Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Sulsel

Ternyata Ini Penyebab Kebocoran Pipa Minyak PT Vale di Towuti, Menurut Ahli dari UI

Rabu, 27 Agustus 2025 15:13
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Penanganan PT Vale atas Insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

LUMINASIA.ID, MAKASSAR  – Tim Disaster Risk Reduction Center (DRRC) atau Pusat Pengurangan Risiko Bencana (PRRB) Universitas Indonesia (UI) turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia Tbk di Kecamatan Towuti, Luwu Timur.

Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan titik pipa yang mengalami kebocoran, analisis penyebab kebocoran, serta pemeriksaan dampak lingkungan yang muncul secara langsung maupun potensi dampak jangka panjang sebagai bagian dari mitigasi.

“Fokus utama kami adalah pencegahan dan penanggulangan dampak lingkungan akibat tumpahan minyak. Kami melakukan analisis lengkap potensi bahaya dari segi kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) dalam pengoperasian pipa bawah tanah. Pipeline risk management telah diterapkan untuk memastikan keselamatan pengoperasian pipa dan mencegah risiko kebocoran,” tulis DRRC UI



Baca: PT Vale Isolasi Sumber Kebocoran Minyak dan Buka Layanan Kesehatan di Towuti

dalam keterangan resminya, Selasa (26/8/2025).

Tim juga menjelaskan bahwa penanggulangan dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas, dengan sinergi dan koordinasi antara masyarakat, perusahaan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

“Tim Terpadu telah dibentuk bersama PT Vale Indonesia Tbk yang melibatkan unsur masyarakat, pemerintah kabupaten, OPD terkait, kecamatan, desa, aparat kepolisian, dan TNI. Kami juga membuka pusat pengaduan dan informasi agar masyarakat bisa mengawasi, melaporkan, menangani, dan ikut memulihkan kondisi lingkungan,” jelas pernyataan tersebut.

Terkait penyebab kebocoran, DRRC UI menegaskan masih dalam tahap studi dan investigasi lebih lanjut. Namun, hasil temuan awal menunjukkan faktor alam berperan signifikan.

“Hipotesis awal berdasarkan preliminary study kami mengarah pada tekanan eksternal atau external stress berupa bending pada pipa. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor endogen seperti pergerakan tanah, pergeseran lempeng, atau gempa bumi. Penelitian lanjutan terus dilakukan agar akar masalah dapat diidentifikasi dan kejadian serupa dapat dicegah,” ungkap DRRC UI.

Sebagai mitra akademis, DRRC UI berkomitmen memberikan masukan berbasis sains dan praktik terbaik sesuai standar nasional dan internasional agar dampak tumpahan minyak tidak meluas.


Baca: Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dukung Pemulihan Insiden Kebocoran Pipa Minyak PT Vale di Luwu Timur


“Kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat sipil penting untuk membangun sistem Emergency Response & Crisis Management (ERCM) dan Business Continuity Management System (BCMS) yang lebih kuat demi keselamatan, kesehatan, perlindungan lingkungan, dan pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan,” tutup DRRC UI.

Tags: Towuti minyak bocor Lutim PT Vale

Baca Juga

23,1 Lahan Old Camp PT Vale Sorowako Diselesaikan, Didistribusikan ke 886 Warga
23,1 Lahan Old Camp PT Vale Sorowako Diselesaikan, Didistribusikan ke 886 Warga
Perang Timur Tengah Bayangi Industri Nikel, PT Vale Fokus Tekan Cost Produksi
Perang Timur Tengah Bayangi Industri Nikel, PT Vale Fokus Tekan Cost Produksi
HUT ke-66 Kolaka, PT Vale Indonesia Resmikan Revitalisasi Pasar Mekongga dan Nursery Terintegrasi
HUT ke-66 Kolaka, PT Vale Indonesia Resmikan Revitalisasi Pasar Mekongga dan Nursery Terintegrasi
PT Vale Jual 2,2 Juta Ton Ore di Morowali pada Awal 2026, Tetap Solid di Tengah Tekanan Industri Global
PT Vale Jual 2,2 Juta Ton Ore di Morowali pada Awal 2026, Tetap Solid di Tengah Tekanan Industri Global
Gelar UKW di Morowali, PT Vale Perkuat Praktik Pertambangan Berkelanjutan dan Keterbukaan Informasi
Gelar UKW di Morowali, PT Vale Perkuat Praktik Pertambangan Berkelanjutan dan Keterbukaan Informasi
PT Vale Indonesia Tegaskan Tambang Berkelanjutan di Pomalaa, Buka Lahan Baru 487,9 Hektare pada 2024-2025
PT Vale Indonesia Tegaskan Tambang Berkelanjutan di Pomalaa, Buka Lahan Baru 487,9 Hektare pada 2024-2025

Populer

  • 1
    Pengucapan Sumpah Jabatan, Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK Resmi Bertugas
  • 2
    Waspada Penipuan Modus Kiriman Paket COD, Pelaku Mengintimidasi
  • 3
    Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan ke 28 Maret 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dijadwalkan Hadir
  • 4
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • 5
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons

Ekonomi

  • Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
    Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
  • Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
  • Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal
    Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal

Peristiwa

  • Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
  • Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
    Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID