Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Usai Dikucur Rp200 Triliun, Begini Kondisi Perbankan di Indonesia

Rabu, 17 September 2025 17:54
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
ilstrasi bank di Indonesia


LUMINASIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kondisi perbankan nasional masih terjaga dengan ruang penyaluran kredit yang cukup besar, usai adanya tambahan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari pemerintah sebesar Rp200 triliun pada 12 September 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa per Agustus 2025 pertumbuhan kredit dan DPK meningkat masing-masing sebesar 7,56% dan 8,51%, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 86,3%.

“Hal ini menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki ruang penyaluran kredit yang cukup besar ke depannya,” kata Dian Ediana Rae saat rapat dengan Komisi XI DPR RI Jakarta, Rabu (17/09/2025), seperti dilansir CNBC.

Dian menjelaskan, dari aspek alat likuid, likuiditas perbankan masih relatif terjaga. Kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) juga tetap terkendali, tercermin dari rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) dan alat likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) yang memadai.

Setelah adanya tambahan DPK dari pemerintah, likuiditas perbankan meningkat dengan AL/DPK naik dari 22,53% pada 4 September 2025 menjadi 24,20%. Sementara AL/NCD naik dari 99,81% pada 4 September 2025 menjadi 107,10%.

Meski demikian, rasio LDR mengalami fluktuasi. Pada Juli 2025, rasio LDR tercatat 86,54% atau naik 3 bps secara year-on-year dibandingkan Juli 2024 yang sebesar 86,51%. Namun pada Agustus 2025, LDR menurun menjadi 86,03%.

“LDR semakin menurun menjadi 85,34% yang diakibatkan oleh penambahan dana dari pemerintah pada 12 September 2025,” sebut Dian.

Secara rinci, kredit korporasi menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 9,59% year-on-year dan mendominasi 52,80% dari total kredit perbankan.

Kredit UMKM tumbuh 81,82% year-on-year, namun porsinya terhadap total kredit masih di bawah 20% sejak awal 2025 dengan tren menurun ke level 18,61%. Secara month-to-month, kredit UMKM terkontraksi 0,45% dan kredit korporasi minus 0,51%, sedangkan kredit konsumtif masih tumbuh 0,61%.

“OJK akan terus melakukan upaya-upaya untuk mendukung pertumbuhan penyaluran kredit UMKM, antara lain melalui penerbitan POJK Akses Pembiayaan UMKM, yang diharapkan dapat mempermudah UMKM dalam mendapatkan pendanaan,” ungkap Dian.

Selain itu, OJK juga mendukung inisiatif pemerintah dalam mendorong UMKM, termasuk melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pelaksanaan hapus tagih untuk debitur UMKM.

Dari sisi kualitas, rasio NPL UMKM pada Juli 2025 meningkat menjadi 4,43% dibandingkan bulan sebelumnya 4,41% dan periode yang sama tahun lalu 4,05%. Namun, rasio loan at risk UMKM justru menurun bulanan menjadi 12,70%, lebih rendah dibandingkan masa sebelum pandemi sebesar 12,74%.

“Dengan terbitnya POJK UMKM, OJK menegaskan dukungan agar UMKM semakin berdaya saing dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Bank diharapkan menghadirkan pendekatan lebih inovatif untuk menyediakan produk keuangan sesuai kebutuhan segmen UMKM, mulai dari usaha mikro hingga menengah,” pungkas Dian.


Tags: Otoritas Jasa Keuangan OJK

Baca Juga

97 Pinjol Terbukti Lakukan Kartel Bunga, KPPU Beri Denda Total Rp775 M
97 Pinjol Terbukti Lakukan Kartel Bunga, KPPU Beri Denda Total Rp775 M
Pengucapan Sumpah Jabatan, Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK Resmi Bertugas
Pengucapan Sumpah Jabatan, Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK Resmi Bertugas
OJK Tegaskan Debitur Bank Bisa Kena Sanksi Pidana
OJK Tegaskan Debitur Bank Bisa Kena Sanksi Pidana
OJK Jatuhkan Sanksi ke Dua Emiten Pasar Modal, Denda hingga Pembekuan Izin
OJK Jatuhkan Sanksi ke Dua Emiten Pasar Modal, Denda hingga Pembekuan Izin
QRIS Sulsel Tembus 1,31 Juta Merchant, Aset Perbankan Capai Rp212 Triliun
QRIS Sulsel Tembus 1,31 Juta Merchant, Aset Perbankan Capai Rp212 Triliun
Sepanjang 2025 Transaksi Saham di Sulsel Capai Rp41 Triliun, Naik 85 Persen Dibanding 2024
Sepanjang 2025 Transaksi Saham di Sulsel Capai Rp41 Triliun, Naik 85 Persen Dibanding 2024

Populer

  • 1
    3 April 2026 Libur Apa? Ini Makna Jumat Agung dan Dampak Long Weekend di Indonesia
  • 2
    Pastikan Stok Aman, Bupati Sinjai Minta Warga Tidak Panik dan Beli BBM Sesuai Kebutuhan
  • 3
    Gasperini Ubah Dinamika Roma: Pellegrini Jadi Figur Kunci di Tengah Kebijakan Baru
  • 4
    Viral! Clara Shinta Ungkap Alexander Assad Selingkuh, Padahal Baru Nikah Agustus 2025
  • 5
    Harga BBM di Sulsel Hari Ini, Diprediksi Naik Awal April

Ekonomi

  • Lonjakan Trafik Data XLSMART Tembus 21 Persen Saat Lebaran 2026, Aktivitas Digital Meningkat Tajam
    Lonjakan Trafik Data XLSMART Tembus 21 Persen Saat Lebaran 2026, Aktivitas Digital Meningkat Tajam
  • Pelindo Regional 4 Catat 758 Ribu Penumpang Lebaran 2026, Naik 10,41 Persen
    Pelindo Regional 4 Catat 758 Ribu Penumpang Lebaran 2026, Naik 10,41 Persen
  • 1 April 2026 Harga BBM Tetap, Tidak Naik!
    1 April 2026 Harga BBM Tetap, Tidak Naik!

Peristiwa

  • Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Arab, Latin, dan Arti: Amalan Sunnah yang Sarat Makna Spiritual
    Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Arab, Latin, dan Arti: Amalan Sunnah yang Sarat Makna Spiritual
  • 3 April 2026 Libur Apa? Ini Makna Jumat Agung dan Dampak Long Weekend di Indonesia
    3 April 2026 Libur Apa? Ini Makna Jumat Agung dan Dampak Long Weekend di Indonesia
  • Jadwal Sholat Makassar Hari Ini, 2 April 2026: Dzuhur Pukul 12.07 WITA, Simak Waktu Lengkapnya
    Jadwal Sholat Makassar Hari Ini, 2 April 2026: Dzuhur Pukul 12.07 WITA, Simak Waktu Lengkapnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID