bandara Sultan Hasanuddin, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, Pemerintah Kota Makassar tetap akan mencermati perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan warga.

"Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Karena ini asap kiriman, tapi kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan," jelas Munafri.

Di tengah kondisi tersebut, Appi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pembakaran terbuka dapat memperburuk kualitas udara ketika asap kiriman masih menyelimuti wilayah perkotaan.

Karena itu, menjaga kualitas udara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara.

Selain memantau kabut asap, Munafri turut menyoroti pergeseran perkiraan awal musim hujan yang berpotensi memengaruhi kesiapan Makassar menghadapi cuaca ekstrem.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari BMKG, potensi hujan diperkirakan bergeser sekitar satu bulan, dengan peluang hujan mulai meningkat pada akhir November hingga awal Desember.

Pemerintah Kota Makassar pun perlu memanfaatkan periode sebelum hujan kembali turun untuk memastikan drainase dan saluran air berfungsi optimal guna mengantisipasi genangan maupun banjir.

Munafri mengatakan, dirinya akan memanggil jajaran camat, lurah, dan satuan tugas terkait untuk memperkuat koordinasi serta memastikan langkah antisipasi dilaksanakan hingga tingkat wilayah.

"Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama," bebernya.

Salah satu langkah yang diperkuat ialah normalisasi saluran drainase, pengangkatan sampah, serta pembersihan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air.

Appi juga meminta seluruh instansi yang berkantor di wilayah Makassar rutin membersihkan lingkungan dan saluran di sekitar kantor masing-masing agar aliran air tidak tersumbat saat hujan turun.

"Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen," katanya.

"Saya juga akan menyampaikan kepada seluruh instansi agar setiap hari membersihkan wilayah di sekitar kantornya sehingga aliran air tidak terhambat," lanjutnya.

Pemkot Makassar juga akan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan normalisasi saluran dan kanal, termasuk mengangkat sedimen dalam skala lebih besar.

Menurut Munafri, waktu persiapan sebelum musim hujan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Berbagai faktor yang menghambat aliran air perlu segera diidentifikasi dan ditangani untuk menekan risiko genangan dan banjir.

"Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal," jelasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya menjalankan dua agenda sekaligus, yakni memantau perkembangan kabut asap yang berdampak pada kualitas udara dan mempersiapkan infrastruktur kota menghadapi musim hujan.

Munafri berharap pemantauan bersama BMKG serta penguatan kebersihan lingkungan dan normalisasi saluran dapat membantu pemerintah menentukan langkah berdasarkan kondisi cuaca terkini sekaligus mengurangi risiko banjir.

"Sementara penguatan kebersihan lingkungan dan normalisasi saluran, kita harapkan dapat mengurangi risiko banjir saat musim hujan," tutup Appi. (*)

Tags: Munafri Arifuddin BMKG Pemkot Makassar

Baca Juga

Kadis Distaru Makassar Dorong Mahasiswa Arsitektur Unismuh Makassar Perluas Kompetensi di Luar Desain Bangunan
Kadis Distaru Makassar Dorong Mahasiswa Arsitektur Unismuh Makassar Perluas Kompetensi di Luar Desain Bangunan
Munafri Arifuddin Raih Grand Baznas Award 2026, Dorong Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
Munafri Arifuddin Raih Grand Baznas Award 2026, Dorong Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
Nikah Massal Gratis Makassar Diserbu 1.181 Pendaftar, Legalitas Pernikahan Siri Jadi Prioritas
Nikah Massal Gratis Makassar Diserbu 1.181 Pendaftar, Legalitas Pernikahan Siri Jadi Prioritas
Pemkot Makassar Fasilitasi Relokasi 1.200 Babi di Panaikang Setelah Mediasi Enam Bulan
Pemkot Makassar Fasilitasi Relokasi 1.200 Babi di Panaikang Setelah Mediasi Enam Bulan
BPBD Makassar Salurkan 7,19 Juta Liter Air Bersih untuk 26 Ribu KK
BPBD Makassar Salurkan 7,19 Juta Liter Air Bersih untuk 26 Ribu KK
Pappaseng Jadi Roh Logo HUT ke-419 Makassar, Petuah Leluhur dan Kearifan Lokal Berpadu
Pappaseng Jadi Roh Logo HUT ke-419 Makassar, Petuah Leluhur dan Kearifan Lokal Berpadu

Populer

  • 1
    Menulis di Balik Kelambu: Kisah Anak Surae Wajo Meraih Profesor Riset
  • 2
    Klub Sepatu Roda Indonesia Muda Raih 11 Medali di EIRC 2026
  • 3
    Haka Auto Perkuat Layanan Purna Jual BYD di Indonesia Timur, Unit Servis di Makassar Naik 300 Persen
  • 4
    Orangtua Viralkan Surat Terbuka untuk Bupati Maros soal Asap Karhutla, Desak Perlindungan Anak Sekolah
  • 5
    Nikah Massal Gratis Makassar Diserbu 1.181 Pendaftar, Legalitas Pernikahan Siri Jadi Prioritas

Ekonomi

  • Toyota Auto Show 2026 Tak Hanya Mobil Baru, Kalla Toyota Hadirkan Mobil Bekas Berkualitas
    Toyota Auto Show 2026 Tak Hanya Mobil Baru, Kalla Toyota Hadirkan Mobil Bekas Berkualitas
  • OJK Dorong Nelayan Untia Akses Pembiayaan Produktif dan Waspadai Pinjol Ilegal
    OJK Dorong Nelayan Untia Akses Pembiayaan Produktif dan Waspadai Pinjol Ilegal
  • Telkomsel Tawarkan Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max, Ada Potongan hingga Rp1 Juta
    Telkomsel Tawarkan Bundling iPhone 18 Pro dan Pro Max, Ada Potongan hingga Rp1 Juta
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID