Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Warga Tamalanrea Tolak Pembangunan PLTSa di Areanya

Kamis, 7 Agustus 2025 16:38
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Puluhan warga Kecamatan Tamalanrea yang terdiri dari warga Tamalalang, Mula Baru, serta penghuni perumahan Akasia dan Alamanda, melakukan aksi protes di Gedung DPRD Kota Makassar pada Selasa (6/8/2025).

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Puluhan warga Kecamatan Tamalanrea yang terdiri dari warga Tamalalang, Mula Baru, serta penghuni perumahan Akasia dan Alamanda, melakukan aksi protes di Gedung DPRD Kota Makassar pada Selasa (6/8/2025).

Mereka menuntut dihentikannya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tengah permukiman padat.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan PLTSa (GERAM PLTSa) menyuarakan keresahan mereka terhadap potensi pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan jangka panjang yang mengancam warga.

“Perlu diketahui bahwa kami dari warga Mula Baru, sudah sekitar 30 tahunan tinggal di sini. Tapi pemukiman kami terbentuk akibat penggusuran proyek pelebaran tol saat itu,” ujar Jamaluddin, warga Mula Baru.

Sebagai informasi, PLTSa termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Namun, sejak awal perencanaan, warga Tamalanrea tidak dilibatkan. “Kami sudah menjadi korban dan dipinggirkan selama ini. Lalu hari ini pemerintah ingin kami menanggung dampak dari industri PLTSa selama bertahun-tahun ke depan. Sampai sejauh mana kami harus dikorbankan lagi?” tegas Jamaluddin.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), terungkap bahwa Camat Tamalanrea telah mengetahui rencana pembangunan sejak 2024, namun tidak pernah menyampaikan informasi tersebut kepada warga. Warga baru mengetahui keberadaan proyek itu melalui spanduk yang dipasang pada Mei 2025.

“Dari RDP ini kita tahu bahwa sejak awal, pemerintah kota Makassar, mulai dari Walikota, DPRD, hingga ke kecamatan dan kelurahan, tidak terbuka dan tidak partisipatif dalam proses perencanaan. Sama seperti nasib warga korban proyek strategis nasional lain, informasi baru diketahui ketika perusahaan sudah memulai aktivitasnya,” ujar Mirayati Amin.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar juga mengakui tidak dilibatkan dalam proses pembahasan awal proyek. Sementara itu, Tim Ahli menyebutkan bahwa lokasi PLTSa seharusnya memenuhi tiga kriteria: dekat dengan sumber air, dekat gardu listrik karena tegangan tinggi, dan berada di kawasan industri.

Namun, penentuan lokasi saat ini justru merupakan inisiatif dari pemenang tender, yaitu PT Sarana Utama Energy (SUS), bukan atas rekomendasi teknis.

“Kami tidak menolak PLTSa. Tapi jangan dibangun dekat permukiman yang akan membahayakan kami dan anak cucu kami. Dari informasi terakhir, PLTSa ini akan membangun cerobong asap lebih dari 30 meter untuk membuang sisa pembakaran,” kata Dadang, warga Alamanda.

Persoalan pengelolaan sampah memang menjadi masalah serius di Makassar, mulai dari pengangkutan hingga penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang. Namun, solusi teknologi seperti PLTSa seharusnya tetap memperhatikan kelayakan lokasi, pengelolaan limbah, mitigasi pencemaran, dan teknologi yang digunakan.

“Menurut kami hal ini tidak sejalan dengan Pasal 11 ayat (1) UU No. 18 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, penyelenggaraan, dan pengawasan serta memperoleh informasi yang benar dan akurat,” tambah Mira.

Menjelang penutupan RDP, Komisi C DPRD Kota Makassar menyatakan dukungan terhadap warga dan menjanjikan solusi atas permasalahan tersebut. Namun, pimpinan sidang tidak bersedia menandatangani berita acara RDP yang telah disiapkan.

Ketiadaan berita acara tersebut membuat warga kehilangan jaminan perlindungan hukum jika nantinya harus berhadapan langsung dengan PT SUS di lapangan.

“Asapnya sendiri akan meluas hingga radius 1 kilometer dari cerobong, dengan masa aktivitas selama 30 tahun. Lantas bagaimana dengan kami yang tinggal berbatas langsung dengan PLTSa ini? Itu yang menjadi keresahan kami,” tutup Dadang.


Tags: DPRD Makassar Tamalanrea PLTSa Makassar

Baca Juga

Pemkot Makassar Larang Pasang Reklame di 12 Ruas Jalan dan 3 Titik, Ini Daftar Lengkapnya! Jl Urip Sumoharjo hingga Jl Nusantara
Pemkot Makassar Larang Pasang Reklame di 12 Ruas Jalan dan 3 Titik, Ini Daftar Lengkapnya! Jl Urip Sumoharjo hingga Jl Nusantara
KP2KP Masamba dan Bapenda Luwu Utara Perkuat Sinergi Data Perpajakan untuk Optimalkan PAD
KP2KP Masamba dan Bapenda Luwu Utara Perkuat Sinergi Data Perpajakan untuk Optimalkan PAD
Pemkot Makassar Gencarkan Tracing TBC di 339 Titik, Munafri Targetkan Penularan Turun Signifikan
Pemkot Makassar Gencarkan Tracing TBC di 339 Titik, Munafri Targetkan Penularan Turun Signifikan
Pemkot Makassar Siapkan Grand Design Penataan Reklame, Target PAD Naik dan Kota Lebih Estetik
Pemkot Makassar Siapkan Grand Design Penataan Reklame, Target PAD Naik dan Kota Lebih Estetik
Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global
Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global
Ini Penyebab Kebakaran Mall Nipah Makassar, Keterangan Manajemen dan Kepala Damkarmat
Ini Penyebab Kebakaran Mall Nipah Makassar, Keterangan Manajemen dan Kepala Damkarmat

Populer

  • 1
    Ini Pernjelasan Manajemen Terkait Kebakaran Nipah Park, Penyebab Kebakaran Lengkap Kronologis
  • 2
    Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global
  • 3
    Bupati Talenrang Hadiri Wisuda Polbangtan Gowa
  • 4
    Pemkot Makassar Matangkan HUT Ke-81 RI, Karebosi Jadi Pusat Upacara Kemerdekaan
  • 5
    Special Screening di Makassar, Film Dan Bandung Tawarkan Kisah Romansa Gen Z yang Relate dengan Kehidupan Anak Muda

Ekonomi

  • XLSMART Catat Kinerja Solid Semester I 2026, Laba Bersih Melonjak 294 Persen
    XLSMART Catat Kinerja Solid Semester I 2026, Laba Bersih Melonjak 294 Persen
  • Pelindo Multi Terminal Catat Arus Barang 59,59 Juta Ton pada Semester I 2026
    Pelindo Multi Terminal Catat Arus Barang 59,59 Juta Ton pada Semester I 2026
  • Gelar Pertemuan dengan Elemen Masyarakat, PT KIMA Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
    Gelar Pertemuan dengan Elemen Masyarakat, PT KIMA Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Peristiwa

  • Sholat Rebo Wekasan 2026 Bisa Dimulai Kapan? Ini Waktu dan Tata Caranya
    Sholat Rebo Wekasan 2026 Bisa Dimulai Kapan? Ini Waktu dan Tata Caranya
  • Dedi Congor Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Perkara di Polri Berjalan Sejak 2023
    Dedi Congor Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Perkara di Polri Berjalan Sejak 2023
  • Rebo Wekasan 2026 Jatuh 12 Agustus, Begini Sejarah dan Tradisinya di Masyarakat Jawa
    Rebo Wekasan 2026 Jatuh 12 Agustus, Begini Sejarah dan Tradisinya di Masyarakat Jawa
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID